Sunday, 3 February 2019

Jadi Cendekia Kumpulan Teladan Format Manajemen Dan Panduan Kerja Kepala Sekolah / Madrasah


Kumpulan Contoh Format Administrasi dan Panduan Kerja Kepala Sekolah / Madrasah. Penerapan standar nasional pendidikan merupakan serangkaian proses untuk memenuhi tuntutan mutu pendidikan nasional. Pelaksanaannya diatur secara bertahap, terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Dalam proses pemenuhan standar tersebut dibutuhkan sejumlah indikator pencapai an untuk mempermudah dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. Dan kegiatan operasional pendidikan berada di tingkat satuan pendidikan (sekolah) dalam upaya menghasilkan lulusan yang bermutu.

Sekolah dipimpin oleh kepala sekolah yang mempunyai kiprah strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Kepala Sekolah sebagai pemimpin harus mampu: 1) mendorong timbulnya kemauan yang berpengaruh dengan penuh semangat dan percaya diri kepada para guru, staf dan akseptor didik dalam melaksanakan kiprah nya masing-masing; 2) m emberikan bimbingan dan mengarahkan para guru, staf dan para akseptor didik , serta menunjukkan dorongan, memacu dan bangkit di depan demi kemajuan dan menunjukkan pandangan gres dalam mencapai tujuan.

Untuk sanggup melaksanakan fungsinya tersebut di atas, Kepala Sekolah harus:

  1. memiliki taktik yang sempurna untuk meningkatkan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan di sekolahnya;
  2. memiliki taktik yang sempurna untuk memberdayakan pendidik dan tenaga kependidikan melalui kolaborasi atau kooperatif, memberi kesempatan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kemampuan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan dalam aneka macam kegiatan yang menunjang tujuan sekolah;
  3. memiliki relasi sangat akrab dengan aneka macam pihak yang terkait dengan upaya peningkatan mutu sekolah dan mendukung keterlaksanaan seluruh aktivitas sekolah dan produktivitas sekolah;
  4. melakukan pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga pendidikan;
  5. mampu menunjukkan petunjuk dan pengarahan, meningkatkan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasikan kiprah secara proporsional;
  6. memiliki taktik yang sempurna untuk menjalin relasi yang serasi dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, menunjukkan teladan kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah, dan menyebarkan model -model pembelajaran yang in ovatif;
  7. memiliki taktik yang sempurna untuk menunjukkan motivasi kepada para pendidik dan tenaga kependidikan dalam melakuk an aneka macam kiprah dan fungsinya; dan
  8. menjadi figur teladan yang sanggup dijadikan pola dan teladan bagi pendidik dan tenaga kep endidikan maupun akseptor didik;


Pelaksanaan kiprah pokok kepala sekolah harus sanggup diukur melalui evaluasi kinerja kepala sekolah. Penilaian kinerja sebagaimana dimaksud meliputi:

  1. usaha pengembangan sekolah yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah;
  2. peningkatan kualitas sekolah menurut 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan selama di bawah kepemimpinan yang bersangkutan;
  3. perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut pengawasan pembelajaran yang dilakukan kepala sekolah dalam upaya training dan bimbingan kepada guru;
  4. usaha pengembangan profesi onalisme sebagai kepala sekolah.

Untuk melaksanakan kiprah pokoknya secara efektif dan efisien, kepala sekolah memerlukan panduan kerja. Panduan kerja kepala sekolah ini menunjukkan rambu -rambu kepada kepala sekolah dalam melaksanakan kiprah pokoknya dan mempermudah kepala sekolah dalam mempersiapkan training dan evaluasi yang dilakukan oleh pengawas sekolah dan dinas pendidikan. Berdasarkan uraian di atas, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah, menunjukkan perhatian terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui penerbitan Panduan Kerja Kepala Sekolah

Isi Contoh Format Lengkap Administrasi Kerja Kepala Sekolah / Madrasah


  1. Langkah Operasional Penyusunan Visi Misi dan Tujuan Sekolah
  2. Langkah Operasional Pengembangan Struktur Organisasi Sekolah
  3. Langkah Operasional Penyusunan EDS
  4. Instrumen EDS
  5. Menu Lembar Kerja Evaluasi Diri Sekolah
  6. Tampilan di aktivitas excel Instrumen Rekomendasi TPS
  7. Penyusunan Rencana Jangka Menengah
  8. Sistematika Dokumen RKJM
  9. Format Komponen Prioritas
  10. Penyusunan Rencana Kerja Tahunan
  11. Sistematika Dokumen RKT
  12. Format RKAS
  13. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan
  14. Sistematika dokumen KTSP
  15. Langkah Operasional Penerapan Kepemimpinan
  16. Langkah Operasional Penerapan Kewirausahaan
  17. Penyusunan Perencanaan Supervisi Akademik
  18. Penyusunan Perencanaan Supervisi Akademik
  19. Penyusunan Perencanaan Supervisi Akademik
  20. Langkah Operasional Pengembangan Diri
  21. Langkah Operasional Pengembangan Publikasi Ilmiah
  22. Langkah Operasional Pengembangan Karya Inovatif
  23. Visi, Misi , dan Tujuan
  24. Contoh Struktur Organisasi Sekolah
  25. Contoh Uraian Jabatan, Uraian Tugas , dan Wewenang/ Tanggung Jawab
  26. Contoh Hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
  27. Contoh Format Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)
  28. Contoh Analisis SWOT Kesiswaan
  29. Analisis SWOT Bidang Kurikulum dan Pembelajaran
  30. Analisis SWOT Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  31. Analisis SWOT Bidang Sarana Prasarana
  32. Analisis SWOT Bidang Budaya Sekolah dan Kemitraan
  33. Analisis Situasi Internal (Kekuatan dan Kelemahan)
  34. Analisis Situasi Eksternal (Peluang dan Ancaman)
  35. Contoh Analisis Kesenjangan
  36. Analisis Kondisi Nyata Sekolah
  37. Analisis Standar Nasional Pendidikan
  38. Analisis Standar Isi
  39. Analisis Standar Kompetensi Lulusan
  40. SKL Satuan Pendidikan
  41. SKL Kelompok Matapelajaran
  42. Contoh Pemetaan Keterlaksanaan Analisis Standar Kompetensi Lulusan
  43. Analisis Standar Proses
  44. Analisis Standar Penilaian
  45. Analisis Standar Pengelolaan
  46. Contoh Analisis Kepemimpinan Sekolah
  47. Contoh Analisis Standar Sarana Prasarana
  48. Analisis Kondisi Satuan Pendidikan
  49. Analisis Kondisi Lingkungan Satuan Pendidikan
  50. Contoh Format Rencana Kerja Sekolah (RKJM)
  51. Contoh Sistematika Tingkat Satuan Pendidikan
  52. Contoh Kalender Pendidikan
  53. Contoh Peraturan Sekolah
  54. Kode Etik Guru Indonesia
  55. Contoh Sistematika Program Kesiswaan
  56. Contoh Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  57. Contoh Analisis Kebutuhan Tenaga Kependidikan
  58. Sistematika Program Sarana Prasarana
  59. Sistematika Program Budaya dan Suasan a Pembelajaran Sekolah
  60. Format Naskah Perjanjian Kerja sama Program Pemberdayaan
  61. Sistematika Program Persiapan Akreditasi
  62. Sistematika Program Sistem gosip Manajemen
  63. Instrumen Penilaian Kinerja Guru
  64. Contoh Jurnal Sekolah
  65. Contoh Format Evaluasi Keterlaksanaan Program
  66. Contoh Format Sistem Administrasi Sekolah
  67. Contoh Format Jadwal Kegiatan Sekolah
  68. Contoh Format Perhitungan Hari Sekolah dan Libur Sekolah
  69. Contoh Format Perhitungan Kalender Pendidikan
  70. Contoh Format Daftar Keadaan Siswa
  71. Contoh Format Laporan Kenaikan Tingkat/Keluar/Lulus
  72. Contoh Format Daftar Keadaan Siswa Menurut Tingkat
  73. Contoh Format Buku Catatan Penilaian Pegawai Negeri Sipil
  74. Contoh Lembar Pen gantar Surat Rutin
  75. Contoh Kartu Kendali
  76. Contoh Lembar Pengantar Surat Rahasia
  77. Sistematika Program Pengawasan/Pengelolaan Akademik
  78. Teknik Pemantauan Pengelolaan Akademik
  79. Rencana Jadwal Supervisi Akademik
  80. Format Penelaahan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
  81. Instrumen Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran
  82. Format Rencana Tindak Lanjut Supervisi Akademik
  83. Diagram Alur Strategi Kegiatan Kerja Pengembangan Sekolah
  84. Diagram EDS dengan skala prioritas
  85. Diagram Pola Pikir Peningkatan Mutu 8 SNP
  86. Diagram Alur Prosedur Kerja P enyusunan KTSP
  87. Diagram Kepemimpinan Pembelajaran

Download Kumpulan Contoh Format Administrasi dan Panduan Kerja Kepala Sekolah / Madrasah


Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:
Download

Demikian dari kami wacana Kumpulan Contoh Format Administrasi dan Panduan Kerja Kepala Sekolah / Madrasah, agar bermanfaat. Amin...

Jadi Berakal Langkah Strategis Pengembangan Sekolah Dan Kiprah Pokok Kepala Sekolah


Langkah Strategis Pengembangan Sekolah dan Tugas Pokok Kepala Sekolah. Peran strategis kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Maka kepala sekolah sebagai pemimpin harus mampu: mendorong timbulnya kemauan yang berpengaruh dengan penuh semangat dan percaya diri kepada para guru, staf dan akseptor didik dalam melaksanakan kiprah nya masing-masing; dan menawarkan bimbingan dan mengarahkan para guru, staf dan para akseptor didik, serta menawarkan dorongan, memacu dan bangun di depan demi kemajuan dan menawarkan pandangan gres dalam mencapai tujuan.

Tugas pokok kepala sekolah dalam perjuangan menyebarkan sekolah, yaitu bagaimana upaya kepala sekolah dalam menyusun dan atau menyempurnakan visi, misi dan tujuan sekolah; menyusun struktur organi sasi sekolah; menyusun planning kerja jangka menengah (RKJM) dan planning kerja tahunan (RKT); menyusun peraturan sek olah ; dan mengembangk an sistem info manajemen.

Kepala sekolah dalam menyebarkan sekolah sanggup memakai alur seni administrasi sekolah dalam menyebarkan sekolah, ialah:

  1. Melakukan analisis lingkungan strategis dengan memakai metode analisis dengan membandingkan antara kondisi pendid ikan ketika di sekolah dan pendidikan yang diharapkan (kondisi ideal). Sekolah sanggup memakai metode analisis menyerupai SWOT, Evaluasi Diri Sekolah (EDS) atau metode lain.
  2. Menggunakan indikator Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang akan dianalisis.
  3. Menemukan kesenjangan antara kondisi nyata dan kondisi ideal yang diharapkan. Kesenjangan pada setiap indikator akan menjadi materi acuan untuk seni administrasi perencanaan aktivitas pendidikan di sekolah.
  4. Mengelompokkan program-program sekolah yang t erdeteksi dari kesenjangan menurut skala prioritas.
  5. Menuangkan skala prioritas ke dalam planning kerja jangka menengah (RKJM).
  6. Menguraikan RKJM secara operasional ke dalam planning kerja tahunan (RKT).
  7. Melengkapi RKT dengan pembiayaan sehingga menjadi planning kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS).
  8. Melakukan pemonitoran untuk mengetahui sejauh mana ketercapaian tujuan dan hasil dari aneka macam yang direncanakan sekolah dan penilaian berupa pemantauan, pengawasan dan evaluasi. Hasilnya sanggup dijadikan sebagai acuan menindaklanjuti aktivitas selanjutnya.

a. Analisis Lingkungan Strategis


Analisis lingkungan strategis sanggup dilakukan sekolah dengan aneka macam strategi, di antaranya penilaian diri sekolah (EDS), analisis SWOT, analisis konteks menyerupai pada gambar diatas.

b. Evaluasi Diri Sekolah


Evaluasi diri sekolah (EDS) yakni proses penilaian bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan pendidikan untuk melihat kinerja sekolah menurut standar pelayanan minimal ( SPM ) dan standar nasional pendidikan ( SNP ) . Hasilnya dipakai sebagai dasar penyusunan RKS dan sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingkat kabupaten/kota dan pemangku kepentingan lainnya. EDS merupakan bab dari pemetaan mutu sekolah. Peta mutu ini menawarkan data awal pencapaian standar SPM atau SNP. Tujuan pelaksanaan EDS untuk 1) menilai kinerja sekolah menurut SPM dan SNP, mengetahui tahapan pengembangan dalam pencapaian SPM dan SNP sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan; dan 2) menyusun planning pengembangan sekolah (RPS) atau planning kegiatan sekolah (RKS) sesuai kebutuhan nyata menuju ketercapaian implementasi SPM dan SNP.

c. Langkah Operasional dalam Melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah


Langkah -langkah operasional yang dilakukan kepala sekolah dalam melaksanakan Evaluasi Diri Sekolah (EDS).

  1. Membentuk Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang terdiri atas unsur Kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi, Komite Sekolah, Orang Tua dan para pemangku kepentingan pendidikan lainnya.
  2. Membagi kiprah TPS sesuai dengan bidangnya.
  3. TPS memahami instrumen EDS baik manual maupun digital.
  4. TPS melaksanakan analisis menurut instrumen.
  5. TPS menciptakan rekomendasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) menurut hasil pengisian instrumen EDS.

d. Penggunaan Instrumen EDS


Instrumen EDS yang dipakai dalam pembelajaran ini diberikan dalam bentuk excel. Instrumen ini telah dikonstruksi sedemikian rupa biar sekolah atau Tim Pengembang Sekolah (TPS) sanggup menggunakannya dengan mudah. Data yang sanggup dijaring melalui instrumen ini mencakup data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualitatif berupa angka 3, 2, dan 1. Angka tersebut memperlihatkan level atau gradasi pencapaian sekolah terhadap masing-masing indikator sesuai dengan keterpenuhan kriteria.

e. Mengidentifikasi Bukti Fisik


Bukti fisik dipakai sebagai pola dalam menetapkan terpenuhi tidaknya suatu kriteria. Instrumen ini dilengkapi dengan manual (petunjuk) yang berisi keterangan bukti fisik yang diharapkan dari setiap kriteria biar TPS mempunyai persepsi yang sama. Bukti fisik juga berfungsi sebagai sumber informasi, contohnya catatan kajian, hasil observasi, dan hasil wawancara / konsultasi dengan komite, orangtua, guru-guru, akseptor didik , dan lain - lain.

Bukti fisik pada umumnya dalam bentuk dokumen tertulis dan beberapa artefak lain yang sejenis, contohnya bagan, produk keterampilan dan sebagainya. Berbagai jenis bukti fisik sanggup juga dipakai sebagai bukti tahapan pengembangan tertentu. Informasi yang dikumpulkan menurut bukti fisik tersebut sanggup diverifikasi melalui proses triangulasi sehingga bab penting dari proses pengisian instrumen EDS yakni keakuratan data yang berbasis bukti fisik. Artinya, TPS harus benar-benar berpedoman pada kejujuran, ketepatan analisis dan ketersediaan bukti fisik dalam menetapkan status terpenuhi tidaknya suatu
kriteria.

f. Merumuskan rekomendasi


TPS merumuskan rekomendasi menurut kriteria dan indikator EDS. Rekomendasi merupakan kunci pokok dari proses EDS alasannya yakni rekomendasi itulah yang menjadi titik temu antara kondisi faktual dan kondisi yang diharapkan. Instrumen EDS memuat 2 bab rekomendasi yaitu alternatif rekomendasi dan rekomendasi TPS. Alternatif rekomendasi disediakan oleh sistem aplikasi namun rekomendasi tersebut masih bersifat umum. Berdasarkan alternatif rekomendasi tersebut, TPS merumuskan rekomendasi yang lebih spesifik dan operasional sesuai dengan kondisi sekolahnya. Dengan demikian rekomendasi ialah dasar untuk planning pengembangan sekolah (RPS).

Jadi Cerdik Kumpulan Buku Tematik Kurikulum 2013 Sd Mi Kelas 1 2 3 4 5 6 Revisi Terbaru


Kumpulan Buku Tematik Kurikulum 2013 SD MI Kelas 1 2 3 4 5 6 Revisi Terbaru. Selamat berjumpa kemabali dengan kami admin blog kesayangan anda, mohon maaf beberapa hari terakhir ini kami masih offline sebab suatu hal, dan alhamdulillah kini dapat online lagi untuk dapat menyapa para pembaca setia sekaligus menyimpulkan beberapa artikel sebelumnya wacana buku tematik SD MI kurikulum 2013 revisi 2017 semester 1 dan 2 untuk semua kelas 1 2 3 4 5 dan 6. Kami simpulkan untuk mempermudah para guru dan pihak sekolah / madrasah untuk mendownload buku tematik tersebut.

Buku tematik kali ini untuk semester 1 kelas 1 2 4 dan 5 termasuk tematik pai dan kebijaksanaan pekerti, sedangkan untuk semester 2 lengkap semua kelas 1-6. Kaprikornus untuk semester 1 masih ada kekurangan yaitu kelas 3 dan 6 sebab kami belum punya. Dan Insya Allah jikalau tidak lupa akan kami update untuk kelas 3 dan 5 semester 1.

Download kumpulan buku tematik SD MI kelas 1-6 kurikulum 2013 revisi 2017


Selengkapnya dapat anda download pada link dibawah ini:

Tematik pai kelas 1 semester 1
Tematik kelas 2 semester 1
Tematik kelas 4 semester 1
Tematik kelas 5 semester 1
Tematik kelas 1 semester 2
Tematik kelas 2 semester 2
Tematik kelas 3 semester 2
Tematik kelas 4 semester 2
Tematik kelas 5 semester 2
Tematik kelas 6 semester 2

Demikian dari kami wacana Kumpulan Buku Tematik Kurikulum 2013 SD MI Kelas 1 2 3 4 5 6 Revisi Terbaru, biar bermanfaat...

Saturday, 2 February 2019

Jadi Arif Etika Guru Madrasah Diniyah Terhadap Diri Sendiri, Penerima Didik, Dalam Pembelajaran


Etika Guru Madrasah Diniyah Terhadap Diri Sendiri, Peserta Didik, Dalam Pembelajaran. Guru madrasah harus bisa dipegang ucapannya dan ditiru sikap dan perilakunya. Maka guru madrasah harus berakhlak tinggi. Karena itu dalam segala situasi dan kondisi senantiasa menerapkan etika yang baik yang mencakup etika terhadap diri sendiri, etika terhadap siswa / penerima didik, dan etika dalam proses pembelajaran.

Guru harus bisa memperlihatkan rujukan teladan yang baik terhadap semua orang tanpa terkecuali. Sehubungan dengan itu maka guru harus menjadi langsung yang profesional supaya tidak ada penyimpangan / hal yang tidak diinginkan. Berikut ini isyarat etik / etika guru madrasah:

Etika Guru Madrasah Terhadap Diri Sendiri, Siswa / Peserta Didik, dan Dalam Proses Pembelajaran


Etika Guru Madrasah Terhadap Diri Sendiri


  1. Selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, yaitu merasa selalu dipantau oleh Allah SWT dalam segala sikap dan tindakan, kapan dan dimana saja berada.
  2. Selalu merasa takut kepada Allah SWT dalam setiap gerakan, perkataan, dan perbuatannya alasannya ialah bahu-membahu seorang guru memiliki tanggung jawab atas apa yang ada pada dirinya dalam bentuk ilmu, hikmah, dan rasa takut kepada Allah SWT.
  3. Selalu memiliki rasa ketenangan jiwa
  4. Selalu bersikap waro’, berhati-hati dan waspada terhadap hal-hal yang tidak pantas dilakukan.
  5. Selalu bersikap rendah diri (tawadlu), tidak menganggap dirinya melebihi orang lain.
  6. Selalu khusyu’ kepada Allah SWT.
  7. Setiap urusannya hanya bergantung kepada Allah SWT.
  8. Ilmunya tidak dijadikan sarana untuk memperoleh kesenangan dunia semata menyerupai jabatan, harta, popularitas, dan ilmunya tidak untuk menyaingi ilmu orang lain.
  9. Seorang guru dihentikan mengagungkan orang yang sibuk dengan urusan dunia saja.
  10. Mempunyai hari yang tidak bergantung pada duniawi.
  11. Menghindari diri dari pekerjaan yang tidak layak (hina) berdasarkan pandangan orang banyak dan syariat islam.
  12. Menghindari dan menjauhkan diri dari tempat-tempat yang dianggap jelek (tempat maksiat), jikalau memang terpaksa alasannya ialah ada keperluan hendaknya memberitahukan orang lain untuk menyaksikan ihwal alasan dan keperluannya.
  13. Menjaga tegaknya syiar islam menyerupai shalat berjamaah di masjid, menebarkan salam kepada semua orang, menegakkan amar makruf nahi munkar, serta sabar atas segala yang menyakiti hati.
  14. Menghidupkan sunnah-sunnah Rasul dan menghapus kasus yang bid’ah dengan cara yang baik secara syariat, adat, budaya dan tradisi.
  15. Menjaga amalan-amalan sunnah baik yang berupa perkataan atau perbuatan menyerupai membaca al-Quran dan lain-lain.
  16. Beradaptasi dengan masyarakat dengan etika yang mulia menyerupai berwajah ceria, murah senyum, memberi salam, menahan emosi, bersedekah, dan lain-lain.
  17. Suci lahir batin dari etika yang buruk, menhiasi diri dengan etika terpuji.
  18. Haus ilmu dan amal
  19. Tidak sungkan meminta pendapat orang lain yang lebih rendah sekalipun.

Etika Guru Madrasah Terhadap Siswa / Peserta Didik


  1. Seorang guru dalam memberikan proses berguru kepada siswa hendaknya dengan niat mencari ridla Allah SWT dan berbagi ilmu.
  2. Tidak ada alasan untuk tidak mengejar alasannya ialah belum adanya keikhlasan. Mengajarlah sekalipun belum ikhlas, sambil membenahi niat yang benar.
  3. Mencintai siswa menyerupai halnya seorang guru yang mengasihi diri sendiri.
  4. Memberi fasilitas dan pemahaman dalam memberikan bahan pelajaran.
  5. Bersungguh-sungguh dalam memberikan bahan pelajaran dengan semangat yang tinggi.
  6. Menegur siswa yang berguru di luar nalar dan kemampuan berpikirnya.
  7. Tidak boleh menonjolkan rasa pilih kasih, semua siswa diperlakukan sama.
  8. Membuat suasana serasi dalam ruang kelas, mengingatkan siswa yang tidak hadir dengan cara yang baik, dan menanyakan kondisi siswa tersebut.
  9. Memperhatikan apa saja yang dikerjakan siswa menyerupai cara mereka memberikan salam, berkomunikasi, berdiplomasi, berdiskusi dan  lainnya.
  10. Bersikap rendah diri terhadap seseorang yang meminta petunjuk.
  11. Berbicara dan berkomunikasi dengan baik dan halus menyerupai memanggil siswa dengan nama yang pantas sebagai pujian, ucapan selamat, memperlihatkan rasa besar hati dan semangat siswa.

Etika Guru Madrasah Dalam Proses Pembelajaran


  1. Apabila seorang guru hendak masuk kelas, hendaknya masuk dalam keadaan suci dari hadats dan kotoran, bersih, wangi, menggunakan pakaian yang pantas dilihat orang.
  2. Hendaknya guru madrasah meluruskan niat mengajar semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menyebarluaskan ilmu, memberi nafas kehidupan agama islam, memberikan hukum-hukum Allah yang diperintahkan untuk diterangkan, juga niat untuk menambah hazanah ilmu dengan transparant menjelaskan kebenaran, niat menebarkan salam dan mendoakan sesama muslim dan mendoakan para ulama shalihin.
  3. Keluar rumah menuju madrasah, hendaknya berdoa sebagaimana yang diajarkan Nabi SAW.
  4. Masuk kelas mengucapkan salam, tenang, rendah hati, konsentrasi mengajar, menjaga pandangan jangan hingga menimbulkan pandangan yang tidak ada artinya.
  5. Saat mengajar hendaknya tidak terlalu banyak bergurau, bercanda, banyak tertawa, alasannya ialah hal itu sanggup mengurangi kewibawaan seorang guru dan menghilangkan rasa hormat siswa kepada guru.
  6. Saat mengajar hendaknya tidak dalam keadaan lapar dan haus, susah, marah, ngantuk.
  7. Seorang guru mengambil posisi duduk yang strategis terang terlihat oleh siswa / penerima didik.
  8. Memberikan perhatian terhadap siswa / penerima didik yang menanyakan sesuatu dan menjawab dengan penuh keilmuan.
  9. Mengawali acara pembelajaran dengan membaca ayat-ayat al-Qur'an, dan mengakhiri dengan berdoa serta membaca surat al-Ashr.

Demikian dari kami ihwal Etika Guru Madrasah, supaya bisa memperlihatkan manfaat untuk kita semua. Amin...

Jadi Terpelajar Aplikasi Penyusunan Rkam Rkas Mi Mts Ma Terbaru 2018 Format Excel Tanpa Proteksi


Aplikasi Penyusunan RKAM MI MTs MA Terbaru 2018 Format Excel Tanpa Proteksi. Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah / Sekolah (RKAM / RKAS) termasuk manajemen anggaran keuangan madrasah / sekolah yang harus dibentuk sesudah menyusun RKM dan RKT (rencana kerja madrasah dan planning kerja tahunan) alasannya ialah RKAM harus dilampirkan kedalam dokumen RKM dan RKT.

Untuk menjamin keterlaksanaan Rencana Kerja Madrasah dan RKT beserta RKAM diperlukan data awal yang diperoleh dari Evaluasi Diri Madrasah (EDM) harus akurat, artinya EDM harus diisi menyerupai kondisi bekerjsama dan gunakan prinsip tidak ada dusta.

Rencana Kerja Madrasah (RKM) yang ditindaklanjuti Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM) yang didalamnya memuat Rencana Kerja Tahunan (RKT), gres tersusun untuk tahun pertama. Diharapkan sesudah masuk tahun kedua, Tim Pengembang Madrasah segera menyusun Rencana Kerja Tahunan dan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM) untuk tahun kedua.

Pengembangan tujuan Madrasah untuk empat tahun kedepan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolan, standar pembiayaan dan standar evaluasi perlu memadukan kondisi Madrasah awal tahun penyusun RKM dengan visi dan misi Madrasah .

Download Aplikasi Penyusunan RKAM MI MTs MA Format Excel Tanpa Proteksi Terbaru 2018


Selengkapnya dapat anda download pada link berikut ini:
Aplikasi Penyusunan RKAM MI MTs MA
Juknis Program RKM MI MTs MA

Demikian dari kami perihal Aplikasi Penyusunan RKAM MI MTs MA. Jika ada sheet atau kolom yang di proteksi, silahkan gunakan password: edm-rkm. biar bermanfaat...

Sumber:
Sosialisasi Penyusunan EDM RKM RKTM dan RKAM
Kementerian Agama Kab Pamekasan

Jadi Arif Format Layout Edm Rkm Dan Rktm Mi Mts Ma Format Word Terbaru


Download Contoh Format Layout EDM RKM dan RKTM MI MTs MA Format Word Terbaru. Evaluasi Diri Madrasah (EDM) merupakan prosedur penilaian internal yang dilakukan oleh kepala Madrasah bersama pendidik atau guru, komite Madrasah, orang tua, dengan proteksi pengawas. Hasil EDM dimanfaatkan sebagai materi untuk menyusun kegiatan pengembangan Madrasah lebih lanjut. EDM dilaksanakan oleh setiap Madrasah sebagai satu kebutuhan untuk meningkatkan kinerja dan mutu Madrasah secara berkelanjutan.

Laporan EDM disusun untuk menindaklanjuti hasil temuan yang didapatkan melalui instrumen Evaluasi Diri Madrasah dengan merujuk pada delapan SNP, yaitu Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan, dan Standar Penilaian.

EDM di tiap Madrasah menjadi tanggung jawab kepala Madrasah dan dilakukan oleh Tim Pengembang Madrasah (TPM) yang terdiri dari Kepala Madrasah, guru, Komite Madrasah, orang renta akseptor didik, dan pengawas serta tokoh agama setempat. Untuk selanjutnya akan disusun Rencana Kerja Madrasah (RKM)

RKM sangat bermanfaat bagi madrasah alasannya ialah sanggup dijadikan sebagai Pedoman kerja untuk perbaikan dan pengembangan Madrasah, Sarana untuk melaksanakan monitoring dan penilaian pelaksanaan pengembangan Madrasah, Bahan untuk mengajukan ajuan pendanaan pengembangan Madrasah.

Rencana Kerja Madrasah ini di susun secara strategis, realistis untuk jangka waktu 4 tahun, sehingga dibutuhkan sanggup dipakai sebagai teladan untuk mencapai tujuan dan cita–cita pemangku kepentingan di Madrasah dan mudah-mudahan dalam pelaksanaannya tidak ada aral yang berarti dan sanggup berjalan dengan baik sehingga sanggup mencapai sasaran yang kita harapkan bersama.

Selain Identitas Madrasah, Visi Misi Madrasah, Tujuan Madrasah. RKM juga memuat wacana Profil Madrasah Berdasarkan SNP (berisi kekuatan dan kelemahan madrasah) berupa: Standar Isi Standar, Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana Dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, Standar Penilaian, Program Kerja Madrasah, Jadwal Rencana Kerja Madrasah, Pengembangan dan Operasional / Rutin, Sumber Pendanaan, dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM)

Setelah disusunnya Rencan Kerja Madrasah untuk empat tahun ke depan tahun pelajaran, maka perlu di rinci lagi kegiatan apa saja dalam setiap tahunnya dan berapa dana yang dibutuhkan. Dengan demikian, madrasah sanggup mempersiapkan diri untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut sekaligus memastikan sumber pendanaanya.

RKTM ini memuat pendahuluan, Rencana Kerja Tahunan Madrasah (Sasaran, Program, Indikator Keberhasilan, Kegiatan, Penanggungjawab dan Jadwal kegiatan), Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM) dan penutup.

Download Contoh Format Layout EDM RKM dan RKTM MI MTs MA Format Word Terbaru


EDM RKM dan RKTM MI MTs MA
Tabel Analisis Profil

Demikian dari kami wacana Format Layout EDM RKM dan RKTM MI MTs MA, biar bermanfaat...

Sumber:
Sosialisasi Penyusunan EDM RKM RKTM dan RKAM
Kementerian Agama Kab Pamekasan

Jadi Bakir Tujuan Dan Manfaat Menyusun Edm Rkm Dan Rktm / Eds Rks Rkts


Tujuan dan Manfaat Menyusun EDM RKM dan RKTM / EDS RKS RKTS. Hai pembaca yang budiman, bahagia bisa menyapa anda kembali di blog kami ini. Kali ini kita akan mengulas ihwal manfaat dan tujuan EDM (evaluasi diri madrasah), RKM (rencana kerja madrasah), dan RKTM (rencana kerja tahunan madrasah). Awalnya ingin kami pisah satu persatu dalam artikel yang berbeda, namun tampaknya akan jauh lebih baik disatukan saja tujuan dan manfaat dari ketiganya (EDM, RKM dan RKTM) sebab masih saling berkaitan dalam penyusunannya.

Sebelum menyusun RKM, maka EDM harus terlebih dahulu dibentuk / disusun, dalam RKM juga memuat RKAM (rencana kegiatan dan anggaran madrasah) yang dibentuk selama kurun waktu 4 tahun. Sedangkan RKTM merupakan rincian dari RKM yang dibentuk dalam 1 tahun, adanya RKTM sangat dibutuhkan sebab dari planning 4 tahun dirinci menjadi 1 tahun saja sehingga bisa diketahui mana yang lebih didahulukan. Yuk kita bahas satu persatu ihwal tujuan dan manfaat dari EDM, RKM, dan RKTM berikut ini:

Evaluasi Diri Madrasah (EDM)


Evaluasi Diri Madrasah (EDM) merupakan prosedur penilaian internal yang dilakukan oleh kepala Madrasah bersama pendidik atau guru, komite Madrasah, orang tua, dengan pertolongan pengawas. Hasil EDM dimanfaatkan sebagai materi untuk menyusun aktivitas pengembangan Madrasah lebih lanjut. EDM dilaksanakan oleh setiap Madrasah sebagai satu kebutuhan untuk meningkatkan kinerja dan mutu Madrasah secara berkelanjutan.

Laporan EDM disusun untuk menindaklanjuti hasil temuan yang didapatkan melalui instrumen Evaluasi Diri Madrasah dengan merujuk pada delapan SNP, yaitu Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pembiayaan, Standar Pengelolaan, dan Standar Penilaian.

EDM yaitu proses yang mengikutsertakan semua pemangku kepentingan untuk melihat kembali jati diri, kekuatan, kelemahan, tantangan dan apa yang harus diprioritaskan madrasah. EDM di tiap Madrasah menjadi tanggung jawab kepala Madrasah dan dilakukan oleh Tim Pengembang Madrasah (TPM) yang terdiri dari Kepala Madrasah, guru, Komite Madrasah, orang renta penerima didik, dan pengawas serta tokoh agama setempat.

Tujuan EDM (evaluasi diri madrasah)


  1. Madrasah bisa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya sebagai dasar penyusunan planning pengembangan lebih lanjut.
  2. Madrasah bisa mengenal peluang untuk memperbaiki mutu pendidikan, menilai keberhasilan upaya peningkatan, dan melaksanakan pembiasaan program-program yang ada.
  3. Madrasah bisa mengetahui tantangan yang dihadapi dan mendiagnosis jenis kebutuhan yang diharapkan untuk perbaikan.
  4. Madrasah sanggup menyediakan laporan resmi kepada para pemangku kepentingan ihwal kemajuan dan hasil yang dicapai.

RKM dan RKTM (rencana kerja madrasah dan planning kerja tahunan madrasah)


Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Madrasah bahwasanya merupakan balasan dari semakin kompleksnya permasalahan yang dihadapi oleh Madrasah sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan di Madrasah.

Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat tersebut, madrasah diharapkan mempunyai alternatif kebijakan / langkah yang sanggup diterima oleh masyarakat. Segala potensi yang ada di Madrasah dioptimalkan semoga menjadi madrasah yang berprestasi, berdisiplin, berbudaya, dilandasi kepercayaan dan taqwa.

Untuk mewujudkan tujuan di atas perlu dilaksanakan banyak sekali macam kegiatan yang antara lain:

  1. Pemantapan pelaksanaan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan orang renta murid.
  2. Peningkatan jumlah jenis dan mutu layanan sebagai peningkatan dan pemerataan pelayanan pendidikan.
  3. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan sebagai perjuangan pelayanan pendidikan yang merata.
  4. Peningkatan mutu pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran dan hasil penilaian berguru (output) serta sanggup bersaing dengan satuan pendidikan lainnya pada jenjang pendidikan selanjutnya (outcome)

Kegiatan-kegiatan tersebut di atas harus ditunjang dengan pelayanan manajemen Madrasah yang terencana, teratur, terarah, dan berkesinambungan yang dituangkan dalam bentuk planning kerja Madrasah (RKM).

Rencana kerja Madrasah ini dimaksudkan semoga sanggup dipergunakan sebagai kerangka teladan oleh Kepala Madrasah dalam mengambil kebijakan dan sebagai pedoman dalam pengelolaan madrasah.

Tujuan menyusun RKM (rencana kerja madrasah)


Secara umum tujuan Penyusunan RKM antara lain :

  1. Mengetahui semua potensi Madrasah yang ada untuk sanggup diolah dan dikembangkan
  2. Sebagai pedoman operasional dalam mengelola Madrasah selama satu tahun pelajaran dan tahun – tahun berikutnya.
  3. Sebagai tolok ukur keberhasilan / ketidak berhasilan dalam mengelola Madrasah selama satu tahun pelajaran.
  4. Mengetahui permasalahan – permasalahan yang timbul di Madrasah yang kemudian menjadi hambatan, peluang atau bahaya pengembangan Madrasah

Secara khusus semoga para pelaksana pendidikan dapat::

  1. Melaksanakan kiprah secara tertib, berdaya guna dan terarah.
  2. Melaksanakan manajemen pendidikan secara rapi dan teratur
  3. Melaksanakan kegiatan berguru mengajar sesuai dengan kalender pendidikan dan kelender kegiatan Madrasah dengan hasil yang lebih optimal.

Manfaat menyusun RKM (rencana kerja madrasah)


RKM sangat bermanfaat bagi madrasah sebab sanggup dijadikan sebagai :

  1. Pedoman kerja untuk perbaikan dan pengembangan Madrasah.
  2. Sarana untuk melaksanakan monitoring dan penilaian pelaksanaan pengembangan Madrasah.
  3. Bahan untuk mengajukan usulan pendanaan pengembangan Madrasah.

Tujuan menyusun RKTM (rencana kerja tahunan madrasah)


Pada dasarnya tujuan penyusunan RKTM ini adalah

  1. Membantu Madrasah dalam membelanjakan anggaran secara bijaksana untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam satu tahun.
  2. Membantu Madrasah dalam merespon tuntutan partisipasi masyarakat, dan
  3. Membantu Madrasah dalam meningkatkan keterbukaan dan akuntabilitas.

Manfaat menyusun RKTM (rencana kerja tahunan madrasah)


Manfaat RKTM ini sanggup diuraikan sebagai berikut:

  1. Sebagai teladan bagi Madrasah untuk mencapai target-target peningkatan kualitas pendidikan yang akan dicapai dalam jangka pendek,
  2. Dapat dipakai sebagai panduan bagi Madrasah dalam memanfaatkan subsidi baik subsidi dari pemerintah maupun dari non pemerintah,
  3. Sebagai sumber wangsit bagi seluruh warga Madrasah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran, dan
  4. Sebagai tolak ukur bagi keberhasilan implementasi banyak sekali aktivitas peningkatan mutu pendidikan di Madrasah.

Demikian dari kami ihwal Tujuan dan Manfaat Menyusun EDM RKM dan RKTM, semoga sanggup memperlihatkan manfaat untuk kita semua. Amin...