Showing posts sorted by relevance for query buku-pedoman-perkembangan-motorik-kasar. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query buku-pedoman-perkembangan-motorik-kasar. Sort by date Show all posts

Sunday, 10 February 2019

Jadi Berakal Buku Aliran Perkembangan Motorik Bergairah Dan Halus Pada Anak Usia 0-2 Tahun


Buku Pedoman Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Pada Anak Usia 0-2 Tahun. Setiap orangtua niscaya menginginkan anak-anaknya tumbuh dan berkembang optimal; sehat, ceria, dan cerdas. Untuk mempersiapkan masa depan anak, ibu dan ayah harus melakukannya semenjak dini. Pengasuhan anak tolong-menolong ialah suatu acara alami yang telah dijalani insan semenjak awal adanya kehidupan. Namun di masa sekarang, tuntutan akan keahlian yang harus dikuasai oleh seseorang semakin berkembang. Sebagai orangtua, kita pun berusaha semoga ananda mempunyai keterampilan yang membuatnya sanggup berdikari dalam kehidupan sehari-hari.

Buku berseri ini bertujuan semoga ibu dan ayah sanggup memahami aspek perkembangan anak pada enam tahun pertama kehidupannya. Dengan pemahaman tersebut, dibutuhkan ibu dan ayah sanggup mendampingi dan menyediakan lingkungan yang lebih baik untuk anak menyebarkan kemampuannya. Terdapat empat aspek utama perkembangan anak yang dibahas dalam serial buku ini, yaitu: aspek gerakan bergairah dan gerakan halus, bahasa, kecerdasan, dan sosial-emosi. Setiap aspek perkembangan mempunyai keterkaitan satu sama lain. Pemahaman yang menyeluruh dan seimbang terhadap aspek perkembangan akan lebih efektif dibandingkan fokus terhadap satu aspek saja. Setiap acara yang diberikan di dalam buku ini bisa berdampak pada beberapa aspek dan bermanfaat bagi perkembangan kemampuan anak.

Ibu dan ayah sanggup memahami setiap aspek perkembangan sesuai dengan usia anak. Khusus pada buku ini akan dibahas mengenai aspek gerakan bergairah dan gerakan halus pada anak usia 0 hingga 2 tahun. Ketika lahir kemampuan gerak seorang bayi memang sangat terbatas, tapi ketika berusia sekitar setahun anak sudah sanggup jalan sendiri dan berkeliling melaksanakan penjelajahan di lingkungannya menyerupai naik turun tangga. Di usia 2 tahun, kebanyakan anak sudah menguasai keterampilan melompat dan memanjat dengan cukup baik.

Penting diingat, tujuan utama memahami tahap perkembangan anak ialah semoga kita sanggup menunjukkan perangsangan secara berhasil guna, dengan banyak sekali cara dan variasi. Untuk itu, ibu dan ayah dituntut kreatif dalam membuat kegiatan-kegiatan yang merangsang perkembangan anak. Contoh acara yang ada di dalam buku ini sanggup dikembangkan sesuai dengan keadaan masing-masing anak. Setiap anak ialah unik dan kita harus sanggup memahami keunikannya. Hindari memaksa anak melaksanakan acara yang barangkali belum dikuasainya. Apalagi jika ibu dan ayah merasa bahwa anak lain yang seusia dengan anak sudah sanggup melakukannya.

Bila anak belum sanggup melaksanakan acara yang dirangsangkan atau terlihat belum tertarik, cobalah acara yang sama beberapa kali dengan diberi rentang waktu. Di dalam pembahasan mengenai aspek gerakan bergairah dan gerakan halus, buku ini akan menunjukkan rujukan perangsangan dan kemampuan yang sanggup dikuasai anak pada usia tertentu. Penjelasan tersebut tidak bersifat kaku atau suatu keharusan. Ingat, setiap anak ialah unik dan hasil dari perangsangan sanggup berbeda antar-anak.

Motorik Kasar dan Halus Pada Anak Usia 0-2 Tahun


Pada usia ini, perkembangan kemampuan gerakan bergairah dan gerakan halus seorang anak terlihat sangat pesat dan menakjubkan. Bayangkan, dari seorang bayi yang tidak berdaya dan tidak bisa mengendalikan gerakannya, dalam waktu 12 bulan, anak menyebarkan kemampuan fisik yang luar biasa. Kuncinya terletak pada kematangan fisik dan saraf-sarafnya. Buktinya, dengan latihan sekeras apa pun, kita tidak akan bisa membuat bayi berusia 2 bulan untuk berjalan, meskipun kemampuan melangkahkan kaki sudah dimiliki bayi semenjak lahir. Jadi, perkembangan fisik tidak semata lantaran latihan, tetapi juga melibatkan faktor kesiapan fisik.

Kemampuan gerakan bergairah ialah kemampuan insan menggerakkan serpihan tubuh yang berfungsi untuk berpindah tempat, menyerupai merangkak, berjalan, berlari, melompat. Agar sanggup berpindah tempat, insan harus mempunyai kemampuan dasar menyerupai duduk dan menegakkan tubuh. Tidak mungkin seseorang yang hanya bisa berbaring kemudian sanggup berjalan tanpa bantuan. Nah, untuk sanggup melaksanakan acara berpindah tempat, maka kaki menjadi serpihan tubuh yang paling penting. Sedangkan kemampuan gerakan halus melibatkan mata dan tangan untuk sanggup melaksanakan acara yang berkaitan dengan gerakan tangan. Misalnya, untuk mengambil suatu benda, menulis, menggambar, dan acara lainnya yang memakai tangan serta kerja samanya dengan mata.

Agar perkembangan fisiknya optimal, anak memerlukan kesempatan untuk melatih kemampuannya. Anak yang mempunyai kesempatan untuk merangkak secara bebas sanggup menyebarkan kemampuan merangkak yang lebih baik dibandingkan anak seusianya yang hanya sesekali dibiarkan merangkak. Demikian juga ketika anak berguru menaiki dan menuruni tangga.
Strategi yang paling baik ialah menunjukkan semangat kepada anak untuk melatih kemampuannya dengan tetap mengingat perkembangan fisik dan saraf-sarafnya.

Kemampuan mengendalikan gerakan


Setiap bayi mempunyai kecepatan perkembangan yang berbeda-beda, namun secara umum kemampuan bayi untuk mengendalikan gerakan tubuhnya berkembang selama 2 tahun pertama. Kemampuan mengendalikan gerakan ini terbagi menjadi dua bentuk.

a. Dari arah kepala ke kaki.
Bayi menyebarkan pengendalian gerakan dari serpihan atas tubuhnya ke serpihan kaki. Coba perhatikan, bayi niscaya bisa menahan posisi kepalanya semoga tegak sebelum ia bisa menahan posisi badannya untuk duduk. Bayi juga harus bisa menahan badannya untuk tegak ketika duduk, sebelum ia bisa berjalan.

b. Dari dada ke luar.
Bayi menyebarkan kemampuan mengendalikan gerakan dari serpihan tengah tubuhnya (kepala, dada, pinggang/perut) terlebih dahulu sebelum ia bisa mengendalikan gerakan tangan dan kakinya. Bayi sanggup mengangkat dadanya dari posisi tengkurap sebelum karenanya ia bisa menjangkau mainannya dengan tepat. Bayi juga akan menyebarkan kemampuannya mengambil benda dengan jari-jari tangannya sebelum ia bisa menendang bola dengan kakinya.

Kedua bentuk pengendalian gerakan ini sejalan dengan perkembangan otaknya. Dengan kata lain, serpihan dari otak yang mempunyai peranan dalam pengendalian gerakan kepala dan dada berkembang lebih cepat dibandingkan serpihan otak yang berafiliasi dengan gerakan lengan dan kaki. Bila kita memahami perkembangan kemampuan pengendalian gerakan ini, kita akan menyadari bahwa untuk bisa berjalan, anak memerlukan kematangan dari segala serpihan anggota tubuhnya, tidak hanya kakinya.

Anak yang kakinya sudah berpengaruh untuk melangkah dan menahan bobot tubuhnya, namun ia masih belum bisa untuk mengarahkan gerakan kepala dan menahan badannya semoga tegak, niscaya tidak bisa berjalan. Anak membutuhkan kestabilan tubuh serpihan atas dan pengendalian pinggul semoga ia sanggup seimbang ketika berjalan. Kaprikornus sebenarnya, anak berguru untuk bisa berjalan, jauh sebelum kaki-kakinya kuat, yaitu ketika ia gres lahir dan berguru mengangkat kepalanya untuk melihat lingkungan sekelilingnya.

Setiap anak itu unik


Inilah salah satu serpihan yang menakjubkan dari perkembangan bayi. Meskipun kebanyakan dari mereka melalui tahapan perkembangan fisiknya pada usia yang setara (misalnya, usia 6 bulan sanggup duduk tegak sendiri), namun variasinya sangat besar dalam cara menguasai kemampuan itu. Contoh paling terperinci terlihat ketika bayi merangkak dan berjalan. Bayi ibu dan ayah mungkin lebih bahagia merangkak dengan gaya merangkak berlutut menyerupai merangkak pada umumnya, sedangkan bayi lain merangkak dengan cara mengangkat lututnya sehingga ia bergerak hanya dengan tangan dan kakinya. Dua-duanya merangkak, tapi dengan caranya sendiri. Yang penting ialah tujuan perkembangannya tercapai. Jangan terlalu cemas jika ananda tidak mengikuti pola secara tepat, lantaran pada karenanya ia juga bisa menguasai kemampuan tersebut dengan caranya sendiri.

Motorik Halus - kerjasama tangan dan mata


Kemampuan gerakan halus melibatkan mata dan tangan untuk sanggup melaksanakan acara yang berkaitan dengan gerakan tangan. Namun ingat, meski kemampuan gerakan halus berkembang, anak belum memahami akhir dari acara yang dilakukannya. Itu sebabnya anak sanggup dengan hening merampas kacamata yang sedang kita kenakan, atau merobek-robek kertas yang ia temukan di atas meja. Perilaku ini masuk akal dan disebabkan oleh rasa ingin tau anak yang muncul terhadap lingkungan di sekitarnya. Sebagai orang dewasa, ibu dan ayah dibutuhkan mengerti dan membantu anak semoga sanggup melaksanakan proses penjelajahan dan latihan secara efektif dan aman. Untuk beberapa saat, ibu dan ayah harus terbiasa dengan rumah yang awut-awutan lantaran diacak-acak oleh anak. Tahan emosi dan kemarahan kita, lantaran sanggup mengakibatkan anak takut dan menolak untuk menjelajah. Padahal anak perlu berlatih semoga kemampuannya berkembang dengan baik.

Kemampuan kerjasama dan keseimbangan


Di awal penguasaan kemampuan geraknya, anak terlihat masih canggung dan sering tidak seimbang sehingga jatuh. Kondisi ini masuk akal lantaran anak gres saja menguasai keterampilan geraknya. Ibu dan ayah tidak perlu khawatir berlebihan apalagi hingga melindungi anak semoga ia tidak jatuh. Sikap demikian merugikan anak lantaran ia tidak menyebarkan iman diri bahwa ia bisa melaksanakan keterampilannya sendiri. Ingatlah, semua kemampuan didapatkan dari proses, tidak instan. Bantulah anak semoga ia sanggup melatih kemampuannya dengan lebih baik.

Faktor keamanan


Agar anak sanggup berkembang dengan baik, ibu dan ayah harus menyediakan lingkungan yang aman. Anak memerlukan area untuk melatih kemampuan geraknya, tidak hanya di dalam rumah, tetapi juga di luar rumah. Selain tetap mengawasi tingkah polah anak, ibu dan ayah juga harus memastikan keamanan peralatan yang dipakai anak untuk bermain. Demikian pula dengan benda-benda yang berada di sekitar anak, pastikan tidak ada yang membahayakan, terutama yang berukuran kecil atau sudut-sudut yang tajam.

Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:

Buku Pedoman Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Pada Anak Usia 0-2 Tahun

Referensi: http://paudjateng.xahzgs.com

Jadi Pintar Buku Fatwa Perkembangan Motorik Bergairah Dan Halus Pada Anak Usia 4-6 Tahun


Buku Pedoman Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Pada Anak Usia 4-6 Tahun. Tak terasa, ketika ini anak sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke lingkungan baru, yaitu lingkungan sekolah. Ini ialah momen berharga bagi anak alasannya ialah ia akan memasuki dunia gres yang sangat menarik. Begitu pun ibu dan ayah, alasannya ialah bayi ibu dan ayah sudah berubah menjadi menjadi anak yang berdikari dan aktif dalam banyak sekali kegiatan. Jika anak sudah mempersiapkan diri untuk menjadi insan pembelajar, beliau tidak akan mengalami kesulitan memasuki dunia sekolah. Meskipun ada beberapa kesulitan yang mungkin ia hadapi, anak akan sanggup mengatasinya bila ia mendapat bimbingan dan pertolongan dari ibu dan ayah untuk mengatasi perubahan besar di dalam hidupnya ini.

Buku berseri ini bertujuan supaya ibu dan ayah sanggup memahami aspek perkembangan anak di enam tahun pertama kehidupannya. Dengan pemahaman tersebut, diperlukan ibu dan ayah sanggup menyediakan lingkungan yang lebih baik dan menemani anak dalam menyebarkan kemampuannya. Terdapat empat aspek utama perkembangan anak yang dibahas dalam serial buku ini, yaitu: aspek gerakan garang dan gerakan halus, bahasa, kognisi, dan sosial-emosi. Setiap aspek perkembangan mempunyai keterkaitan satu sama lain. Pemahaman yang menyeluruh dan seimbang terhadap aspek perkembangan akan lebih efektif dibandingkan fokus terhadap satu aspek saja. Setiap aktivitas yang diberikan di dalam buku ini bisa berdampak pada beberapa aspek dan bermanfaat bagi perkembangan kemampuan anak.

Ibu dan ayah sanggup memahami setiap aspek perkembangan sesuai dengan usia anak. Khusus pada buku ini akan dibahas mengenai aspek gerakan garang dan gerakan halus anak usia 4 hingga 6 tahun. Pada periode-periode sebelumnya, anak sudah mengasah keterampilannya dalam kemampuan fisik. Kegiatan yang melibatkan koordinasi yang sebelumnya menjadi tantangan buat anak pada periode usia ini anak sudah bisa melakukannya dengan baik. Tentu saja, ia masih memerlukan banyak latihan supaya lebih terampil dalam area ini.

Penting diingat, tujuan utama memahami tahapan perkembangan anak ialah supaya kita sanggup melaksanakan perangsangan secara berhasil guna, dengan banyak sekali cara dan variasi. Untuk itu, ibu dan ayah dituntut kreatif dalam membuat kegiatan-kegiatan yang merangsang perkembangan anak. Contoh aktivitas yang ada di dalam buku ini sanggup dikembangkan sesuai dengan keadaan masing-masing anak. Setiap anak ialah unik dan kita harus sanggup memahami keunikannya. Hindari memaksa anak melaksanakan aktivitas yang barangkali belum dikuasainya, apalagi jikalau ibu dan ayah merasa bahwa anak lain yang seusia dengan anak sudah sanggup melakukannya. Bila anak belum sanggup melaksanakan aktivitas yang dirangsangkan atau terlihat belum tertarik, cobalah aktivitas yang sama beberapa kali dengan diberi rentang waktu.

Di dalam pembahasan mengenai aspek gerakan garang dan gerakan halus, buku ini akan menawarkan teladan perangsangan dan kemampuan yang sanggup dikuasai anak pada usia tertentu. Penjelasan tersebut tidak bersifat kaku atau suatu keharusan. Ingat, setiap anak ialah unik dan hasil dari perangsangan sanggup berbeda antaranak.

Perkembangan motorik kasan dan halus anak usia 4-6 tahun


Pada rentang usia 4-6 tahun ini, anak mengalami perkembangan kemampuan gerak yang cukup berarti, alasannya ialah adanya perubahan fisik. Anak menjadi lebih tinggi yang disertai dengan ukuran badannya pun bertambah. Ukuran kepalanya juga menjadi lebih seimbang dengan ukuran tubuhnya. Kematangan saraf-sarafnya pun berlangsung di otak dan tulang belakang. Kombinasi tersebut menawarkan dampak pada perubahan fisik sehingga anak menjadi lebih lincah.

Tubuhnya yang lebih seimbang dan berpengaruh membuat anak bisa melaksanakan aktivitas fisik yang penuh energi dalam waktu cukup usang tanpa cepat merasa lelah. Tak sedikit ibu dan ayah khawatir anaknya tidak makan cukup banyak sehingga tubuhnya tidak berkembang dengan baik. Sebenarnya ini ialah kekhawatiran yang tidak perlu, alasannya ialah anak yang sedang bertumbuh niscaya mendapat asupan masakan dan minuman yang bergizi. Jika ibu dan ayah masih khawatir mengenai status gizi anaknya, lebih baik periksakan ke dokter anak.

Kemampuan yang meningkat menyebabkan anak ingin berlari dan memanjat di daerah mana pun yang memungkinkan. Bahkan, di tempat-tempat yang tidak seharusnya, contohnya pinggir jalan, dapur, atau daerah tidur. Di usianya ini, anak akan mencoba banyak hal untuk melatih keterampilan geraknya meskipun membahayakan. Pastikan anak mempunyai banyak kesempatan untuk memuaskan keinginannya secara aman. Tempat-tempat aktivitas luar ruangan di daerah bermain dengan ayunan, tiang untuk memanjat, papan titian, dan semua peralatan yang menantang sanggup membuat anak bahagia dan memuaskan rasa ingin tahunya. Kegiatan-kegiatan menyerupai senam, berenang, atau olahraga lain juga sanggup membantu anak untuk menyalurkan semangat dan energinya. Awalnya mungkin anak merasa tidak suka, tapi lambat laun ketika ia mulai terbiasa, ia akan menikmatinya.

Ibu dan ayah mungkin merasa waswas dengan sikap anak. Di satu sisi ibu dan ayah tidak ingin melindunginya secara berlebihan, tapi di sisi lain ada banyak ancaman yang mengancam. Ibu dan ayah harus tetap damai dan tidak membuat anak cemas. Karena bila ia merasa tidak nyaman, anak akan merasa takut untuk ikut ambil bab dalam banyak sekali aktivitas fisik yang dilakukan teman-temannya. Akan lebih baik bila ibu dan ayah menawarkan pemahaman/pengertian kepada anak mengenai cara supaya tetap kondusif dan pengarahan/penjelasan mengenai aktivitas yang tidak membahayakan. Dengan demikian, anak berguru cara bereksplorasi1 yang sempurna dan tidak membahayakan dirinya.

Melatih motorik anak usia 4-5 tahun


Pernahkah ibu dan ayah merasa heran, kenapa anak menyerupai tidak pernah kehabisan tenaga? Inilah saatnya dimana anak seakan mempunyai tenaga yang tidak pernah habis, bahkan tidak membutuhkan tidur siang. Kegiatan fisiknya berlangsung sepanjang hari. Kegiatan olahraga menyerupai berlari kecil bersama ibu dan ayah sanggup menjadi salah satu pilihan kegiatan. Sedangkan di sekolah, biasanya anak mulai melaksanakan aktivitas berkelompok. Kegiatan serupa juga sanggup dilakukan di rumah.

Jika anak sudah bisa melaksanakan aktivitas fisik yang dasar, ia pun akan mencoba untuk menawarkan variasi pada kegiatannya. Tidak hanya berjalan, tetapi sambil membawa barang. Tidak hanya melompat, tapi kali ini memakai tali. Dengan menawarkan banyak kesempatan untuk berlatih, anak akan tumbuh makin berpengaruh dan terampil.

Kemampuan koordinasi mata-tangan anak juga berkembang. Ia mulai bisa mengarahkan gerakannya untuk memegang alat tulis dan menulis atau menggambar. Kadang di usia ini anak masih memegang pensil tidak dengan cara yang tepat. Ajari anak dan ingatkan untuk memegang pensil dengan cara yang tepat.

Melatih motorik anak usia 5-6 tahun


Masuk usia 5 tahun, biasanya anak sudah cukup damai dan sanggup memusatkan perhatian dengan lebih baik. Tenaganya pun lebih banyak diarahkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih tenang. Kegiatan geraknya sudah lebih terstruktur dan dilakukan dalam bentuk berkelompok bersama teman-temannya, semisal bermain sepak bola, berkeliling dengan sepeda, atau bermain lompat tali. Aneka permainan tradisional pun sanggup mereka mainkan, menyerupai benteng atau galasin. Kegiatan olahraga yang terstruktur menyerupai berenang atau bulutangkis mulai dikuasainya.

Sebaliknya, aktivitas yang melibatkan kemampuan gerakan halus mendapat porsi yang besar pada usia ini. Hal ini berkaitan dengan kesiapan anak untuk masuk sekolah dasar. Kegiatan menulis, terutama, menjadi salah satu fokus anak untuk mencapai tahapan perkembangannya.

Penting diingat oleh ibu dan ayah anak tidak menguasai suatu keterampilan dalam satu waktu. Ia membutuhkan latihan keterampilan dalam beberapa tahap. Jadi, jangan berharap anak pribadi menguasai suatu keterampilan tanpa pernah latihan sebelumnya. Tunjukkan padanya cara mengerjakannya sehingga ia sanggup menjiplak dengan aman. Lakukan aktivitas berulang-ulang dengan media dan bentuk aktivitas yang berbeda. Misalnya, untuk melatih kekuatan tangannya dalam menggunting, minta anak menggunting kertas koran secara sembarang.

Di lain waktu, minta anak menggunting kertas secara lurus dengan garis bantuan. Bentuk guntingan kertas sebagai prakarya, contohnya menjadi kaki-kaki gurita atau bendera angin. Biarkan anak bermain dengan bendera angin sambil berlari-lari di lapangan. Kali lain, minta anak menggunting dengan pola lainnya sebagai materi untuk menghias buku yang ia buat, misalnya. Anak juga harus tetap berlatih supaya gerakannya makin lincah dan terampil. Ia harus mendapat kesempatan dan porsi aktivitas yang memakai geraknya.

Luangkan waktu secara rutin untuk memberi kesempatan bagi anak melatih kemampuan gerak fisiknya. Ibu dan ayah sanggup mengajaknya bermain di lapangan setiap hari. Sekadar berlari-lari mengejar bola bersama teman-teman atau terlibat dalam aktivitas olahraga sanggup membantu anak menyebarkan kekuatan tubuhnya. Selain itu, bermain dengan alat permainan menyerupai perosotan atau ayunan juga sanggup membantu anak melatih fisiknya supaya lebih kuat.

Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:

Buku Pedoman Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Pada Anak Usia 4-6 Tahun

Referensi: http://paudjateng.xahzgs.com

Jadi Berilmu Buku Panduan Perkembangan Motorik Bernafsu Dan Halus Pada Anak Usia 2-4 Tahun


Buku Panduan Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Pada Anak Usia 2-4 Tahun. Selama periode usia 2 - 4 tahun, anak memperlihatkan perubahan di seluruh aspek perkembangannya. Dari bayi yang sangat bergantung pada orang lain menjadi anak yang berdikari dan sanggup bergerak bebas ke mana pun ia inginkan. Dari hanya bisa menangis, kini anak sanggup berbincang-bincang dengan asyik mengenai banyak hal dengan ibu dan ayah. Demikian pula perkembangan sosialnya. Pada periode ini anak menikmati sekali bermain dengan belum dewasa sebayanya. Ia pun berguru aneka macam keterampilan sosial dalam interaksi bersama lingkungan sosialnya.

Buku berseri ini bertujuan biar ibu dan ayah sanggup memahami aspek perkembangan anak pada enam tahun pertama kehidupannya. Dengan pemahaman tersebut, diperlukan ibu dan ayah sanggup mendampingi dan menyediakan lingkungan yang lebih baik untuk anak menyebarkan kemampuannya. Terdapat empat aspek utama perkembangan anak yang dibahas dalam serial buku ini, yaitu : aspek gerakan bergairah dan gerakan halus, bahasa, kecerdasan, dan sosial-emosi. Pemahaman yang menyeluruh dan seimbang terhadap aspek perkembangan akan lebih efektif dibandingkan fokus terhadap satu aspek saja. Setiap acara yang diberikan di dalam buku ini bisa berdampak pada beberapa aspek dan bermanfaat bagi perkembangan kemampuan anak

Ibu dan ayah sanggup memahami setiap aspek perkembangan sesuai dengan usia anak. Khusus pada buku ini akan dibahas mengenai aspek gerakan bergairah dan gerakan halus anak usia 2 hingga 4 tahun. Perkembangan gerakan bergairah dan gerakan halus anak mengalami perubahan pesat dibanding periode usia sebelumnya. Inilah masa dimana anak melatih keterampilannya biar ia menguasai keterampilan gerakan bergairah dan gerakan halus dengan lebih baik sebagai bekal ketika ia memasuki usia sekolah.

Penting diingat, tujuan utama memahami tahap perkembangan anak ialah biar kita sanggup memperlihatkan perangsangan secara berhasil guna, dengan aneka macam cara dan variasi. Untuk itu, ibu dan ayah dituntut kreatif dalam membuat kegiatan-kegiatan yang merangsang perkembangan anak. Contoh acara yang ada di dalam buku ini sanggup dikembangkan sesuai dengan keadaan masing-masing anak. Setiap anak ialah unik dan kita harus sanggup memahami keunikannya.

Hindari memaksa anak melaksanakan acara yang barangkali belum dikuasainya. Apalagi bila ibu dan ayah merasa bahwa anak lain yang seusia dengan anak sudah sanggup melakukannya. Bila anak belum sanggup melaksanakan acara yang dirangsangkan atau terlihat belum tertarik, cobalah acara yang sama beberapa kali dengan diberi rentang waktu.

Di dalam pembahasan mengenai aspek gerakan bergairah dan gerakan halus, buku ini akan memperlihatkan rujukan perangsangan dan kemampuan yang sanggup dikuasai anak pada usia tertentu. Penjelasan tersebut tidak bersifat kaku atau suatu keharusan. Ingat, setiap anak ialah unik dan hasil dari suatu perangsangan sanggup berbeda antar anak.

Perkembangan motorik bergairah dan halus anak usia 2-4 tahun


Terdapat tiga sumber yang merupakan dasar dari kemampuan anak untuk mengendalikan lengan, kaki, badan, keseimbangan, dan kerja sama, yaitu kemampuan, perangsangan, dan perubahan fisik. Kemampuan gerak bergotong-royong sudah terlihat pada 15 bulan pertama kehidupan anak. Di awal kehidupannya, anggota gerak anak bergerak tanpa arah, kemudian seiring dengan perkembangannya, anak bisa mengarahkan geraknya dengan baik.

Perangsangan yang ibu dan ayah berikan sehingga anak bisa menguasai keterampilan dasar gerak tubuh menyerupai tengkurap dan berbaring, merangkak, hingga hasilnya berjalan. Anak masih memerlukan dukungan ibu dan ayah untuk melatih keterampilannya dalam aspek gerakan bergairah dan gerakan halus.

Perubahan fisik yang terjadi semenjak tahun kedua, antara lain:

  1. Berat dan Tinggi Badan. Anak mengalami tinggi dan berat tubuh yang berkembang pesat. Kakinya menjadi lebih panjang dan otot-ototnya menjadi lebih kuat. Dengan demikian anak bisa bergerak lebih lincah, lebih cepat, dan lebih bertujuan.
  2. Otak. Ketika lahir, berat otak anak kira-kira 25% dari berat otaknya ketika ia remaja kelak. Pada usia 2 tahun, berat otaknya mencapai 75%. Perkembangan otak sejalan dengan kematangan bab otak yang memungkinkan anak mengendalikan postur tubuh dan keseimbangannya.
  3. Penglihatan. Salah satu imbas dari kematangan otak yang terjadi pada periode ini ialah kemampuan penglihatan yang membaik dan anak bisa memusatkan perhatiannya lebih akurat. Untuk sanggup melaksanakan acara fisik yang menantang secara efektif, menyerupai memanjat, berlari, melempar, dan mempertahankan keseimbangan, anak harus bisa memakai penglihatannya dengan baik.

Meskipun kemampuan geraknya berkembang dengan pesat, anak juga menyebarkan kemampuan gerakan halus untuk menyebarkan kemampuan berguru dan pemahamannya. Pada periode ini, kemampuan anak mengendalikan tangan dan jari makin berkembang. Kemampuan ini memungkinkan anak memegang benda kecil dan mengendalikan tangannya pada acara makan, serta membawa benda-benda tanpa bantuan.

Memasuki masa usia prasekolah, anak makin memperlihatkan keterampilan fisik dan gerak yang ia kembangkan sebelumnya. Tantangan-tantangan acara kolaborasi fisik menyerupai melompat, kini sanggup dilakukannya dan ia makin berusaha biar sanggup melaksanakan acara yang lain. Tentu saja, sebelum ia bisa melaksanakan acara itu secara terampil, anak akan melalui banyak latihan. Tubuhnya pun menjadi lebih lincah dan berpengaruh dari sebelumnya. Akan terlihat perbedaan yang terang antara kemampuan gerakan bergairah dan gerakan halus anak usia batita dan usia prasekolah.

Perkembangan gerakan halus menjadi sangat penting pada usia prasekolah. Bukan hanya biar anak lebih mandiri, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan penyelesaian problem dan kemampuan belajar. Di usia ini, anak mulai berlatih untuk memakai jari tangannya dalam menulis. Keterampilan menulis akan menjadi penting. Dengan kematangan otot dan saraf-sarafnya, gerakan tangan dan kolaborasi penglihatan anak menjadi lebih baik. Pilihan penggunaan tangan yang menonjol, kanan atau kidal, biasanya akan terang terlihat pada ketika anak memulai sekolah.

Penelitian menunjukkan, penggunaan tangan yang menonjol berkaitan dengan penggalan otak. Jika anak lebih sering memakai tangan kanan, berarti penggalan otak kirinya yang mengendalikan seluruh bagain tubuh sebelah kanan. Sebaliknya, kalau penggunaan tangan kiri (kidal) yang lebih menonjol, maka penggalan otak kanannyalah yang mengendalikan seluruh bab tubuh sebelah kiri. Oleh alasannya itu, ibu dan ayah tidak perlu mengubah pilihan penggunaan tangan yang dilakukan oleh anak, kanan atau kidal sama saja. Justru kalau ibu dan ayah berusaha memindahkan penggunaan tangan yang menonjol ini, penelitian menunjukan ada kemungkinan terjadi keterlambatan bicara pada anak.

Melatih motorik anak usia 2-3 tahun


Sebagai hasil dari proses fisik yang berkembang, kematangan otot dan sarafnya, anak membuat perubahan besar pada keterampilan geraknya, menyerupai melompat, berlari, memanjat, dan mempertahankan keseimbangan. Anak terlihat lebih bersemangat dalam mengikuti acara fisik.

Pada periode ini, anak sudah mengenal sejauh mana kemampuannya, apa yang sudah bisa dan belum dilakukannya. Ia pun menjadi lebih berdikari dengan tidak perlu meminta santunan kepada ibu dan ayah untuk mengambil atau meletakkan mainannya. Anak juga sudah bisa memakai sendok dan garpu dengan cukup baik, bahkan mungkin ia mulai berlatih mengenakan dan melepas pakaiannya sendiri.

Melatih motorik anak usia 3-4 tahun


Keterampilan gerak anak menjadi lebih rumit dan terkendali. Ia bisa memakai dua area perkembangan sekaligus sehingga kegiatannya pun menjadi lebih bervariasi. Bahkan, di usia ini anak mulai berlajar merencanakan taktik tertentu untuk mencapai tujuannya. Anak makin percaya diri dengan kemampuan yang ia miliki. Ia mengetahui kemampuan keseimbangannya, kerja sama, dan kekuatan ototnya. Dengan pengetahuannya ini ia lebih tertantang dalam melaksanakan acara fisik.

Bentuk permainan dan mainan untuk anak usia ini menjadi sangat bervariasi. Ia sanggup bermain bongkar pasang yang lebih rumit, memakai pensil dan krayon sebagai alat permainan. Anak ingin mencoba apa saja yang membuatnya merasa tertantang. Ia pun bahagia bermain dengan anak lain.

Masa ini ialah masa yang menyenangkan bagi perkembangan anak. Ia sudah lebih berdikari dan bisa melaksanakan hampir semua acara yang bisa dilakukan orang dewasa. Keinginannya untuk mencoba banyak hal pun menjadi sangat menarik sebagai sarana perangsangan. Tetaplah mendampingi anak dalam melaksanakan semua kegiatannya. Tetaplah bersikap menyenangkan dan santai sehingga anak pun merasa nyaman dan mau mencoba aneka macam hal gres yang belum dikuasainya. Tak lupa, beri kesempatan pada anak untuk beristirahat atau bermain sendiri. Bila ia merasa segar dan santai, anak sanggup dengan nyaman melatih keterampilannya untuk menjadi lebih baik.

Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:

Buku Panduan Perkembangan Motorik Kasar dan Halus Pada Anak Usia 2-4 Tahun

Demikian dari kami, semoga bisa mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...

Referensi: http://paudjateng.xahzgs.com