Showing posts sorted by relevance for query download-panduan-model-dan-contoh. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query download-panduan-model-dan-contoh. Sort by date Show all posts

Monday, 2 December 2019

Lebih Cendekia Download Panduan Juknis Pertolongan Pemerintah Sekolah Model Pmp Tahun 2017

Sahabat Edukasi yang berbahagia... Berdasarkan pada buku Panduan Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan Tahun 2017 bahwasannya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah mempunyai kiprah dan fungsi untuk mengawal penjaminan mutu pendidikan bersama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP).

LPMP melaksanakan kegiatan pengembangan sekolah model penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah yang pembiayaannya dialokasikan melalui DIPA LPMP. Salah satu bentuk kegiatan pengembangan sekolah model yakni kegiatan pendampingan Sistem Penjaminan Mutu Internal. Pemerintah menunjukkan dana dukungan pendampingan dalam rangka mendukung pelaksanaan pendampingan. Untuk membantu LPMP dalam menjamin pemberian atau penyaluran dukungan tersebut sempurna waktu, sempurna sasaran, sempurna jumlah, sempurna penerimaan serta sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan maka disusun Panduan Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan.

Panduan Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan melalui DIPA LPMP ini sanggup dipakai sebagai teladan oleh LPMP dalam menyusun Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan sesuai dengan DIPA LPMP biar nantinya sanggup dijadikan panduan oleh Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kab/Kota dan sekolah model dalam melaksanakan kegiatan pendampingan sistem penjaminan mutu internal melalui DIPA LPMP.

Panduan Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan ini biar sanggup dijadikan sebagai teladan bagi pengelola dan pelaksana kegiatan dukungan pemerintah melalui DIPA LPMP baik di tingkat sentra maupun di tingkat daerah, dan dibutuhkan pelaksanaan acara ini sanggup berjalan secara efisien, efektif, transparan, dan akuntabel.

Sistem penjaminan mutu yang berjalan di dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen dalam satuan pendidikan disebut sebagai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). SPMI meliputi seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan dengan memanfaatkan aneka macam sumberdaya untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Sistem penjaminan mutu ini dievaluasi dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh satuan pendidikan dan juga ditetapkan oleh satuan pendidikan untuk dituangkan dalam pedoman pengelolaan satuan pendidikan serta disosialisasikan kepada pemangku kepentingan satuan pendidikan. Agar pelaksanaan SPMI sanggup dilakukan oleh seluruh satuan pendidikan dengan optimal, dikembangkan satuan pendidikan yang akan menjadi model penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri, yang selanjutnya disebut sekolah model, sebagai citra eksklusif kepada satuan pendidikan lain yang akan menerapkan penjaminan mutu pendidikan sehingga terjadi pola pengimbasan pelaksanaan penjaminan mutu hingga ke seluruh satuan pendidikan di Indonesia.

Maksud dari pengembangan sekolah model dan pengimbasannya yakni meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan serta membuat budaya mutu pendidikan di satuan pendidikan. Sekolah model dibutuhkan menjadi percontohan sekolah berbasis SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara berdikari dan melaksanakan pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah lain hingga seluruh sekolah bisa menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara berdikari pada tahun 2019.

Untuk mencapai hal tersebut, secara sedikit demi sedikit pemerintah telah menjalankan acara dan kegiatan pengembangan sekolah model melalui penyiapan fasilitator pengembangan sekolah model, workshop/pelatihan sistem penjaminan mutu internal untuk sekolah model, pendampingan sekolah model dan pengimbasan serta monitoring dan penilaian sekolah model.

Kegiatan pendampingan dilakukan untuk menguatkan dan membina sekolah model biar sanggup mengimplementasikan SPMI, media pengimbasan SPMI bagi sekolah efek serta untuk membantu mengatasi aneka macam hambatan yang muncul pada ketika pelaksanaan SPMI di sekolah model. Pendamping sekolah model merupakan fasilitator kawasan yang sebelumnya telah dibekali oleh LPMP. Agar pelaksanaan pendampingan di sekolah sanggup dilaksanakan optimal sesuai dengan tujuan pendampingan perlu didukung oleh dukungan pemerintah dalam bentuk pembiayaan pendampingan pada tingkat sekolah. Jumlah sekolah model yang mendapat dukungan pemerintah menyesuaikan kapasitas DIPA LPMP masing-masing. Mengingat kapasitas DIPA LPMP yang berbeda-beda dalam pemberiaan pembiayaan pendampingan maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyusun Panduan Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan. Panduan ini sanggup dipakai sebagai teladan oleh LPMP dalam menyusun Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan sesuai dengan DIPA LPMP sehingga sekolah model sanggup merealisasikan dukungan pemerintah melalui DIPA LPMP dalam melaksanakan kegiatan pendampingan SPMI.

Tujuan

Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model secara umum dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal pada sekolah model. Secara khusus, Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model bertujuan memfasilitasi pelaksanaan pendampingan Sistem Penjaminan Mutu Internal pada sekolah model, dengan lingkup yang dicantumkan pada panduan ini.

Pengertian

1.   Pendampingan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal yakni proses penguatan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal yang diberikan oleh fasilitator daerah/pendamping kepada pengawas, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lain, orang tua/komite sekolah dan pemangku kepentingan di dalam maupun luar sekolah model.
2.   Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model yakni dukungan yang diberikan pemerintah yang dipakai sebagai stimulus dalam menyelenggarakan pelaksanaan acara pengembangan sekolah model melingkupi acara pendampingan pelaksanaan SPMI di sekolah model dan pengimbasan SPMI oleh sekolah model kepada sekolah efek yang bersumber dari dana APBN. Pendamping melaksanakan pendampingan di sekolah model yaitu pertemuan yang diikuti oleh seluruh komponen sekolah model dan perwakilan komponen sekolah imbas. Pendampingan minimal dilakukan 1 kali.

Kriteria Penerima Bantuan Pemerintah

Sekolah peserta dukungan pemerintah memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Sekolah yang ditetapkan oleh LPMP bersama dengan Pemda setempat.
2. Sekolah yang telah mendapat training SPMI yang diselenggarakan LPMP.
3. Sekolah yang ditetapkan sebagai sekolah model SPMI.
4. Sekolah yang berkomitmen melaksanakan SPMI.

Sasaran

Sasaran yakni sekolah yangtelah ditunjuk oleh Dinas Kabupaten/Kota, ditetapkan bersama
LPMP dan berkomitmen untuk melaksanakan SPMI.

H.Bentuk dan Jumlah dana Bantuan Pemerintah

Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model berupa uang. Jumlah dana dukungan ditetapkan oleh LPMP setempat sesuai dengan kapasitas DIPA LPMP.

Hasil yang dibutuhkan dari acara pelaksanaan pengembangan sekolah model adalah:

1.   Sekolah sanggup menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri;
2.   Sekolah sanggup meningkatkan mutu sesuai Standar Nasional Pendidikan;
3.   Sekolah mempunyai budaya mutu;

Sekolah model nantinya dibutuhkan bias dijadikan percontohan sekolah berbasis SNP melalui penerapan penjaminan mutu pendidikan secara berdikari dan melaksanakan pola pengimbasan penerapan penjaminan mutu pendidikan kepada sekolah lain hingga seluruh sekolah bisa menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara berdikari pada tahun 2019.

Penggunaan Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model dipakai untukmendukung acara pendampingan pelaksanaan SPMI di sekolah model dan pengimbasan SPMI oleh sekolah model.

Perwakilan sekolah efek diundang untuk ikut mendapat pendampingan di sekolah model. Perwakilan sekolah efek mengikuti seluruh kegiatan pendampingan yang berlangsung di sekolah model. Pengaturan jadwal sanggup diubahsuaikan dan dikoordinasikan secara internal antara fasilitator, sekolah model dan sekolah imbas. Anggota tim penjaminan mutu sekolah model dibutuhkan bisa memfasilitasi sekolah efek dalam mengimplementasikan SPMI menyerupai yang diterapkan pada sekolah model.

Bantuan dialokasikan untuk pendampingan dan pengimbasan SPMI dan dipakai sesuai dengan RAB yang telah disetujui oleh LPMP. Standar biaya kegiatan berpedoman kepada peraturan perundangan-undangan.

Pelaksanaan SPMI oleh sekolah model memerlukan keterlibatan semua unsur sekolah untuk saling mendukung dan berperan serta sesuai dengan kiprah pokok dan fungsinya masing-masing. Agar pelaksanaan SPMI sesuai dengan kebijakan dan konsep yang diinginkan maka sekolah yang telah dilatih perlu mendapat pendampingan dalam mengimplementasikan hasil pelatihan. Fasilitasi selama pendampingan kepada sekolah diiharapkan sanggup memperkuat pelaksanaan SPMI di sekolah model. Keberhasilan pengembangan sekolah model dalam melaksanakan SPMI sangat dipengaruhi oleh komitmen sekolah dan pemangku kepentingan yang terlibat mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga dengan penilaian dan pelaporan untuk bahu-membahu mengupayakan keberhasilan keseluruhan kegiatan sesuai dengan tugas,fungsi dan kewenangan masing-masing.

Melalui Panduan Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah ini dibutuhkan semua pihak yang terkait dengan pengembangan sekolah model sanggup melaksanakan kegiatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sekolah model sanggup membuatkan lebih lanjut kegiatan pendampingan sesuai dengan kebutuhannya dengan tetap mengikuti rambu-rambu yang ada dalam panduan petunjuk teknis ini.

Panduan Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah ini disusun untuk disampaikan ke LPMP untuk dikembangkan kembali sesuai kapasitas dan karekter kawasan di wilayah LPMP setempat biar data disampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan seluruh model peserta dukungan pemerintah biar sanggup diketahui dan dipahami informasi yang tertuang dalam petunjuk teknis ini. Bila Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan seluruh model peserta dukungan pemerintah menemukan permasalahan ataupun pertanyaan yang terkait dengan pelaksanaan Bantuan Pemerintah sanggup menghubungi Tim SPMI LPMP setempat. Jika terdapat hal-hal yang belum diatur dalam buku panduan ini, sanggup diatur/ditambahkan oleh LPMP sesuai dengan hukum yang berlaku, dan dengan penuh rasa tanggungjawab.

Download selengkapnya Panduan Petunjuk Teknis Bantuan Pemerintah - Pengembangan Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan Tahun Pelajaran 2017/2018 yang terdiri dari beberapa bab halaman yakni:
 
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .........................................................................................III
DAFTAR ISI ................................................................................................... V
DAFTAR TABEL.............................................................................................. VI
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ VI

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................1
A. Latar Belakang.................................................................................................... 1
B. Dasar Hukum...................................................................................................... 2
C. Tujuan ............................................................................................................... 3
D. Pengertian..........................................................................................................3
E. Pemberi Bantuan Pemerintah............................................................................... 3
F. Kriteria Penerima Bantuan Pemerintah ................................................................. 4
G. Sasaran..............................................................................................................4
H. Bentuk dan Jumlah dana Bantuan Pemerintah ...................................................... 4
I. Hasil yang Diharapkan......................................................................................... 4

BAB II PROSEDUR PEMBERIAN BANTUAN PEMERINTAH......................................5
A. Penyampaian Informasi .......................................................................................5
B. Penetapan Sekolah Penerima Bantuan Pemerintah................................................5
C. Penandatanganan Surat Perjanjian....................................................................... 5
D. Mekanisme Pencairan Dana ................................................................................. 5
E. Rekening Penerima Bantuan ................................................................................ 6

BAB III PENGGUNAAN DANA BANTUAN PEMERINTAH ..........................................7
A. Penggunaan Bantuan .......................................................................................... 7
B. Jangka Waktu Penggunaan Bantuan .................................................................... 9
C. Larangan Penggunaan Bantuan ........................................................................... 9

BAB IV PELAPORAN, PENGAWASAN DAN SANKSI .............................................11
A. Pelaporan .........................................................................................................11
B. Pengawasan ..................................................................................................... 12
C. Sanksi .............................................................................................................. 12

BAB V PENUTUP ......................................................................................13
DAFTAR TABEL TABEL

Tabel 1. Aktivitas Pendampingan Penerapan SPMI untuk Pengembangan Sekolah Model ........................................................................................................ 7
Tabel 2. Peruntukan Bantuan Pemerintah Berdasarkan Bentuk Kegiatan Penerapan SPMI untuk Pengembangan Sekolah Model.................................................. 8

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Contoh Naskah Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB)...................15
Lampiran 2. Contoh Pernyataan Tanggung Jawab ....................................................19
Lampiran 3. Contoh Rekapitulisasi Realisasi Penggunaan Dana Bantuan Pemerintah ..20
Lampiran 4. Contoh Surat Laporan Penerimaan Bantuan Pemerintah.........................21
Lampiran 5. Contoh Format Laporan Pelaksanaan Kegiatan Penggunaan Dana Bantuan .............................................................................................22
Lampiran 6. Contoh Buku Kas Umum ......................................................................24


Untuk download / unduh Panduan Juknis Bantuan Pemerintah Pengembangan Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendididikan tahun 2017 tersebut di atas, silahkan klik tautan berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih... ...!

Sunday, 3 February 2019

Jadi Cendekia Kumpulan Teladan Format Manajemen Dan Panduan Kerja Kepala Sekolah / Madrasah


Kumpulan Contoh Format Administrasi dan Panduan Kerja Kepala Sekolah / Madrasah. Penerapan standar nasional pendidikan merupakan serangkaian proses untuk memenuhi tuntutan mutu pendidikan nasional. Pelaksanaannya diatur secara bertahap, terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. Dalam proses pemenuhan standar tersebut dibutuhkan sejumlah indikator pencapai an untuk mempermudah dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. Dan kegiatan operasional pendidikan berada di tingkat satuan pendidikan (sekolah) dalam upaya menghasilkan lulusan yang bermutu.

Sekolah dipimpin oleh kepala sekolah yang mempunyai kiprah strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah. Kepala Sekolah sebagai pemimpin harus mampu: 1) mendorong timbulnya kemauan yang berpengaruh dengan penuh semangat dan percaya diri kepada para guru, staf dan akseptor didik dalam melaksanakan kiprah nya masing-masing; 2) m emberikan bimbingan dan mengarahkan para guru, staf dan para akseptor didik , serta menunjukkan dorongan, memacu dan bangkit di depan demi kemajuan dan menunjukkan pandangan gres dalam mencapai tujuan.

Untuk sanggup melaksanakan fungsinya tersebut di atas, Kepala Sekolah harus:

  1. memiliki taktik yang sempurna untuk meningkatkan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan di sekolahnya;
  2. memiliki taktik yang sempurna untuk memberdayakan pendidik dan tenaga kependidikan melalui kolaborasi atau kooperatif, memberi kesempatan kepada para pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan kemampuan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan dalam aneka macam kegiatan yang menunjang tujuan sekolah;
  3. memiliki relasi sangat akrab dengan aneka macam pihak yang terkait dengan upaya peningkatan mutu sekolah dan mendukung keterlaksanaan seluruh aktivitas sekolah dan produktivitas sekolah;
  4. melakukan pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga pendidikan;
  5. mampu menunjukkan petunjuk dan pengarahan, meningkatkan kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasikan kiprah secara proporsional;
  6. memiliki taktik yang sempurna untuk menjalin relasi yang serasi dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan, menunjukkan teladan kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah, dan menyebarkan model -model pembelajaran yang in ovatif;
  7. memiliki taktik yang sempurna untuk menunjukkan motivasi kepada para pendidik dan tenaga kependidikan dalam melakuk an aneka macam kiprah dan fungsinya; dan
  8. menjadi figur teladan yang sanggup dijadikan pola dan teladan bagi pendidik dan tenaga kep endidikan maupun akseptor didik;


Pelaksanaan kiprah pokok kepala sekolah harus sanggup diukur melalui evaluasi kinerja kepala sekolah. Penilaian kinerja sebagaimana dimaksud meliputi:

  1. usaha pengembangan sekolah yang dilakukan selama menjabat kepala sekolah;
  2. peningkatan kualitas sekolah menurut 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan selama di bawah kepemimpinan yang bersangkutan;
  3. perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut pengawasan pembelajaran yang dilakukan kepala sekolah dalam upaya training dan bimbingan kepada guru;
  4. usaha pengembangan profesi onalisme sebagai kepala sekolah.

Untuk melaksanakan kiprah pokoknya secara efektif dan efisien, kepala sekolah memerlukan panduan kerja. Panduan kerja kepala sekolah ini menunjukkan rambu -rambu kepada kepala sekolah dalam melaksanakan kiprah pokoknya dan mempermudah kepala sekolah dalam mempersiapkan training dan evaluasi yang dilakukan oleh pengawas sekolah dan dinas pendidikan. Berdasarkan uraian di atas, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melalui Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar dan Menengah, menunjukkan perhatian terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan melalui penerbitan Panduan Kerja Kepala Sekolah

Isi Contoh Format Lengkap Administrasi Kerja Kepala Sekolah / Madrasah


  1. Langkah Operasional Penyusunan Visi Misi dan Tujuan Sekolah
  2. Langkah Operasional Pengembangan Struktur Organisasi Sekolah
  3. Langkah Operasional Penyusunan EDS
  4. Instrumen EDS
  5. Menu Lembar Kerja Evaluasi Diri Sekolah
  6. Tampilan di aktivitas excel Instrumen Rekomendasi TPS
  7. Penyusunan Rencana Jangka Menengah
  8. Sistematika Dokumen RKJM
  9. Format Komponen Prioritas
  10. Penyusunan Rencana Kerja Tahunan
  11. Sistematika Dokumen RKT
  12. Format RKAS
  13. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan
  14. Sistematika dokumen KTSP
  15. Langkah Operasional Penerapan Kepemimpinan
  16. Langkah Operasional Penerapan Kewirausahaan
  17. Penyusunan Perencanaan Supervisi Akademik
  18. Penyusunan Perencanaan Supervisi Akademik
  19. Penyusunan Perencanaan Supervisi Akademik
  20. Langkah Operasional Pengembangan Diri
  21. Langkah Operasional Pengembangan Publikasi Ilmiah
  22. Langkah Operasional Pengembangan Karya Inovatif
  23. Visi, Misi , dan Tujuan
  24. Contoh Struktur Organisasi Sekolah
  25. Contoh Uraian Jabatan, Uraian Tugas , dan Wewenang/ Tanggung Jawab
  26. Contoh Hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
  27. Contoh Format Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)
  28. Contoh Analisis SWOT Kesiswaan
  29. Analisis SWOT Bidang Kurikulum dan Pembelajaran
  30. Analisis SWOT Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  31. Analisis SWOT Bidang Sarana Prasarana
  32. Analisis SWOT Bidang Budaya Sekolah dan Kemitraan
  33. Analisis Situasi Internal (Kekuatan dan Kelemahan)
  34. Analisis Situasi Eksternal (Peluang dan Ancaman)
  35. Contoh Analisis Kesenjangan
  36. Analisis Kondisi Nyata Sekolah
  37. Analisis Standar Nasional Pendidikan
  38. Analisis Standar Isi
  39. Analisis Standar Kompetensi Lulusan
  40. SKL Satuan Pendidikan
  41. SKL Kelompok Matapelajaran
  42. Contoh Pemetaan Keterlaksanaan Analisis Standar Kompetensi Lulusan
  43. Analisis Standar Proses
  44. Analisis Standar Penilaian
  45. Analisis Standar Pengelolaan
  46. Contoh Analisis Kepemimpinan Sekolah
  47. Contoh Analisis Standar Sarana Prasarana
  48. Analisis Kondisi Satuan Pendidikan
  49. Analisis Kondisi Lingkungan Satuan Pendidikan
  50. Contoh Format Rencana Kerja Sekolah (RKJM)
  51. Contoh Sistematika Tingkat Satuan Pendidikan
  52. Contoh Kalender Pendidikan
  53. Contoh Peraturan Sekolah
  54. Kode Etik Guru Indonesia
  55. Contoh Sistematika Program Kesiswaan
  56. Contoh Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  57. Contoh Analisis Kebutuhan Tenaga Kependidikan
  58. Sistematika Program Sarana Prasarana
  59. Sistematika Program Budaya dan Suasan a Pembelajaran Sekolah
  60. Format Naskah Perjanjian Kerja sama Program Pemberdayaan
  61. Sistematika Program Persiapan Akreditasi
  62. Sistematika Program Sistem gosip Manajemen
  63. Instrumen Penilaian Kinerja Guru
  64. Contoh Jurnal Sekolah
  65. Contoh Format Evaluasi Keterlaksanaan Program
  66. Contoh Format Sistem Administrasi Sekolah
  67. Contoh Format Jadwal Kegiatan Sekolah
  68. Contoh Format Perhitungan Hari Sekolah dan Libur Sekolah
  69. Contoh Format Perhitungan Kalender Pendidikan
  70. Contoh Format Daftar Keadaan Siswa
  71. Contoh Format Laporan Kenaikan Tingkat/Keluar/Lulus
  72. Contoh Format Daftar Keadaan Siswa Menurut Tingkat
  73. Contoh Format Buku Catatan Penilaian Pegawai Negeri Sipil
  74. Contoh Lembar Pen gantar Surat Rutin
  75. Contoh Kartu Kendali
  76. Contoh Lembar Pengantar Surat Rahasia
  77. Sistematika Program Pengawasan/Pengelolaan Akademik
  78. Teknik Pemantauan Pengelolaan Akademik
  79. Rencana Jadwal Supervisi Akademik
  80. Format Penelaahan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
  81. Instrumen Supervisi Pelaksanaan Pembelajaran
  82. Format Rencana Tindak Lanjut Supervisi Akademik
  83. Diagram Alur Strategi Kegiatan Kerja Pengembangan Sekolah
  84. Diagram EDS dengan skala prioritas
  85. Diagram Pola Pikir Peningkatan Mutu 8 SNP
  86. Diagram Alur Prosedur Kerja P enyusunan KTSP
  87. Diagram Kepemimpinan Pembelajaran

Download Kumpulan Contoh Format Administrasi dan Panduan Kerja Kepala Sekolah / Madrasah


Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:
Download

Demikian dari kami wacana Kumpulan Contoh Format Administrasi dan Panduan Kerja Kepala Sekolah / Madrasah, agar bermanfaat. Amin...

Thursday, 12 September 2019

Jadi Bakir Panduan Model Dan Teladan Pengembangan Diri Sma


Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bab integral dari kurikulum sekolah / madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan sopan santun dan kepribadian siswa / penerima didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan duduk kasus langsung dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstrakurikuler yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah.

Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus penerima didik.

Kegiatan pengembangan diri berupa pelayanan konseling difasilitasi / dilaksanakan oleh konselor dan kegiatan ekstrakurikuler sanggup dibina oleh konselor, guru dan atau tenaga kependidikan lainnya sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya. Pengembangan diri yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler sanggup membuatkan kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari penerima didik.

Tujuan Pengembangan Diri


Pengembangan diri bertujuan memperlihatkan kesempatan kepada penerima didik untuk membuatkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan penerima didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.

Selain itu, pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan penerima didik dalam mengembangkan:

  • Bakat
  • Minat
  • Kreativitas
  • Kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan
  • Kemampuan kehidupan keagamaan
  • Kemampuan sosial
  • Kemampuan belajar
  • Wawasan dan perencanaan karir
  • Kemampuan pemecahan masalah
  • Kemandirian

Ruang lingkup pengembangan diri


Pengembangan diri mencakup kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh penerima didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara lansung oleh pendidik dan tena ga kependidikan di sekolah/madrasah yang diikuti oleh semua penerima didik.

Kegiatan terprogram terdiri atas dua komponen:

1. Pelayanan konseling, mencakup pengembangan :

  • kehidupan pribadi
  • kemampuan sosial
  • kemampuan belajar
  • wawasan dan perencanaan karir

2. Ekstrakurikuler, antara lain kegiatan:

  • kepramukaan, latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS), palang merah cukup umur (PMR), pasukan pengibar bendera (PASKIBRA).
  • kegiatan ilmiah cukup umur (KIR),
  • seni dan budaya, olahraga, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan
  • seminar, loka karya, pameran/bazar

Bentuk pelaksanaan pengembangan diri


1.Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksan akan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan penerima didik secara individual, kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan:

  • Kegiatan layanan dan kegiatan pendukung konseling
  • Kegiatan ekstrakurikuler.

2.Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram sanggup dilaksanakan sebagai berikut:

  • Rutin, ialah kegiatan yang dilakukan secara terencana dan terus menerus, seperti: upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeli haraan kebersihan dan kesehatan diri.
  • Spontan, ialah kegiatan tidak terencana dalam tragedi khusus seperti: pembentukan sikap memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
  • Keteladanan, ialah kegiatan dalam bentuk sikap sehari-h ari yang sanggup dijadikan teladan, menyerupai : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau ke berhasilan orang la in, tiba sempurna waktu.

Kegiatan-kegiatan tersebut tidak direncanakan secara tersendiri melalui kegiatan pelayanan konseling dan kegiat an ekstrakurikuler, tetapi bisa merupakan kegiatan sekolah dan dilaksanakan sebagai bentuk kegiatan pembiasaan.

Panduan Model dan Contoh Pengembangan Diri SMA

Semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Sunday, 11 August 2019

Jadi Akil Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, Bop Paud Tk Ra


Sebelumnya sudah dibagikan kumpulan aplikasi sekolah Gratis, kali ini juga akan membagikan Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA kepada sahabat semua. Saya kumpulkan dalam satu artikel banyak sekali aplikasi, metode dan perangkat berguru dan pembelajaran anak usia dini, kurikulum PAUD, Taman Kanak-kanak dan RA.

Semuanya mencakup; macam-macam metode dan seni administrasi pembelajaran anak usia dini, teknik pembelajarn PAUD, aplikasi data siswa, penyusunan kurikulum, RPPM/RPPH, promes prota, SPJ BOP, dan masih banyak lagi.

Download File Lengkap Aplikasi, Perangkat dan Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA


Selengkapnya dapat anda download pada link berikut ini:

Program Mingguan dan Harian RPPM RPPH PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013
Contoh Standar Operasional Prosedur K13 SOP PAUD RA TK
Fungsi Prinsip Penataan Lingkungan Belajar PAUD Taman Kanak-kanak RA
Karakteristik Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini
Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran PAUD Kurikulum 2013
Panduan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini
Standar Operasional Prosedur Terbaru PAUD Kurikulum 2013
Pedoman Pengelolaan Kelas PAUD Taman Kanak-kanak dan RA Kurikulum 2013
Contoh Struktur Kurikulum 2013 Untuk PAUD Taman Kanak-kanak RA
Rambu Penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran PAUD
Pedoman Pembelajaran PAUD K13 Dengan Pendekatan Saintifik
Pentingnya Pendekatan Saintifik Sejak Anak Usia Dini
Pedoman Dasar Operasional Penyusunan KTSP PAUD
Prinsip Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini
Prinsip Penyusunan KTSP PAUD Taman Kanak-kanak dan RA
Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini
Contoh Program Semester dan Program Tahunan Kurikulum 2013 PAUD
Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini
Contoh Perangkat Belajar Taman Kanak-kanak RA PAUD Kurikulum 2013
Aplikasi Buku Induk Siswa PAUD Taman Kanak-kanak RA Format Excel
Contoh Program Rencana Kerja PAUD
Lampiran Juknis Bantuan APE PAUD
Lampiran Juknis BOP PAUD Format Word Excel
Contoh Anggaran Dasar RA Taman Kanak-kanak PAUD
Contoh Standar Kompetensi Lulusan RA
Model dan Contoh RKM RKH RA TK
Model dan Contoh Penilaian KTSP RA TK
Pembelajaran RA Taman Kanak-kanak PAUD Melalui Bermain Bercerita Bernyanyi
Jenis Strategi Pembelajaran RA Taman Kanak-kanak PAUD
Strategi dan Prinsip Belajar Anak RA Taman Kanak-kanak PAUD
Contoh SKL SK-KD RA Taman Kanak-kanak PAUD
File Berkas Laporan SPJ BOP RA Format Word Excel
Petunjuk Teknis BOP RA Terbaru
Panduan Guru RA dan TK
Instrumen Akreditasi RA dan MI
Visi Misi dan Pengembangan Kurikulum RA
File Raport RA atau TK
Buku Pedoman Guru dan Siswa RA
Contoh Dokumen Kurikulum RA, TK, PAUD
Komponen Kurikulum Tingkat RA dan TK

Demikian artikel membuatkan dari perihal Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA. Untuk selengkapnya dapat anda kunjungi halaman ini.

Semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Wednesday, 11 September 2019

Jadi Cendekia Model Dan Pola Rkm Rkh Ra Tk Format Word / Doc


Perencanaan mingguan disusun dalam bentuk planning aktivitas mingguan (RKM). RKM merupakan pembagian terstruktur mengenai dari perencanaan semester yang berisi kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai indikator yang telah direncanakan dalam satu ahad sesuai dengan keluasan pembahasan tema dan subtema. baca: download panduan guru RA TK

Perencanaan mingguan sanggup disusun dalam bentuk, antara lain planning aktivitas mingguan (RKM) model pembelajaran kelompok dan planning aktivitas mingguan (RKM) model pembelajaran berdasar minat.

RKM model pembelajaran kelompok


a. Komponen RKM model pembelajaran kelompok ialah sebagai berikut:

  • Tema dan sub tema.
  • Alokasi waktu.
  • Aspek pengembangan.
  • Kegiatan per aspek pengembangan.

b. Langkah pengembangan RKM model pembelajaran kelompok :

  • Menjabarkan tema dan merinci subtema.
  • Membuat matrik relasi antara tema, subtema dengan kegiatan.
  • Menjabarkan indikator menjadi kegiatan-kegiatan pada bidang pengembangan dalam agenda semester.

A. Perencanaan Harian


Perencanaan harian disusun dalam bentuk planning aktivitas harian (RKH). RKH merupakan pembagian terstruktur mengenai dari planning aktivitas mingguan (RKM). RKH memuat kegiatan-kegiatan pembelajaran, baik yang dilaksanakan secara individual, kelompok, maupun klasikal dalam satu hari. RKH terdiri atas aktivitas awal, aktivitas inti, istirahat/makan, dan aktivitas akhir.

1. Kegiatan awal


Kegiatan awal merupakan aktivitas untuk pemanasan dan dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan yang sanggup dilakukan antara lain, contohnya berdoa/mengucap salam, membicarakan tema atau subtema, dan sebagainya.

2. Kegiatan inti


Kegiatan inti merupakan aktivitas yang sanggup mengaktifkan perhatian, kemampuan, sosial dan emosional anak. Kegiatan ini sanggup dicapai melalui aktivitas yang memberi kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen sehingga sanggup memunculkan inisiatif, kemandirian dan kreativitas anak, serta aktivitas yang sanggup meningkatkan pengertian-pengertian, konsentrasi dan menyebarkan kebiasaan bekerja yang baik. Kegiatan inti merupakan aktivitas yang dilaksanakan secara individual/ kelompok.

3. Istirahat/Makan


Istirahat/Makan merupakan aktivitas yang dipakai untuk mengisi kemampuan anak yang berkaitan dengan makan, contohnya mengenalkan kesehatan, makanan yang bergizi, tata tertib makan yang diawali dengan basuh tangan kemudian makan dan berdoa sebelum dan setelah makan. Setelah aktivitas makan selesai, anak melaksanakan aktivitas  bermain dengan alat permainan di luar kelas dengan maksud untuk menyebarkan motorik agresif anak dan bersosialisasi. Kegiatan ini diadaptasi dengan kemauan anak, anak makan kemudian bermain atau sebaliknya anak bermain terlebih dahulu kemudian makan.

4. Kegiatan akhir


Kegiatan final merupakan aktivitas penenangan yang dilaksanakan secara klasikal. Kegiatan yang sanggup diberikan pada aktivitas akhir, contohnya membacakan dongeng dari buku, mendramatisasikan suatu cerita, mendiskusikan wacana aktivitas satu hari atau menginformasikan aktivitas esok hari, menyanyi, berdoa, dan sebagainya.

baca: Contoh dokumen kurikulum RA TK

Rencana aktivitas harian (RKH) sanggup disusun dalam bentuk, antara lain RKH model pembelajaran kelompok, RKH pembelajaran menurut minat dengan sudut kegiatan, dan RKH pembelajaran menurut minat dengan area. Silahkan download pada link berikut ini:

Model dan Contoh RKM RKH RA TK

Demikian dari kami, biar bisa mambantu dan bermanfaat untuk pendidikan di Indonesia. Amin...

Tuesday, 1 January 2019

Jadi Bakir Aliran Evaluasi Kompetensi Pengetahuan, Perilaku Dan Keterampilan


Penilaian Kompetensi Sikap
Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu atau objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap sanggup dibentuk, sehingga terjadi sikap atau tindakan yang diinginkan. Kompetensi sikap yang dimaksud dalam panduan ini yakni ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang dan diwujudkan dalam perilaku.

Penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur sikap penerima didik sebagai hasil dari suatu acara pembelajaran. Penilaian sikap juga merupakan aplikasi suatu standar atau sistem pengambilan keputusan terhadap sikap. Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bab dari pembelajaran yakni refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan sikap penerima didik secara individual.

Cakupan Penilaian Pencapaian Kompetensi Sikap


Kurikulum 2013 membagi kompetensi sikap menjadi dua, yaitu sikap spiritual yang terkait dengan pembentukan penerima didik yang beriman dan bertakwa, dan sikap sosial yang terkait dengan pembentukan penerima didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Sikap spiritual sebagai perwujudan dari menguatnya interaksi vertikal dengan Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan sikap sosial sebagai perwujudan eksistensi kesadaran dalam upaya mewujudkan harmoni kehidupan.

Pada jenjang SMP/MTs, kompetensi sikap spiritual mengacu pada KI-1: Menghargai dan menghayati anutan agama yang dianutnya, sedangkan kompetensi sikap sosial mengacu pada KI-2: Menghargai dan menghayati sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

Penilaian Kompetensi Pengetahuan


Penilaian pencapaian kompetensi pengetahuan merupakan bab dari penilaian pendidikan. Dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 66 Tahun 2013 perihal Standar Penilaian Pendidikan dijelaskan bahwa penilaian pendidikan merupakan proses pengumpulan dan pengolahan warta untuk mengukur pencapaian hasil berguru penerima didik yang mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan simpulan semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah. Penilaian hasil berguru penerima didik meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga sanggup dipakai untuk memilih posisi relatif setiap penerima didik terhadap standar yang telah ditetapkan.

Adapaun penilaian pengetahuan sanggup diartikan sebagai penilain potensi intelektual yang terdiri dari tahapan mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi (Anderson & Krathwohl, 2001). Seorang pendidik perlu melaksanakan penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi pengetahuan penerima didik. Penilaian terhadap pengetahuan penerima didik sanggup dilakukan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. Kegiatan penilaian terhadap pengetahuan tersebut sanggup juga dipakai sebagai pemetaan kesulitan berguru penerima didik dan perbaikan proses pembelajaran. Pedoman penilaian kompetensi pengetahuan ini dikembangkan sebagai acuan teknis bagi pendidik untuk melaksanakan penilaian sebagaimana dikehendaki dalam Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013.

Cakupan Penilaian Pencapaian Kompetensi Pengetahuan


Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 perihal Standar Penilaian Pendidikan dalam lampirannya menuliskan bahwa untuk semua mata pelajaran di SMP, Kompetensi Inti yang harus dimiliki oleh penerima didik pada ranah pengetahuan yakni memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) menurut rasa ingin tahunya perihal ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait fenomena dan insiden tampak mata.

a.Pengetahuan Faktual

Pengetahuan faktual berisi konvensi (kesepakatan) dari elemen-elemen dasar berupa istilah atau simbol (notasi) dalam rangka memperlancar pembicaraan dalam suatu bidang disiplin ilmu atau mata pelajaran (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Pengetahuan faktual meliputi aspek-aspek pengetahuan istilah, pengetahuan khusus dan elemen-elemennya berkenaan dengan pengetahuan perihal peristiwa, lokasi, orang, tanggal, sumber informasi, dan sebagainya. Sebagai teladan dari pengetahuan faktual yakni sebagai berikut:

  • pengetahuan perihal langit, bumi, dan matahari;
  • pengetahuan perihal fakta-fakta mengenai kebudayaan dan pranata sosial;
  • pengetahuan perihal karya tulis ilmiah dalam bentuk buku dan jurnal;
  • pengetahuan perihal simbol-simbol dalam peta;
  • pengetahuan perihal matahari yang mengeluarkan sinar panas;
  • pengetahuan perihal fakta-fakta yang penting dalam bidang kesehatan;
  • pengetahuan perihal desa dan kota;
  • pengetahuan perihal bola dan bentuk peralatan olahraga lainnya;
  • pengetahuan perihal banyak sekali tindakan kriminal di masyarakat;
  • lambang-lambang dalam matematika
  • pengetahuan perihal banyak sekali bentuk lukisan yang dipamerkan.

b.Pengetahuan Konseptual

Pengetahuan konseptual memuat pandangan gres (gagasan) dalam suatu disiplin ilmu yang memungkinkan orang untuk mengklasifikasikan sesuatu objek itu teladan atau bukan contoh, juga mengelompokkan (mengkategorikan) banyak sekali objek. Pengetahuan konseptual meliputi prinsip (kaidah), hukum, teorema, atau rumus yang saling berkaitan dan terstruktur dengan baik (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan penjabaran dan kategori, pengetahuan dasar dan umum, pengetahuan teori, model, dan struktur. Contoh pengembangan konsep yang relevan contohnya sebagai berikut:

  • pengetahuan perihal teori evolusi dan rotasi bumi;
  • pengetahuan perihal macam-macam kekerabatan interaksi dan sistem sosial;
  • pengetahuan perihal struktur kalimat yang benar dan bagian-bagiannya;
  • pengetahuan perihal fungsi peta dalam geografi;
  • pengetahuan perihal hukum-hukum fisika dasar;
  • pengetahuan perihal makanan sehat;
  • pengetahuan perihal prinsip-prinsip pemerintahan desa;
  • pengetahuan perihal prinsip-prinsip pertandingan dan perlombaan dalam olahraga;
  • pengetahuan perihal dasar-dasar pengembangan huruf mulia;
  • pengetahuan perihal penjumlahan dan pengurangan;
  • pengetahuan perihal prinsip-prinsip dasar melukis.

c. Pengetahuan Prosedural

Pengetahuan prosedural yakni pengetahuan perihal bagaimana urutan langkah-langkah dalam melaksanakan sesuatu. Pengetahuan prosedural meliputi pengetahuan dari umum ke khusus dan algoritma, pengetahuan metode dan teknik khusus dan pengetahuan kriteria untuk memilih penggunaan mekanisme yang sempurna (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). Contoh pengetahuan prosedural antara lain sebagai berikut:

  • pengetahuan perihal mekanisme pemanfaatan panas matahari sebagai sumber tenaga;
  • pengetahuan perihal mekanisme pendirian organisasi sosial;
  • pengetahuan perihal mengartikan kata yang didasarkan pada analisis struktur kalimat;
  • pengetahuan perihal langkah-langkah pembuatan gambar peta;
  • pengetahuan perihal langkah-langkah pengukuran tegangan listrik;
  • pengetahuan perihal pola makan yang baik dan sehat;
  • pengetahuan perihal tata cara pemilihan kepala desa;
  • pengetahuan perihal langkah-langkah yang benar dalam start pada nomor lari dan nomor jalan;
  • pengetahuan perihal langkah-langkah pengembangan huruf mulia bagi penerima didik di sekolah;
  • pengetahuan perihal langkah-langkah penjumlahan bilangan yang terdiri atas tiga angka;
  • pengetahuan perihal teknik-teknik penerapan dan pembuatan karya lukis memakai cat air di atas kanvas.

Penilaian Kompetensi Keterampilan


Penilaian pencapaian kompetensi keterampilan merupakan penilaian yang dilakukan terhadap penerima didik untuk menilaisejauh mana pencapaian SKL, KI, dan KD khusus dalam dimensi keterampilan.
SKL dimensi keterampilan untuk satuan pendidikan tingkat SMP/MTs/SMPLB/Paket B yakni lulusan mempunyai kualifikasi kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah aneh dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis (Permendikbud 54 tahun 2013 perihal SKL).SKL ini merupakan tagihan kompetensi minimal sehabis penerima didik menempuh pendidikan selama 3 tahun atau lebih dan dinyatakan lulus.

baca: Pedoman penilaian paud tk ra

Cakupan Penilaian Pencapaian Kompetensi Keterampilan


Cakupan penilaian dimensi keterampilan meliputi keterampilan penerima didik yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori. Keterampilan ini meliputi: keterampilan mencoba, mengolah, menyaji, dan menalar. Dalam ranah konkret keterampilan ini meliputi acara menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat.Sedangkan dalam ranah abstrak, keterampilan ini meliputi acara menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang.

Itulah artikel membuatkan dari perihal Pedoman Penilaian Kompetensi Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan. Dan kalau ingin mempunyai dokument ini, bisa anda download pada link di bawah ini:

Pedoman Penilaian Keterampilan
Pedoman Penilaian Pengetahuan
Pedoman Penilaian Sikap

Demikian dari kami, biar bisa mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...

Monday, 4 February 2019

Jadi Berilmu Kumpulan Format Dan Anutan Evaluasi Paud Ra Tk Kb Kurikulum 2013


Hai sahabat guru yang budiman. Kita tahu bahwa dalam sebuah forum pendidikan tak lepas dari yang namanya penilaian, termasuk juga pendidikan anak usia dini (paud). Hanya saja pada pendidikan anak usia dini menyerupai RA dan Taman Kanak-kanak cara dan teknis pembelajaran sangat berbeda dengan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi, alasannya ialah umur penerima didik berkisar antara 3-6 tahun saja.

Dalam hal ini mendikbud / kemenag mengeluarkan regulasi /  juknis yang berkaitan dengan evaluasi supaya pembelajaran pada anak usia dini sesuai dengan abjad anak untuk umur 3-6 tahun. Dan metode / model pembelajaran yang paling terkenal ialah "belajar sambil bermain, bermain seraya belajar". Karena bermain memang dunia anak, mereka tidak dapat di atur harus begini begitu. Namun kita sebagai orang bau tanah / pendidik harus dapat memahami abjad masing-masing anak.

Karena itulah disini kami akan menyimpulkan beberapa artikel / postingn yang telah kemudian wacana banyak sekali macam format dan pedoman yang terkait dengan evaluasi pendidikan pada anak usia dini yang dapat anda download pada link dibawah ini sesuai dengan judulnya masing-masing:

Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Terlengkap dan Terbaru cek disini
Contoh Format Penilaian Hasil Karya Anak Kurikulum 2013 cek disini
Contoh Format Catatan Harian Dalam Penilaian Kurikulum 2013 cek disini
Contoh Format Catatan Penilaian Anekdot Kurikulum 2013 cek disini
Pedoman Penilaian dan Pelaporan Perkembangan Anak K13 cek disini
Contoh Format Penilaian Mingguan dan Bulanan Kurikulum 2013 cek disini
Buku Panduan Penilaian Pembelajaran K-13 Terbaru cek disini
Format Laporan Pencapaian Perkembangan Anak Kurikulum 2013 cek disini
Pendekatan Pembelajaran dan Penilaian Pada cek disini
Prinsip Prinsip Penilaian Pembelajaran Anak cek disini
Cara Dan Teknik Penilaian Pembelajaran Anak cek disini
Tahap Perkembangan Moral Anak Usia Dini Menurut Para Ahli cek disini
Karakter dan Faktor Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Usia Dini cek disini
Tahapan Perkembangan Kognitif Anak usia Dini Menurut Para Ahli cek disini
Contoh Panduan / Pedoman Penilaian Kurikulum 2013 cek disini
Contoh Format Penilaian Harian dan Bulanan Kurikulum 2013 cek disini

Demikian dari kami wacana kumpulan format evaluasi pendidikan anak usia dini, semoga dapat memperlihatkan manfaat untuk kita semua utamanya pendidikan belum dewasa Indonesia. Amin ...

Tuesday, 1 January 2019

Jadi Cendekia Teladan Format Analisis Pemanfaatan Buku Guru Dan Siswa


Contoh format analisis pemanfaatan buku guru dan siswa ini untuk lebih memahami taktik penggunaan Buku Siswa dan Buku Guru untuk acara pembelajaran, dan untuk membimbing guru dalam menyusun RPP, melakukan pembelajaran saintifik dan menyusun instrumen evaluasi otentik sesuai dengan Buku Siswa dan Buku Guru.

Selain itu dengan menganalisis buku guru dan siswa, meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru pendamping dalam:

  1. Memahami taktik penggunaan buku guru untuk acara pembelajaran.
  2. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dengan silabus dan RPP.
  3. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dilihat dari pelaksanaan pembelajaran berbasis  tematik terpadu,  pendekatan scientific, model pembelajaran berbasis proyek (PjBL), pembelajaran berbasis duduk kasus (PBL), dan pembelajaran berbasis inovasi (DL).
  4. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dilihat dari evaluasi autentik.
  5. Menganalisis kesesuaian buku guru dilihat dari keterpaduan subtansi bahan sesuai dengan kompetensi dasar pada setiap  topik.
  6. Menganalisis buku guru dilihat dari aspek pengetahuan, keterampilan, sikap.
  7. Menganalisis kesesuaian isi buku guru dengan sumber belajar.
  8. Menyusun tindak lanjut hasil analisis.

Panduan Kegiatan Analisis Buku Guru dan Siswa


  1. Pelajari Format Analisis Penggunaan Buku Guru!
  2. Siapkan buku guru, Silabus, dan RPP sesuai jenjang pendidikan dan mata pelajaran!
  3. Cermati kesesuaian antara isi buku guru, Silabus dan RPP
  4. Cermati kesesuaian isi buku siswa dilihat dari pelaksanaan pembelajaran berbasis  tematik terpadu, pendekatan scientific, model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning ), Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem -Based Learning), dan Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery Learning)!
  5. Cermati keterpaduan subtansi bahan sesuai dengan kompetensi dasar pada setiap topik.
  6. Kaji  buku guru dilihat dari aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap!
  7. Cermati kesesuaian isi buku guru dilihat dari evaluasi autentik!
  8. kesesuaian isi buku guru dengan sumber belajar!
  9. Berdasarkan hasil analisis, tuliskan tindak lanjut hasil analisis sebagai berikut!
    • Jika sesuai dengan kebutuhan, buku dapat dipakai dalam pembelajaran.
    • Jika tidak sesuai/sesuai sebagian, Anda  disarankan untuk memperlihatkan rekomendasi tindak lanjut yang harus dikerjakan guru sebagai pengguna buku guru tersebut.
    • Tuliskan saran lainnya yang berkaitan dengan temuan dalam proses pendampingan, dalam kotak yang tersedia!

Demikian dari perihal Contoh Format Analisis Pemanfaatan Buku Guru dan Siswa yang dapat anda download pada link dibawah ini:

analisis buku guru
analisis buku siswa

Demikian dari kami, supaya dapat mambantu dan bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin...

Monday, 25 February 2019

Jadi Bakir Buku Panduan Penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp) Paud Tk Ra


Pembelajaran yang baik dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan. Kegiatan pembelajaran dirancang mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran, keluasan muatan/materi, pengalaman belajar, daerah dan waktu belajar, alat/sumber belajar, model pembelajaran dan cara penilaian.

Kualitas pembelajaran sanggup diukur dan ditentukan oleh sejauh mana aktivitas pembelajaran sanggup mengubah sikap anak ke arah yang sesuai dengan tujuan kompetensi yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, Guru PAUD dibutuhkan bisa merancang, mengembangkan, dan melakukan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan perkembangan anak.

Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan rancangan bagi guru untuk melakukan aktivitas bermain yang memfasilitasi anak dalam proses belajar. Rencana pelaksanaan pembelajaran dibentuk sebelum aktivitas pembelajaran dilaksanakan. Rencana pembelajaran harus mengacu kepada karakteristik (usia, sosial budaya, dan kebutuhan individual) anak. Rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam menyusun planning pelaksanaan pembelajaran bisa anda simak pada artikel berikut: Rambu-rambu penyusunan RPP PAUD

Apa Saja Jenis Perencanaan?


Berdasarkan Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 PAUD, Dokumen KTSP terdiri dari :

  1. Dokumen 1 berisi sekurang-kurangnya: visi, misi, tujuan satuan pendidikan, jadwal pengembangan dan bahan pembelajaran, pengaturan beban belajar, kalender pendidikan dan jadwal tahunan, dan SOP.
  2. Dokumen 2 berisi perencanaan jadwal semester (Prosem), planning pelaksanaan pembelajaran mingguan (RPPM), dan planning pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) yang dilengkapi dengan planning evaluasi perkembangan anak.

Berkaitan dengan kiprah guru sebagai perencana, perencanaan pembelajaran wajib disusun oleh guru secara mandiri, sesuai dengan yang tertuang dalam Dokumen 2. Terdapat tiga jenis perencanaan pembelajaran yang harus disusun dan disiapkan oleh guru sebelum melakukan pembelajaran yaitu:

  1. Program Semester (Prosem)
  2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
  3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)

Dalam menyusun ketiga jenis perencanaan di atas, harus mengacu pada muatan pembelajaran yang telah dirumuskan dalam Dokumen 1 (pemetaan bahan pembelajaran menurut jadwal dan kompetensi dasar).

Dalam buku panduan ini akan dijelaskan beberapa poin berikut:

  • Mengapa Guru Perlu Merencanakan Pembelajaran
  • Apa yang Dimaksud Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
  • Apa Saja Jenis Perencanaan
  • Apa dan Bagaimana Penyusunan Program Semester
  • Langkah-Langkah Penyusunan Program Semester
  • Contoh Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran
  • Apa dan Bagaimana Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
  • Identitas Program Layanan
  • Kompetensi Dasar
  • Materi Pembelajaran
  • Apa dan Bagaimana Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)

Selengkapnya silahkan unduh file pdf dari wacana Buku Panduan Penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PAUD Taman Kanak-kanak RA pada link dibawah ini:

Buku panduan penyusunan rpp paud

Demikian dari kami, biar bisa membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...