Showing posts sorted by relevance for query belajar-internet-dari-internet. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query belajar-internet-dari-internet. Sort by date Show all posts

Saturday, 11 April 2020

Lebih Berilmu Manfaat Penting Blog Guru Untuk Media Pembelajaran Online / E-Learning Di Luar Sekolah

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Guru ngeblog di jaman kini ini tentu mempunyai imbas yang positif, di mana arus warta dan komunikasi hingga akomodasi internet pun semakin menjangkau hingga di daerah-daerah pelosok. 

Oleh karenanya, hal ini hendaknya menjadi momentum sempurna untuk mengakibatkan akomodasi online yaitu blog sebagai salah satu sarana alternatif pembelajaran di luar sekolah.

Saat ini tak sanggup dipungkiri lagi, jaman gadget dan kemajuan teknologi terkini menciptakan beberapa anak yang masih duduk di kursi di sekolah dasar pun telah banyak yang mempunyai gadget canggih yang dilengkapi akomodasi internet. 

Hal ini dikarenakan harga gadget yang semakin terjangkau oleh lapisan menengah ke bawah.

Beberapa pelajar pada tingkat Sekolah Menengah Pertama bahkan sudah banyak yang mempunyai akun Facebook maupun Twitter yang telah dikendalikan sendiri. Dan bagi beberapa orangtua yang kebetulan masih awam wacana teknologi komunikasi terkini, akan mempunyai resiko lebih akan penyalahgunaan akomodasi internet oleh putra-putrinya.

Untuk itu, guru sebagai orang renta kedua di sekolah yang dipastikan sedikit banyak telah menguasai TIK khususnya media online berperan dalam mengarahkan penggunaan kasatmata internet yang sudah dikenal luas di kalangan akseptor didik sekaligus menyediakan sesuatu media pembelajaran online yang menyenangkan bagi mereka.

Banyak anak tahu dan sanggup menciptakan akun media umum terkadang bukan dari gurunya akan tetapi sanggup berguru dari kakaknya, teman, hingga lingkungan di masyarakat di mana ia tinggal. Oleh sebab itu, hal ini perlu disikapi secara serius biar kiranya hal-hal negatif penggunaan internet sanggup diminimalisir sedini mungkin, dan bahkan penggunaan internet di kalangan pelajar sanggup diarahkan ke hal-hal yang kasatmata ibarat halnya adanya blog pembelajaran oleh guru.

Salah satu contohnya, bila gurunya di sekolah mempunyai blog, maka PR (pekerjaan rumah) yang biasanya di rumah sanggup difasilitasi memakai blog gurunya tersebut. Selanjunya, bila ada momen di kelas yang positif, sanggup kita bilang ke anak, “Nanti ini akan diunggah di internet”, dengan begitu sang anak pun semakin bersemangat untuk melaksanakan hal kasatmata sebab akan dimasukkan internet, dan banyak sekali cara kasatmata lainnya.

Penting dibaca : Belajar Internet dari Internet

Bagi guru yang telah menguasai beberapa aktivitas tertentu malahan sanggup menciptakan sebuah e-Learning pembelajaran yang lebih intensif bagi akseptor didiknya dengan adanya akomodasi login khusus bagi setiap akseptor didiknya.

Saya sendiripun hingga ketika ini masih belum sanggup merealisasikan sepenuhnya hal ini, namun langkah awal telah dimulai, blog ini pun sebagai salah satu media yang dilihat oleh akseptor didik saya, semoga sanggup menginspirasi mereka, blog khusus E-Learning pun sudah dipersiapkan untuk sekolah di mana saya bertugas hingga nantinya ada sarana dan prasarana pendidikan sekolah yang mendukung, maka akomodasi E-Learning yang sudah terbangun ini tinggal launching dan membuatkan saja bersama rekan-rekan guru lainnya.

Yang jelas, situasi dan kondisi serba online telah dimulai. Maka pembelajaran berbasis online pun sebaiknya dipersiapkan untuk mengisi pembelajaran siswa di luar sekolah ibarat halnya adanya blog guru khusus untuk pembelajaran bagi akseptor didiknya. Semoga bermanfaat dan terimakasih… …!

Monday, 18 November 2019

Lebih Arif Menyelami Dinamika Dan Tantangan Generasi Digital (Generasi Y Dan Z)

Sahabat Edukasi yang berbahagia... Setiap anak lahir dalam kondisi fitrah. Dalam teori Ilmu Jiwa Agama, fitrah dikategorikan ke dalam fitrah ilahiyah (Qs Ar-Rum: 30) dan fitrah kemanusiaan (HR. Bukhari). Fitrah kemanusiaan inilah yang lebih sempurna disebut “potensi” atau “inborn” meminjam teori pendidikan Progresivisme. Proses perkembangan potensi anak  lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. Pembentukan abjad dan kepribadian anak ditentukan oleh teladan interaksi dengan keluarga dan lingkungan di sekitarnya. Sedangkan faktor” talenta bawaan” (hereditas) hanya bab kecil dari penentu proses pembentukan abjad dan kepribadiannya. 

Kini, lingkungan pengasuhan anak telah berubah. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah teladan pikir dan gaya hidup masyarakat modern. Saat ini, nyaris di semua lini kehidupan telah hadir teknologi yang memudahkan insan memenuhi kebutuhan hidupnya. Pola pikir dan gaya hidup masyarakat di kurun teknologi digital telah mempengaruhi teladan pengasuhan terhadap anak.

Remaja masa kini niscaya berbeda dengan dewasa masa lalu. Mereka tidak lagi kenal layar tancap. Mereka lebih kenal internet dan keseluruhan media sosial. Mereka sanggup mencari, menikmati, melaksanakan apa pun via dunia maya tersebut. Kalau sudah demikian, satu sisi, kecerdasan dan kelincahan dewasa menyerupai ini sangat mengagumkan.

Tapi, sisi lain, kerawanan moral juga menyedot perhatian, alasannya ialah secara tidak sadar moralitas mereka juga tidak dibuat oleh lingkungan sosialnya, melainkan oleh situs-situs yang mereka kunjungi setiap menitnya. Di sinilah tantangan berat orang bau tanah untuk selalu mengetahui dan mengontrol dewasa masa kini, yang digolongkan dalam Generasi Y dan Z.

Generasi Digital = Generasi Y dan Z

Dalam kontek kekinian ada yang disebut dengan  Generasi Y (Gen-Y). Secara ringkas, Gen-Y ialah generasi yang lahir antara tahun 1981-1994. Generasi ini juga dikenal dengan sebutan generasi millenial atau milenium. Gen-Y banyak memakai teknologi komunikasi instan menyerupai email, SMS, instan messaging, dan media umum menyerupai facebook dan twitter. Mereka juga suka main game online. Generasi ini kini akan atau sudah memasuki dunia kerja. Di Indonesia, pada tahun 2010, terdapat lebih dari 80 juta Gen-Y dan akan meningkat menjadi 90 juta pada tahun 2030. Bahkan berdasarkan pemerintah 60% penduduk Indonesia ketika ini ialah ana-anak muda yang ketika lahir sudah bersentuhan dengan internet dan mereka ialah digital native, penduduk orisinil dunia digital.
ASEP ABDURRAHMAN
Dosen Univ. Muhammadiyah Tangerang dan Pengajar Sekolah Menengah Pertama Daarul Qur’an Internasional Tangerang
Selanjutnya Generasi Z (Gen-Z). Generasi ini ialah generasi yang lahir antara tahun 1995-2010. Gen-Z disebut juga iGeneration: generasi net atau generasi internet. Mereka mempunyai kesamaan dengan Gen-Y, tapi mereka bisa mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu menyerupai nge-tweet memakai ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik memakai headset. Apa pun yang dilakukan oleh generasi ini, kebanyakan diatara mereka bekerjasama dengan dunia maya. Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan erat dengan gadget canggih, yang secara tidak eksklusif kuat terhadap kepribadian mereka.

William Strauss dan Neil Howe, sejarawan yang menekuni perihal generasi di Amerika, menulis beberapa buku yang berkaitan dengan tipe-tipe generasi. Dua di antara karya mereka ialah Generations: The History of America’s Future, 1584 to 2069 (1991), Millennials Rising: The Next Great Generation (2000). Dua buku ini mencoba menjelaskan perihal tipologi generasi di Amerika. Di antara yang beliau teliti ialah Gen-Y dan Gen-Z.

Meskipun cakupan riset mereka ialah Amerika, tapi hasil riset mereka menjadi rujukan psikologi perkembangan di dunia berkembang, termasuk Indonesia. Tipologi yang mereka buat pun relatif mempunyai kesesuaian dengan kondisi generasi di Indonesia. Tentu saja dengan beberapa pengecualian, menyerupai lingkup pergaulan dan di mana generasi ini tinggal.

Tantangan Generasi Y dan Z

Melihat hal demikian, kita setidaknya tahu menyerupai apa tantangan yang dihadapi dua generasi ini, Baik untuk dirinya sendiri maupun keterlibatan emosinya pada kehidupan sosial. Kondisi generasi ini tidak sanggup ditampik apalagi dihindari. Menurut Jamaludin Ahmad (2010), generasi menyerupai ini sedikit banyak sedang mengalami “Problem psikologis dan kedekatan emosi.” Mereka cenderung ingin mandiri, ingin merdeka, ingin bebas dari ikatan-ikatan, Lebih dari itu, alasannya ialah “kedekatan” pada gadget yang demikian kuat, ikatan emosional dengan keluarga (termasuk orangtua) menjadi renggang.

Ditambah lagi, pertama: jalan masuk internet tanpa filter rentan terhadap konten-konten yang tidak sesuai dengan usia anak (pornografi, kekerasan, pergaulan bebas, dan lain sebagainya). Kedua: prefrontal cortex dalam otak anak belum matang sehingga isu yang diterima akan eksklusif masuk ke sentra perasaan menciptakan anak melaksanakan sesuatu tanpa mengerti akibatya. Ketiga: anak cendrung menutup diri dari dunia luar alasannya ialah lebih asyik berkomunikasi melalui media social. Keempat: anak menjadi anti social, tidak suka bergaul  dengan teman, keluarga dan lingkungan daerah tinggal.

Oleh alasannya ialah ketergantungan pada dunia maya, pengetahuan dan standar moralitas dan agama mereka seringkali didasarkan pada pencarian sendiri tanpa pendamping. Bahkan tidak tertarik lagi pada pencarian pengetahuan agama dan moral. Mereka lebih asyik dengan dunianya sendiri. Kelincahan dan kecerdasannya balasannya kurang diimbangi dengan pengetahuan agama. Pada titik inilah, celah rawan Gen-Y dan Gen-Z. Tidak ingin menyampaikan semuanya, tapi sebagian besar mereka menjadi kurang perhatian terhadap agama dan moral. Mereka goyah secara spiritual dan moral, tapi kreatif di bidang-bidang lainnya.

Menghadapi Generasi Y dan Z

Menghadapai hal demikian memang tidak berarti meninggalkan mereka. Bagaimana pun, mereka ini ialah generasi emas. Generasi yang dengan bermacam-macam kreativitasnya akan memberi warna pada masa depannya. Untuk menawarkan instruksi kepada mereka, maka orangtua dilarang serta merta melarang generasi ini berinternet-ria. “Yang perlu dilakukan ialah membatasi dengan melaksanakan perjanjian waktu-waktu untuk berinternet,” tegasnya. Orangtua mesti mencoba memahami makna dan nilai internet bagi anak. Perlu memahami bahwa ketika anak duduk di depan computer, mereka bukannya tidak melaksanakan apa-apa atau membuang waktu. Tapi mereka sedang belajar, bermain, mengekplorasi atau memenuhi rasa keingintahuan, melaksanakan kreativitas atau percobaan, berkomunikasi dan bersosialiasi. Yang perlu dilakukan orangtua ialah mengamati lebih dekat dan membatasi penggunaan internet.

Oleh alasannya ialah itu, model komunikasi orangtua dengan anak mesti diubah. Frekuensi komunikasi perlu ditingkatkan, orangtua mesti selalu mendekatkan diri dengan bersedia mendengarkan anak. Ini sangat penting alasannya ialah di samping boleh jadi banyak sekali pikiran anak yang tidak tersalur ke orangtua, tapi juga seringnya komunikasi akan menambah kedekatan emosi antara anak dan orangtua. Selain itu, generasi ini harus diberi tanggungjawab.” Remaja perlu sering dilatih bertanggungjawab. Mereka diberi kepercayaan untuk melaksanakan sesuatu hal. Dengan cara ini akan berkembang sensor motorik dan sosialnya.

Dan yang tak kalah penting ialah dewasa perlu dilibatkan dalam banyak sekali aktivitas. Mereka harus dijaga dan dirawat, memang menyimpan tantangan dan dilema. Akan tetapi, dengan keterlibatan orangtua yang lebih dalam akan memberi pertimbangan kepada generasi ini untuk tidak lupa pada agama dan moral. Dan melibatkan mereka dalam banyak kegiatan ialah salah satu cara supaya mereka lebih selektif dalam penggunaan internet. Apalagi dengan menawarkan tanggungjawab dan kepercayaan, mereka akan cenderung memanfaatkan internet hanya untuk hal-hal yang nyata dan bermanfaat.

Oleh : ASEP ABDURRAHMAN (Dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang dan Pengajar Sekolah Menengah Pertama Daarul Qur’an Internasional Tangerang)
Email : asepabdurrahman331@yahoo.co.id/rizahamizan@gmail.com

Monday, 2 December 2019

Lebih Pintar Arti Kata Istilah Penting Dan Abreviasi Seputar Aktivitas Pkb 2017

Sahabat Edukasi yang berbahagia... Berikut beberapa daftar arti dari istilah maupun abreviasi (kependekan / singkatan kata) yang berafiliasi dengan Program PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Di mana pada tahun 2017 ini, Ditjen GTK menyebarkan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang merupakan kelanjutan dari Program Guru Pembelajar dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi guru yang ditunjukkan dengan kenaikkan capaian nilai UKG dengan rata-rata nasional adalah 70. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini dilaksanakan berbasis komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan (komunitas GTK).

Adapun terdapat daftar arti kata istilah penting dan abreviasi yang berkaitan dengan Program PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) yang saya kutip dari draft Juknis Program PKB Tahun 2017 untuk lebih memudahkan kita semua dalam memahaminya, selengkapnya sebagai berikut:


1.      Coorporate Social Responsibility (CSR) : Tanggung jawab sosial dari perusahaan yang ikut mendanai Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
2.      Dapodik GTK : Data pokok pendidik yang ada di Direktorat Jenderal GTK
3.      Daring : Dalam jejaring (internet) / online
4.      Difabel : Orang yang mempunyai kebutuhan khusus
5.      Ditjen GTK : Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
6.      Efektifitas : Suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh sasaran pembelajaran yang telah dicapai
7.      E-portofolio : Wadah di dalam LMS yang dipakai untuk menyimpan lembar kerja yang telah diselesaikan
8.      Interaksi asynchronous : Interaksi yang terjadi pada waktu yang tidak bersamaan
9.      Interaksi synchronous : Interaksi yang terjadi pada waktu yang bersamaan
10.    Instruktur Nasional (IN)/mentor : Guru yang memenuhi kriteria sebagai IN/mentor dan lulus dalam pembekalan Instruktur Nasional/Mentor tahun 2016 atau telah mengikuti dan lulus penyegaran Instruktur Nasional/Mentor tahun 2017
11.    In-Service Training (In) : Pembelajaran melalui kegiatan tatap muka antara penerima dengan Instruktur Nasional
12.    KCM : Kriteria Capaian Minimal
13.    Kelompok Kerja Guru (KKG) : Merupakan wadah atau lembaga kegiatan profesional bagi para guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah di tingkat gugus atau kecamatan yang terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah dengan legalitas dari Dinas Pendidikan Prov./Kab./Kota
14.    Komunitas GTK : Komunitas yang telah terdaftar dan teregistrasi secara resmi di SIM Pembinaan Karier Guru
15.    Komunitas POKJA : Komunitas yang telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Prov./Kab./Kota dan mempunyai Surat Keputusan Pendirian Komunitas
16.    Komunitas Rayon : Forum/wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran/paket keahlian yang dikoordinir dan dibuat oleh UPT
17.    Konstruktivisme sosial : Teori mencar ilmu yang memandang bahwa ilmu pengetahuan sanggup dibangun melalui interaksi sosial
18.    Koordinator Admin LMS : Tenaga teknis yang ada di UPT, yang mempunyai otoritas di dalam memperbaiki konten teknis untuk menjamin keberlangsungan pelaksanaan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring
19.    Learning Management System (LMS) : Sistem administrasi pembelajaran secara elektronik, contohnya moodle, dan blackboard
20.    LMS Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan : Sistem pembelajaran yang dipakai dalam kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring
21.    Log activity : Rekaman kegiatan dalam sistem
22.    Luring : Luar jejaring (internet) /offline
23.    Mentor : Guru yang membimbing penerima dalam Program
24.    Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring kombinasi
25.    Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) : Wadah atau lembaga kegiatan profesional bagi para guru Bimbingan Konseling di tingkat gugus atau beberapa guru dari beberapa sekolah dengan legalitas dari Dinas Pendidikan Prov./Kab./Kota
26.    Komunitas GTK : Komunitas yang telah terdaftar dan teregistrasi secara resmi di SIM Pembinaan Karier Guru
27.    Komunitas POKJA : Komunitas yang telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Prov./Kab./Kota dan mempunyai Surat Keputusan Pendirian Komunitas
28.    Komunitas Rayon : Forum/wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran/paket keahlian yang dikoordinir dan dibuat oleh UPT
29.    Konstruktivisme sosial : Teori mencar ilmu yang memandang bahwa ilmu pengetahuan sanggup dibangun melalui interaksi sosial
30.    Koordinator Admin LMS : Tenaga teknis yang ada di UPT, yang mempunyai otoritas di dalam memperbaiki konten teknis untuk menjamin keberlangsungan pelaksanaan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring
31.    Learning Management System (LMS) : Sistem administrasi pembelajaran secara elektronik, contohnya moodle, dan blackboard LMS Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Sistem pembelajaran yang dipakai dalam kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring
32.    Log activity : Rekaman kegiatan dalam sistem
33.    Luring : Luar jejaring (internet) /offline
34.    Mentor : Guru yang membimbing penerima dalam Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring kombinasi
35.    Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Wadah atau lembaga kegiatan profesional bagi para guru Bimbingan Konseling di tingkat gugus atau kecamatan yang terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah dengan legalitas dari Dinas Pendidikan Prov./Kab./Kota.
36.    Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) : Forum/wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran pada SMP/MTs, SMPLB/MTsLB, SMA/MA, SMK/MAK, SMALB/MALB yang berada pada satu wilayah/kabupaten/kota/kecamatan/sanggar/gugus sekolah dengan legalitas dari Dinas Pendidikan Prov./Kab./Kota
37.    Narasumber Nasional /NS : Widyaiswara, Pengembang Teknologi Pendidikan (PTP), dan/atau Guru yang memenuhi kriteria dan lulus dalam pembinaan Narasumber Nasional/Pengampu tahun 2016 atau yang telah mengikuti penyegaran kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan tahun 2017
38.    On-the-Job Learning (On) : Merupakan kelanjutan proses pembelajaran dari kegiatan In-1
39.    Pengampu : Widyaiswara/PTP/Dosen/Instruktur yang memfasilitasi, membimbing dan memonitor kegiatan penerima dalam kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda daring
40.    Peserta : Guru yang menjadi penerima kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan : Proses penyelenggaraan kegiatan mencar ilmu mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru dalam melakukan kiprah profesinya
41.    Moda daring murni : Model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh
42.    Moda daring kombinasi : Model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring dan tatap muka dengan didampingi oleh mentor serta difasilitasi oleh pengampu
43.    Moda daring murni –Model 1 : Model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh dan difasilitasi hanya oleh pengampu
44.    Moda daring murni –Model 2 : Model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh dan didampingi oleh mentor serta difasilitasi oleh pengampu
45.    Moda tatap muka : Model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara tatap muka dengan didampingi dan difasilitasi oleh Instruktur Nasional atau Narasumber Nasional
46.    PKG : Penilaian Kinerja Guru
47.    PPK : Penguatan Pendidikan Karakter
48.    Pusat Belajar (PB) : Tempat kegiatan pendampingan dan tatap muka antara Instruktur Nasional (IN)/mentor dengan penerima pada Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan moda tatap muka atau moda daring kombinasi
49.    Pusat Kegiatan Gugus : Merupakan wadah atau lembaga kegiatan profesional bagi para guru Taman Kanak-Kanak (TK) di tingkat gugus atau kecamatan yang terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah dengan legalitas dari Dinas Pendidikan Prov./Kab./Kota
50.    Refleksi : Memikirkan ulang dan menuangkan hal-hal yang telah diperoleh dalam proses belajar, faktor-faktor pendukung atau penghambat (baik internal maupun eksternal) dalam proses belajar, langkah apa yang harus diambil untuk mengantisipasi masalah, dan rencana agresi tindak lanjut pembelajaran oleh mentor serta difasilitasi oleh pengampu
51.    Relevansi : Kaitan atau hubungan antara kesesuaian isi pembinaan dengan profesi peserta, dan penerapannya di kawasan kerja
52.    SIM Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan : Sistem Informasi Manajemen terpadu pada Sistem Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
53.    Smiley face : Instrumen untuk mengukur reaksi penerima terhadap proses pembelajaran, berupa “kepuasan peserta”
54.    Surel : Surat elektronik yang biasa dikenal dengan email
55.    Tagihan : Seluruh kiprah yang harus diselesaikan selama pembelajaran dalam bentuk: evaluasi diri terhadap lembar kerja yang diunggah dan tes sumatif sesi
56.    TIK : Teknologi Informasi dan Komunikasi
57.    TM : Tatap Muka
58.    TUK : Tempat Uji Kompetensi
59.    UKG : Uji Kompetensi Guru
60.    UPT : Unit pelaksana teknis meliputi PPPPTK, dan LPPPTK-KPTK yang menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Demikian share isu mengenai daftar arti kata istilah penting seputar Program PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) di tahun 2017 yang bersumber dari draft Juknis Program PKB Tahun 2017. Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam Edukasi...!

Thursday, 1 August 2019

Pasti Dapat Tugas Pendidikan Dalam Menghadapi Kurun Revolusi Industri 4.0

Peran pendidikan dalam menghadapi kala revolusi industri 4.0 –  Anda mungkin sudah sering mendengar istilah revolusi Industri 4.0. Secara sederhana sanggup diungkapkan bahwa revolusi industri ialah perpaduan antara dunia industri khususnya produksi dengan teknologi online atau internet.

Peran pendidikan dalam menghadapi kala revolusi industri  PASTI BISA Peran Pendidikan dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
Ilustrasi revolusi industri (pexels.com)

Segala acara dunia industri ditopang oleh kemajuan dunia digital dan internet. Dengan demikian dalam revolusi industri akan merubah cara person, perusahaan, pemerintah berinteraksi satu sama lainnya.

Empat titik nol (4.0) memberikan generasi revolusi industri keempat. Era revolusi industri 4.0 mungkin sangat ditakutkan namun gotong royong ketika ini masyarakat Indonesia sudah berada dalam kala tersebut. Buktinya?

Revolusi Industri sebelumnya ditandai dengan kehadiran teknologi digital dan internet. Dalam kala revolusi industri 4.0 ini, teknologi digital dan internet bakal diterapkan secara menyeluruh ke dalam ranah industri.

Persaingan dalam dunia produksi antara satu perusahaan dengan perusahaan lain semakin ketat. Di sisi lain dikhawatirkan kala revolusi industri 4.0 akan mengurangi lapangan pekerjaan yang berujung membengkaknya pengangguran.

Pekerjaan yang semula dikerjakan oleh insan akan digantikan oleh mesin otomasi. Begitu pula komunikasi satu individu dan individu lain yang sanggup dilakukan secara online dan serba cepat. Boleh jadi dunia industri hanya membutuhkan tenaga operator yang mempunyai keahlian dalam dunia digital dan internet.
Era revolusi industri 4.0 menjadi tantangan, sekaligus peluang khususnya bagi masyarakat Indonesia. Tantangan tersebut selalu diantisipasi semenjak dini melalui pendidikan dan latihan di forum formal maupun non formal..

Peran forum pendidikan

Lembaga pendidikan mempunyai tugas penting dalam menyiapkan sumberdaya insan yang siap dalam kala revolusi industri 4.0. Disadari bahwa, kemajuan teknologi digital dan internet pastilah berawal dari dunia pendidikan.yang lebih duluan mengalami kemajuan.

Jika demikian adanya maka forum pendidikan di Indonesia perlu menyiasati kala revolusi industri 4.0 dengan pembenahan dan peningkatan kualitas pendidikan.

Para penentu kebijakan dunia pendidikan mengeluarkan kebijakan-kebijakan jitu, bukan mengubah atau memperbaharui kebijakan yang sudah ada tiap sebentar jikalau memang berpotensi mendukung peningkatan proses pendidikan.

Di tingkat administrasi sekolah, pengelolaan pendidikan di sekolah hendaknya bertumpu pada potensi dan abjad sumberdaya alam dan insan yang ada di sekolah.Setiap sekolah akan memiki potensi berbeda satu dengan sekolah lainnya.

Guru berperang sangat strategis dalam menyiapkan generasi yang siap menghadapi kala revolusi industri 4.0. Mengajar bukan lagi memberikan bahan sebagaimana halnya menuangkan air dari teko ke gelas penampung.

Sebaliknya mengajar dijadikan sebagai tindakan untuk membuat kondisi bagaimana penerima didik sanggup belajar, menjelajah dan menggali ilmu pengetahuan. Motivasi berguru menjadi hal yang penting untuk mendekatkan siswa untuk berguru secara mandiri. Sementara guru berperan sebagai motivator dan perantara berguru bagi penerima didik.

Orangtua murid  sertai komite sekolah tak kalah penting kiprahnya dalam mendukung upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dukungan dimaksud tidak semata dalam bentuk material. Lebih dari itu ialah pinjaman moril secara aktual dalam proses pendidikan di sekolah.

Kerja sama semua pihak yang terkait dalam mengemban misi pendidikan akan membuat peluang positif bagi lulusan forum sekolah dalam menghadapi kala revolusi industri 4.0. 

Monday, 2 December 2019

Lebih Arif Gosip / Pengumuman Lomba Gebyar Tik Provinsi Jambi Tahun 2017

Sahabat Edukasi di wilayah provinsi Jambi yang berbahagia... Pelaksanaan Gebyar TIK Provinsi Jambi di tahun 2017 ini berbeda dengan pelaksanaan Gebyar TIK yang telah diadakan pada setiap tahunnya di provinsi Jambi sebelumnya. Di mana, kategori perlombaan pada tahun 2017 ini lebih sedikit dibandingkan dengan sebelumnya. Selain itu, untuk proses seleksi pada tahun ini pun eksklusif dilakukan oleh Panitia Gebyar TIK di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, sedangkan pada tahun 2016 sebelumnya diseleksi terlebih dahulu pada tingkat kabupaten/kota. Berikut share info selengkapnya:

Gebyar TIK Jambi Tahun 2017 diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada Sekolah dan Guru Sekolah Menengan Atas dan Sekolah Menengah kejuruan yang berdedikasi memajukan pendidikan di Provinsi Jambi dengan berbagi dan memanfaatkan TIK untuk pendidikan.

Keberhasilan penyelenggaraan Gebyar TIK Jambi Tahun 2017 ini merupakan tanggung jawab dari semua unsur yang berperan termasuk Peserta yang mengikuti kegiatan ini, bahan kegiatan, serta aneka macam program/kegiatan dan informasi yang berkenaan dengan Gebyar TIK Jambi Tahun 2017. Panduan Gebyar TIK Jambi Tahun 2017 memuat aneka macam hal yang berkaitan dengan Petunjuk Kegiatan, dilengkapi kegiatan jadwal dan Petunjuk Tekhnis Kegiatan. Pedoman ini diperlukan sanggup dipakai bagi semua pihak sehingga sanggup berkontribusi secara maksimal sesuai dengan tugas masing-masing. Kami sangat menghargai dan memberikan penghargaan yang tinggi atas kerjasama dan tugas serta aktif dari aneka macam pihak dalam penyelenggaraan Gebyar TIK Jambi tahun 2017 ini untuk mendukung terwujudnya tujuan dan hasil yang diharapkan.


PETUNJUK PELAKSANA GEBYAR TIK 2017

Seiring dengan terjangkaunya layanan dan perangkat teknologi internet kini sangatlah memasyarakat. Berbagai kalangan sudah tidak awam lagi dengan produk internet ibarat website, blog, e-learning, chat, file-sharing dan lainnya. Ada banyak fasilitas dan keutamaan mengapa banyak pihak memanfaatkan internet sebagai layanan, tak terkecuali bidang pendidikan. Persepsi internet yang identik dengan saluran kapan saja dan dimana saja pun hampir selaras dengan motto pendidikan, mencar ilmu tanpa mengenal waktu dan tempat. Atas dasar pemanfaatan teknologi TIK tersebutlah diadakan Gebyar TIK, kegiatan tahunan ini merupakan rangkaian dari beberapa lomba (Kuis Kihajar, Film Pendek Pendidikan, Media Mobile Edukasi (M-Edukasi), Media Video Pembelajaran, dan Media Pembelajaran Interaktif (MPI)).

MAKSUD DAN TUJUAN :

Maksud : Gebyar TIK diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada Sekolah dan Guru SMA/MA/SMK yang berdedikasi memajukan pendidikan di Provinsi Jambi dengan berbagi dan memanfaatkan TIK untuk pendidikan.

Tujuan :

•    Mengaplikasikan Teknologi TIK dalam bidang Pendidikan
•    Wadah kreatifitas dan unjuk potensi TIK Guru/Sekolah se-Provinsi Jambi
•    Mendorong dan meningkatkan pengembangan dan pemanfaatan TIK di Sekolah
•    Menumbuhkan kesadaran pendayagunaan teknologi yang tepat-guna

SASARAN/PESERTA LOMBA :

Sasaran dari kegiatan ini ialah sekolah, guru dan siswa SMA/SMK serta Bupati/Wakikota se-Provinsi Jambi.

KATEGORI LOMBA :

1.  Lomba Pembuatan Media Mobile Edukasi (M-Edukasi), diikuti oleh Guru SMA/SMK se-Provinsi Jambi.
2.  Lomba Media Video Pembelajaran, diikuti oleh Guru SMA/SMK se-Provinsi Jambi.
3.  Lomba Media Pembelajaran Interkatif (MPI), diikuti oleh Guru SMA/SMK se-Provinsi Jambi.
4.  Lomba Media Presentasi, diikuti oleh Guru SMA/SMK se-Provinsi Jambi.
5.  Lomba Film Pendek Pendidikan, diikuti oleh Siswa dan Guru SMA/SMK se-Provinsi Jambi.
6.  Kuis Kihajar, diikuti oleh Siswa SD, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas se-Provinsi Jambi.

MEKANISME PELAKSANAAN :

Mekanisme pelaksanaan lomba mencakup tiga tahapan yaitu :

1.   Tahap 1 : Pendaftaran Dilakukan secara online dengan melengkapi ketentuan dan persyaratan yang berlaku sebagaimana dijelaskan dalam halaman Juknis Perlombaan.
2.   Tahap 2 : Penyisihan Babak Penyisihan dilakukan di tingkat Provinsi, penerima akan di seleksi sebanyak 11 orang untuk setiap kategori lomba. Untuk penerima Kuis Kihajar sebanyak 1 Peserta Terbaik Kuis Kihajar masing-masing tingkatan sekolah untuk diutus mengikuti Babak Final pada puncak kegiatan Gebyar TIK / Kihajar Award tahun 2017.
3.   Tahap 3 : Final Peserta yang telah terseleksi akan diundang untuk mengikuti babak tamat dalam puncak kegiatan Gebyar TIK Jambi 2017 dan setiap penerima diminta untuk mempresentasikan hasil karyanya. Tim Juri akan memilih Juara dari semua lomba.

KETENTUAN DAN PERSYARATAN

Ketentuan Pendaftaran :

1.   Mendaftar secara online melalui website : http://gebyartik.disdik.jambiprov.go.id/
2.   Mengupload Media/materi yang akan dilombakan khusus untuk penerima Lomba Media Pembelajaran Interaktif (MPI), Mobile Edukasi (M-Edukasi), Media Presentasi. Untuk penerima Lomba Video Pembelajaran dan Film Pendek Pendidikan wajib mengirimkan file media dalam bentuk Softcopy dan di burn dalam DVD kirmkan ke alamat kantor BTIKP DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI : Jl. Jendral Ahmad Yani No. 06 Telanaipura Jambi Telp./ Faks (0741) 63197

Ketentuan Peserta :

1.   Tercatat aktif sebagai sekolah atau guru dari sekolah bersangkutan pada tahun diselenggarakannya lomba ini.
2.   Peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu mata lomba.
3.   Peserta yang pernah menjadi Juara 1 pada pelaksanaan Gebyar TIK Jambi tahun sebelumnya dilarang mengikuti cabang lomba yang sama (dibolehkan mengikuti cabang lomba lainnya).

ASPEK PENILAIAN :

1.   Deskripsi Hasil Karya/RPP (20%)• Isi/materi (15%)• Metode Penulisan (5%)
2.   Presentasi (10%)
3.   Hasil Karya (70%)

HADIAH DAN PENGHARGAAN :

Pemenang akan diberikan piagam dan/atau akta serta uang pembinaan.***
Daftar hadiah lomba Gebyar TIK 2017 untuk semua lomba dan jenjang :****
Juara
Lomba Media
Lomba Film Pendek Guru
Lomba Film Pendek Siswa
Lomba Kuis Kihajar
Juara I
Rp. 3.000.000,-
Rp. 4.000.000,-
Rp. 3.000.000,-
Rp. 2.000.000,-
Juara II
Rp. 2.000.000,-
Rp. 3.000.000,-
Rp. 2.000.000,-
Rp. 1.500.000,-
Juara III
Rp. 1.500.000,-
Rp. 2.000.000,-
Rp. 1.500.000,-
Rp. 1.000.000,-
** Pajak ditanggung pemenang
**** Penentuan pemenang Lomba Media Mobile Edukasi (M-Edukasi), Media Video Pembelajaran, Media MPI dan Media Presentasi, dan Film pendek pendidikan.

LOMBA MEDIA PEMBELAJARAN

Ketentuan Lomba :

1.      Peserta ialah Guru SMA, Sekolah Menengah kejuruan sederajat se-Provinsi Jambi.
2.      Lomba Media Pembelajaran dibagi dalam 4(empat) kategori, yaitu Media Pembelajaran Interaktif (MPI), Media Pembelajaran Berbasis Persentasi, Media Pembelajaran Berbasis Video Pembelajaran dan Media Pembelajaran Berbasis Mobile Edukasi (M-Edukasi).
3.      Media Pembelajaran Interaktif (MPI) berisi sajian bahan pembelajaran dalam format swf dan format sajian : Instruksional. Peserta wajib menyertakan Naskah Media dan Source Code Program. Didalam aplikasi, diwajibkan mencantumkan opening dan closing dengan standar yang telah ditentukan panitia (didiwnlod di website lomba).
4.      Media Pembelajaran Presentasi berisi sajian bahan pembelajaran dalam format PPT,berukuran file max 200 mb, format sajian : Belajar Mandiri dan Alat Bantu Mengajar. Peserta wajib menyerahkan file Rancangan PelaksanaanPembelajaran(RPP) bila kegiatan tersebut dimanfaatkan dikelas.
5.      Media Pembelajaran Berbasis Video berisi sajian bahan pembelajaran dalam format Videodengan durasi sajian maks 15 menit. format sajian : Belajar Mandiri dan Alat Bantu Mengajar. Peserta wajib menyerahkan file Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) bila kegiatan tersebut dimanfaatkan dikelas.
6.      Media Pembelajaran Berbasis Mobile Edukasi berisi sajian bahan pembelajaran dalam format Mobile Disajikan dengan memakai Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali mata pelajaran bahasa asing/daerah/muatan lokal. Peserta wajib menyertakan Naskah Media dan SourceCode program. Didalam aplikasi, diwajibkan mencantumkan opening dan closing dengan standar yang telah ditentukan panitia (didiwnlod di website lomba).
7.      Peserta mendaftar online.
8.      Waktu Pendaftaran dan upload Media/Materi dari tanggal 1 Juni s.d. 12 Agustus 201
9.      Media Pembelajaran yang dilombakan ialah Karya yang dibentuk secara pribadi oleh Guru, belum pernah dilombakan dan merupakan karya orisinil.
10.    Media Pembelajaran akan dinilai oleh Tim Provinsi pada tanggal 13 – 20 Agustus 2017.
11.    Peserta yang dinyatakan lulus dalam seleksi akan diumumkan pada tanggal 21 Agustus 2017 dan mengikuti babak tamat pada tanggal 28 – 31 Agustus 2017.
12.    Biaya Transportasi, Akomodasi dan Konsumsi penerima yang mengikuti Babak Final ditanggung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
13.    Dalam Babak Final, penerima diwajibkan membawa deskripsi hasil karya panduan/manual yang merangkum konsep dan klarifikasi dari karya dan mempresentasikan dihadapan Dewan Juri.
14.    Peserta yang secara faktual dan sanggup dibuktikan oleh Dewan Juri menampilkan karya yang tidak asli dan tidak dibuata secara eksklusif atau pribadi oleh penerima otomatis eksklusif digugurkan oleh Dewan Juri.
15.    Aspek Penilaian : Originalitas, Kreatifitas Ide, Pembelajaran.

Subtansi Materi, mencakup : kesesuaian dengan kurikulum, kebenaran isi, dan keutuhan materi. Desain Pembelajaran, mencakup kesesuaian antara tujuan pembelajaran dengan kandungan presentasi, kesesuaian dengan karakteristik penerima belajar

Teknis

Media Pembelajaran Interaktif (MPI) dan Mobile Edukasi (m-edukasi) mencakup : Kesesuaian prinsip gerak, Keunikan, Pose dan Inbethween, Waktu, Kehalusan gerak, Gerak Sekunder, Gerak Penutup, kompleksitas fungsi dan fitur, tanpa kesalahan program/bebas bug. Presentasi dan Video Pembelajaran mencakup : Kejelasan Pesan, Kualitas dan Kesesuaian pemilihan media pendukung

Penyajian

Komunikasi Visual mencakup visualisasi ilham (krativitas),pusat perhatian, keseimbangan, kontras, proporsi, harmoni. Kemudahan pengoperasian, keunikan dan keselarasan penyajian materi, kelengkapan komponen menu. Tata letak/Layout mencakup : Komposisi dan Keserasian warna, keunikan penyajian dan kelancaran tampilan media dan kemenarikan tampilan secara menyeluruh Tipografi mencakup : Ukuran dan Keterbacaan

FILM PENDEK PENDIDIKAN

Kategori Guru :

Peserta ialah Guru SD-SMA sederajat se-Provinsi Jambi.

a.   Film penerima kompetisi harus film pendek pendidikan dengan tema “Insan Indonesia Hebat dan Berbudi Luhur”.
b.   Durasi film 5-10 menit.
c.   Karya film pendek merupakan produksi tahun 2017 dan belum mengikuti perlombaan apapundan belum/tidak terikat kontrak perjanjian dengan pihak lain.
d.   Materi film tidak melanggar Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI),pelanggaran dan somasi atas HAKI terhadap karya yang disertakan, di luar tanggung jawab Panitia, Kurator, dan Juri.
e.   HAKI pada karya yang disetor tetap dimiliki oleh Peserta.
f.    Panitia berhak memakai semua karya penerima sebagai arsip serta menayangkannya kepada publik untuk keperluan Pendidikan di Jambi.
g.   Format bahan karya yang disetor berupa DVD, dengan format AVI/MPEG/MOV/MKV/MP4 PAL resolusi minimal 720 x 576px dan dalam kualitas baik.
h.   File synopsis karya (DOC/PDF)
i.    File data teknis lainnya bila ada (behind the scene, foto, tim produksi, catatan proses kreatif)
j.    Menyertakan file Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bila kegiatan tersebut dimanfaatkan di kelas.

Kategori Pelajar :

a.   Peserta ialah Pelajar SMA/SMK sederajat se-Jambi (dibuktikan dengan salinan kartu pelajar atau surat keterangan lainnya).
b.   Film penerima kompetensi harus film pendek pendidikan dengan tema “Insan Indonesia Hebat dan Berbudi Luhur”.
c.   Durasi film 15-28 menit.
d.   Karya film dokumenter merupakan produksi tahun 2017 dan belum mengikuti perlombaan apapundan belum/tidak terikat kontrak perjanjian dengan pihak lain.
e.   Materi film tidak melanggar Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Pelanggaran dan somasi atas HAKI terhadap karya yang disertakan, di luar tanggung jawab Panitia, Kurator, dan Juri.
f.    HAKI pada karya yang disetor tetap dimiliki oleh Peserta.
g.   Panitia berhak memakai semua karya penerima sebagai arsip serta menayangkannya kepada publik untuk keperluan Pendidikan di Jambi.
h.   Format bahan karya yang disetor berupa DVD, dengan format AVI/MPEG/MOV/MKV/MP4 PAL resolusi minimal 720 x 576px dan dalam kualitas baik.
i.    File synopsis karya (DOC/PDF)
j.    File data teknis lainnya bila ada (behind the scene, foto, tim produksi, catatan proses kreatif).

JADWAL LOMBA :

1.  Pendaftaran : 1 Juni – 12 Agustus 2017
2.  Upload Media/Materi : 1 Juni – 12 Agustus 2017
3.  Penilaian Media : 13 – 20 Agustus 2017
4.  Pengumuman 11 Finalis : 21 Agustus 2017
5.  Final : 28 – 31 Agustus 2017

KONTAK PERSON :

•    Zainul Haviz (08127412601)
•    Hely Kurniawan (082175206467)
•    Aris Setiawan (082231764904)

Info selengkapnya sanggup dilihat di link sumber artikel ini pada website Gebyar TIK 2016 http://gebyartik.disdik.jambiprov.go.id. Semoga bermanfaat dan terimakasih... ...!