Showing posts sorted by relevance for query pendidikan-anak-di-lingkungan-keluarga. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query pendidikan-anak-di-lingkungan-keluarga. Sort by date Show all posts

Thursday, 8 August 2019

Pasti Dapat Administrasi Pendidikan Anak Di Lingkungan Keluarga Dan Permasalahannya

Manajemen pendidikan anak di lingkungan keluarga dan permasalahannya - Keluarga merupakan unit terkecil dari komunitas masyarakat di suatu tempat. Oleh alasannya yaitu itu sanggup dikatakan, bergotong-royong basis pendidikan anak yaitu lingkungan keluarga. Proses dan administrasi pendidikan anak dimulai di lingkungan keluarga, sebelum anak memasuki proses pendidikan berikutnya di forum sekoalah.

Manajemen pendidikan anak di lingkungan keluarga dan permasalahannya PASTI BISA Manajemen Pendidikan Anak di Lingkungan Keluarga dan Permasalahannya
Ilustrasi keluarga banyak anak (pexels.com)
Keluarga termasuk salah satu bentuk pendidikan non formal. Manajemen pendidikan anak di lingkungan keluarga akan berbeda dengan pendidikan formal. Salah satunya disebabkan lantaran di lingkungan keluarga tidak terdapat kurikulum tertentu sebagaimana lazimnya di forum pendidikan sekolah.

Konsep dan administrasi pendidikan di lingkungan keluarga berlangsung dalam dimensi waktu dan kawasan tanpa batas. Gurunya yaitu kedua orangtua dan orang cukup umur yang ada di rumah tangga.

Sebagai guru, orangtua tidak memerlukan kurikulum dalam mendidik anak. Selain itu orangtua tidak akan mengajar melainkan mendidik anak dalam prosentase yang lebih besar. Namun demikian dalam prosesnya perlu administrasi pendidikan anak di lingkungan keluarga.

Pola dan model keteladanan

Manajemen pendidikan anak di lingkungan keluarga terwujud dalam bentuk contoh dan model tertentu. Hal yang sudah lazim dalam pendidikan anak menyerupai diketahui orangtua yaitu contoh dan model keteladanan.

Model dan contoh keteladanan ini menjadi penting dalam pengembangan abjad anak. Melalui pemodelan keteladanan berdasarkan contoh tertentu, orangtua sanggup menyebarkan abjad disiplin dan rajin belajar, misalnya. 

Artinya pengembangan abjad tersebut tidak akan efektif tanpa diiringi sikap dan tingkah laris disiplin dan kebiasaan berguru dari kedua orangtua.

Pembiasaan sesuatu yang baik dilakukan anak perlu pengarahan dan model dari orangtua. Dengan demikian anak akan paham bila model yang ditunjukkan orangtua memang bermanfaat dan patut dijalankan oleh anak.

Pengawasan dan toleransi

Pengawasan terhadap anak tidak sebagaimana lazimnya pada forum sekolah. Pengawasan terhadap anak selama berada di rumah diiringi oleh sikap toleransi orangtua.

Orangtua perlu mengingatkan anak dikala mereka terlalu asyik dengan gadget atau menonton siaran televisi. Namun demikian orangtua perlu mengajak anak menonton bersama anak dengan pilihan siaran yang baik. Mendengarkan musik bersama sambil menawarkan kode perihal musik yang sedang didengar.
Ketika anak belajar, orangtua berperan penting dalam mendampinginnya. Mendampingi disini tidak mesti duduk di akrab mereka melainkan menyediakan kemudahan dan keperluan berguru serta motivasi belajar.

Anak dua versus anak banyak

Slogan dua anak cukup, sudah sering kita dengar dan itu berlangsung semenjak tahun 1970-an. Slogan ini disosialisasikan oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Bahkan untuk menunjang keberhasilan aktivitas ini pemerintah waktu itu telah mengeluarkan uang cuilan Rp. 5,- bergambar logo Keluarga Berencana (KB). Tujuan aktivitas ini diantaranya yaitu meningkatkan kesehatan ibu dan anak, membatasi jarak melahirkan, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Anak cukup dua, slogan ini secara logika sanggup diterima kebijaksanaan sehat. Dengan mempunyai 2 anak, pendidikan dan pelayanan perhatian serta kasih sayang terhadap anak akan terjamin.

Dengan demikian, pendidikan anak lebih terjamin. Bahkan dengan anak hanya dua, berpeluang menjadi anak yang berprestasi di sekolah dan membanggakan orangtua. Selain itu para orangtua tidak direpotkan oleh anak, baik dalam pengasuhan,  pelayanan kasih sayang maupun biaya pendidikan.

Namun skenario anggun itu, adakala berseberangan dengan kenyataannya, apalagi di zaman sekarang. Memiliki hanya dua anak, adakala bagai mempunyai 5 orang anak. Hal ini jawaban administrasi pendidikan anak yang diterapkan belum efektif.

Sebaliknya, justru yang mempunyai anak banyak adakala terlihat lebih menyenangkan. Anak-anak mereka terlihat bersikap baik dan berprestasi di sekolah. Salah satunya lantaran administrasi pendidikan yang baik di lingkungan keluarga.

Keasadaran dan kepedulian

Orangtua yang mempunyai anak banyak, telah mempunyai kesadaran dan kepedulian super ekstra semenjak awal. Kesadaran dimaksud yaitu kesiapan mental bahwa mempunyai anak banyak akan mendatangkan resiko yang lebih besar.

Biaya kebutuhan harian dan pendidikan anak tentu lebih banyak. Pengasuhan dan pengawasan, serta pelayanan kasih sayang akan lebih merepotkan.

Namun kesiapan diri disertai dengan keikhlasan mendapatkan segala resiko punya anak banyak, justru menciptakan orangtua mempunyai kepedulian dan perhatian besar terhadap anak dan pendidikannya.

Misalnya, orangtua yang mempunyai banyak anak, menyadari dan bersedia menyediakan banyak waktunya untuk memperhatikan dan menawarkan kasih sayang pada anaknya. Bahkan ada orangtua yang mengorbankan pekerjaannya demi memusatkan perhatian pada anak.

Orangtua demikian menyadari bahwa riski itu dari Allah SWT sedangkan orangtua berusaha mencari riski itu dengan cara yang baik. Orangtua demikian juga berharap supaya amanah untuk merawat banyak anak akan menerima ridho dari Allah SWT.

Sebaliknya, keikhlasan orangtua dan ridho dari Allah SWT berbuah manis. Anak mempunyai sikap dan sikap baik, menyadari situasi dan kondisi orangtuanya (tau diri), serta berprestasi cukup membanggakan dan menyenangkan hati orangtua. Hal ini lantaran anak menyadari betul bagaimana kesulitan orangtuanya.

Disisi lain, kesulitan orangtua membiayai anak banyak; kebutuhan harian dan biaya pendidikan, justru menjadi motivasi bagi orangtua mendidik anak di rumah tangga. Hidup yaitu risiko oleh alasannya yaitu itu risiko itu harus dihadang dan dijalankan.
Orangtua bau tanah hanya menjalankan amanah untuk mempunyai banyak anak dan mengusahakan riski yang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang di kemudian hari.

Friday, 2 August 2019

Pasti Dapat Peranan Kelompok Dasawisma Dalam Menunjang Pendidikan Di Lingkungan Keluarga

Peranan kelompok dasawisma dalam menunjang pendidikan di lingkungan keluarga – Pendidikan anak dalam prosesnya menjadi tanggung jawab keluarga, forum sekolah dan pemerintah. Ketiga unsur ini saling bersinergis dalam memajukan proses pendidikan anak melalui taktik dan metode masing-masing.

Peranan kelompok dasawisma dalam menunjang pendidikan di lingkungan keluarga PASTI BISA Peranan Kelompok Dasawisma dalam Menunjang Pendidikan di Lingkungan Keluarga
Kelompok dasawisma berperan penting dalam menunjang pendidikan (Rika G/matrapendidikan.com)

Disadari bahwa keluarga menjadi basis utama pendidikan anak. Hal ini lantaran anak lahir dan dibesarkan pertama kali di lingkungan keluarga, sebelum memasuki kursi pendidikan di sekolah. Oleh lantaran itu sangat besar tugas keluarga dalam mendidik anak.
Sebuah keluarga ialah unit terkecil dari struktur sosial kemasyarakatan. Pemberdayaan terhadap keluarga dilakukan oleh kedua orangtua melalui banyak sekali inovasi.

Dalam level yang lebih luas, pemberdayaan keluarga dilaksanakan melalui bimbingan organisasi kemasyarakatan. Salah satu organisasi kemasyarakatan dalam  pemberdayaan keluarga ialah PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga).

PKK mempunyai 10 jadwal pokok dan salah satu butir jadwal tersebut ialah unsur pendidikan dan keterampilan. Penerapan jadwal ini lebih efektif untuk mencapai sasaran melalui kelompok Dasawisma. Kelompok ini merupakan kumpulan beberapa keluarga yang diberdayakan melalui acara dalam PKK.

Peranan dasawisma sangat penting dalam membuatkan terusan pendidikan dan keterampilan di lingkungan keluarga. Pencerahan terhadap pentingnya pendidikan dalam kelompok dasawisma akan berdampak pada kesadaran keluarga untuk mengedepankan pendidikan anak.

Melalui acara kelompok dasawisma, keluarga mempunyai kesadaran dan pemahaman yang tinggi bahwa pendidikan itu ialah bekal berharga bagi anak di masa depan.

Selain itu di lingkungan keluarga, anak memperoleh keterampilan dasar yang sanggup memperkuat jadwal keterampilan di forum sekolah.
Dasawisma dibina oleh Penggerak PKK di tingkat jorong maupun nagari. Pembinaan yang intensif oleh para pelopor PKK terhadap kelompok dasawisma melalui 10 jadwal pokok PKK akan meningkatkan nilai tambah terhadap pemberdayaan keluarga khususnya dalam aspek pendidikan dan keterampilan.

Friday, 30 August 2019

Pasti Dapat Guru Sekaligus Orangtua Dalam Pendidikan Anak

Guru sekaligus orangtua dalam pendidikan anak – Anak ialah calon penerus generasi bangsa dan keturunan bagi keluarga. Bagi suatu bangsa, anak ialah calon pemimpin di masa depan. Sedangkan bagi sebuah keluarga, anak menjadi referensi cita-cita orangtua di hari depan.

Guru sekaligus orangtua dalam pendidikan anak PASTI BISA Guru Sekaligus Orangtua dalam Pendidikan Anak
Ilustrasi guru dalam pendidikan di sekolah (pixabay.com)

Salah satu bekal penting bagi anak ialah pendidikan. Membekali anak dengan pendidikan yang  memadai berarti menyiapkan generasi penerus bangsa dan keturunan keluarga menjadi lebih baik.
Pada hakikatnya kiprah pendidikan anak dibebankan kepada orangtua di rumah dan guru di sekolah. Orangtua dan guru bersinergi membekali anak dengan pendidikan yang berkualitas.

#Ibarat dua sisi mata uang

Orangtua dan guru menyerupai dua sisi mata uang. Kedua sisi mata uang mempunyai model dan corak berbeda namun nilai nominalnya sama. Tidak ada mata uang dimana satu sisi nilainya berbeda dengan sisi lainnya.

Begitulah ibaratnya antara orangtua dan guru dalam mendidik anak..

Guru sekaligus orangtua dalam pendidikan anak PASTI BISA Guru Sekaligus Orangtua dalam Pendidikan Anak
Ilustrasi orangtua bersama anak (pixabay.com)

Orangtua mendidik anak di rumah tangga. Pendidikan dalam keluarga tidak mempunyai kurikulum tersendiri sebagaimana halnya pendidikan di sekolah. Namun pendidikan dalam keluarga berlangsung secara alamiah melalui penyesuaian dan iman keluarga.

Guru mendidik anak di forum sekolah mengacu pada kurikulum yang berlaku. Materi kurikulum tidak semata menyangkut perilaku dan tingkah laris yang dikembangkan melalui penyesuaian di sekolah.

Kurikulum pendidikan di forum sekolah juga menyangkut banyak sekali bahan dan disiplin ilmu pengetahuan.

#Guru sekaligus orangtua

Di sisi lain kita memandang, orangtua juga ada yang berprofesi sebagai guru. Sebaliknya guru pada umumnya ialah orangtua dari anak-anaknya di rumah. Orangtua sekaligus guru, dan guru sekaligus sebagai orangtua, menyandang kiprah ganda dalam pendidikan anak.
Di rumah, guru mendidik anak-anaknya sendiri sedangkan di sekolah seorang guru mendidik anak orang lain. Secara teori, guru sekaligus sebagai orangtua akan sukses dalam pendidikan anak.

Teori semacam itu tidak selalu sesuai dengan kenyataannya. Ada guru yang terbilang sukses dalam mendidik anak (murid) di sekolah. Namun tidak sedikit yang mengalami problem dalam mendidik anaknya sendiri di rumah.

Ada pula yang sukses mendidik anak di rumah namun mendidik anak orang lain di sekolah mengalami kesulitan. Sukses dalam mendidik anak di rumah dan di sekolah? Tentu saja banyak yang demikian.
Guru sekaligus orangtua dari anak-anaknya sendiri, sejatinya mempunyai peluang lebih besar untuk sukses dalam pendidikan anak. Allahuallam bissowaab!

Saturday, 17 August 2019

Pasti Dapat Konsep Pendidikan Anak Di Kurun Milennial Berdasarkan Jamuar Dt Putiah

Konsep pendidikan di masa milennial berdasarkan jamuar dt putiah – Salah seorang tokoh masyarakat Nagari Taluak Kecamatan Lintau Buo, Kab. Tanah Datar yang juga pensiunan PNS, Jamuar Dt. Putiah menyampaikan bahwa pendidikan anak seyogyanya memang telah dimulai semenjak dini di  lingkungan keluarga.

Konsep pendidikan di masa milennial berdasarkan jamuar dt putiah PASTI BISA Konsep Pendidikan Anak di Era Milennial Menurut Jamuar Dt Putiah
Jamuar Dt.Putiah ketika bincang santai dengan admin di warung Ampera Siang Malam Tigo Jangko (matrapendidikan.com)

Demikian disampaikan oleh pemuka masyarakat kelahiran 26 Mei 1959 tersebut kepada admin matrapendidikan.com dalam suatu kesempatan bincang-bincang santai sesudah menyantap Ketupat Gulai Cancang di Warung Ampera “Siang Malam” Nagari Tigo Jangko, Sabtu (01/12).

“Kedua orangtua memegang peranan penting dalam membentuk huruf pada anak melalui konsep pendidikan yang diterapkan oleh masing-masing keluarga.” kata ayah dari 3 orang anak yang sudah menuntaskan pendidikannya.

Menurut J. Dt. Putiah, orangtua tidak hanya membebankan kiprah pendidikan anak kepada forum sekolah. Selain itu orangtua juga perlu memperlihatkan kepercayaan penuh kepada anak mau kemana anak melanjutkan pendidikan maupun dalam mencari pekerjaan.

“Orangtua perlu ikhlas, jangan mendua hati ketika anak meninggalkan keluarga untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan. Keikhlasan disertai doa orangtua akan meringankan langkah langkah anak dalam berjuan menjalani kehidupan sang anak,” tutur Dt. Putiah mencontohkan pola yang dilakukan ketika anak melanjutkan ke SMAN 1 Padang Panjang beberapa tahun yang silam.

Ketika mengantar anak menduduki sekolah gres beliau membekali anak dengan tafsir al qur'an dan perlengkapan shalat. Lebih jauh pemuka masyarakat yang pensiunan PNS tersebut memotivasi orangtua kini dalam usaha melanjutkan pendidikan anak-anaknya.

“Kalau anak sedang bersekolah, riski dan jalan untuk membiayai pendidikan anak, insyaallah akan selalu terbuka. Ada-ada saja jalan mendatangkan uang untuk membiayai pendidikan anak,” katanya mengakhiri percakapan dengan admin matrapendidikan.com.

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan anak semestinya dimulai di lingkungan keluarga. Anak perlu dibekali dengan pendidikan keimanan dan ketaqwaan, shalat, membaca dan menerapkan isi al qur’an.

Keikhlasan dalam meneruskan kelangsungan pendidikan anak sangat penting meskipun dalam kesulitan ekonomi alasannya pada hakikatnya jalan dan riski untuk menyekolahkan anak akan selalu terbuka.

Monday, 11 February 2019

Jadi Cendekia Petunjuk Teknis Penyelenggaraan / Pendirian Paud Holistik Integratif


Penyelenggaraan PAUD HI intinya fleksibel menyesuaikan dengan kondisi setempat dan kemampuan satuan PAUD yang bersangkutan. PAUD HI sangat memungkinkan dilaksanakan secara terpadu di Satuan PAUD, tetapi memungkinkan juga dilaksanakan secara terpisah di beberapa daerah layanan. Untuk layanan terpadu contohnya investigasi kesehatan anak dilakukan di Satuan PAUD dengan mendatangkan tenaga kesehatan. Untuk layanan terpisah contohnya dikala investigasi kesehatan anak PAUD dibawa ke Posyandu sesuai agenda layanan Posyandu, acara penyuluhan untuk Parenting disatukan dengan acara Bina Keluarga Balita. Kedua pola layanan tersebut menuntut kerjasama antar stake holders Pembina.

Seperti dicontohkan di atas bahwa layanan PAUD HI idealnya dilaksanakan terpusat, artinya semua layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, dan proteksi anak dilakukan dalam satu daerah yakni Satuan PAUD.

Layanan PAUD HI model ke satu atau kedua prinsipnya menempatkan anak usia dini sebagai sentra layanan PAUD HI. Dipastikan semua anak mendapat semua layanan dengan optimal atas dukungan, bimbingan, fasilitasi dari instansi dan pemangku kebijakan terkait.

A. Peran Satuan PAUD


  1. Satuan PAUD memperlihatkan fasilitasi berupa daerah layanan;
  2. Menyusun layanan PAUD HI sebagai bab dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP);
  3. Menerapkan KTSP ke dalam agenda rutin (bulanan, mingguan, dan harian) yang memuat komponen pelaksanaan PAUD HI;
  4. Bekerjasama dengan orang renta serta tokoh masyarakat dalam pelaksanaan agenda Perenting;
  5. Bergabung dalam organisasi profesi menyerupai IGTKI atau HIMPAUDI, dan aktif di Gugus PAUD untuk memperluas jaringan kemitraan.
  6. Berkoordinasi atau meminta derma kepada Penilik/Himpaudi/IGTKI/ tokoh masyarakat apabila memerlukan derma untuk nara sumber atau kebutuhan fasilitasi lainnya.
  7. Melaporkan agenda PAUD HI di satuan PAUD kepada instansi terkait untuk mendapat training dan fasilitasi sumber.

B. Penerapan Layanan PAUD HI di Satuan PAUD


1. Layanan Pendidikan
Layanan pendidikan sebagai layanan dasar yang diselenggarakan di satuan PAUD untuk membuatkan banyak sekali potensi anak yang meliputi nilai-nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni. Penyelenggaraan layanan pendidikan mengacu pada standar Nasional PAUD, kurikulum 2013 PAUD, dan contoh lainnya yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penyelenggaraan layanan pendidikan pada satuan PAUD sanggup memanfaatkan potensi-potensi yang ada di lingkungan sekitar dan bekerjasama dengan instansi dan kawan terkait.

Layanan pendidikan di Satuan PAUD memakai Prinsip yang dipakai dalam proses pembelajaran anak usia dini sebagai berikut:

a. Belajar melalui bermain
Anak di bawah usia 6 tahun berada pada masa bermain. Pemberian rangsangan pendidikan dengan cara yang sempurna melalui bermain, sanggup memperlihatkan pembelajaran yang bermakna pada anak. Anak mendapat pengetahuan melalui acara mainnya.

b. Berorientasi pada perkembangan anak
Pendidik harus bisa membuatkan semua aspek perkembangan sesuai dengan tahapan usia anak.

c. Berorientasi pada kebutuhan anak
Pendidik harus bisa memberi rangsangan pendidikan atau stimulasi sesuai dengan kebutuhan anak, termasuk belum dewasa yang mempunyai kebutuhan khusus.

d. Berpusat pada anak
Pendidik harus membuat suasana yang bisa mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi, dan kemandirian sesuai dengan karakteristik, minat, potensi, tingkat perkembangan, dan kebutuhan anak.

e. Pembelajaran aktif
Pendidik harus bisa membuat suasana yang mendorong anak aktif mencari, menemukan, memilih pilihan, mengemukakan pendapat, dan melaksanakan serta mengalami sendiri.

f. Berorientasi pada pengembangannilai-nilai karakter
Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk membuatkan nilai-nilai yang membentuk abjad yang positif pada anak. Pengembangan nilai-nilai abjad tidak dengan pembelajaran langsung, akan tetapi melalui pembelajaran untuk membuatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan serta melalui penyesuaian dan keteladanan.

g. Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup
Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk membuatkan kemandirian anak. Pengembangan kecakapan hidup dilakukan secara terpadu baik melalui pembelajaran membuatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan maupun melalui penyesuaian dan keteladanan.

h. Didukung oleh lingkungan yang kondusif
Lingkungan pembelajaran diciptakan sedemikian rupa supaya menarik, menyenangkan, aman, dan nyaman bagi anak. Penataan ruang diatur supaya anak sanggup berinteraksi dengan pendidik, pengasuh, dan anak lain.

i. Berorientasi pada pembelajaran yang demokratis
Pembelajaran yang demokratis sangat diharapkan untuk rasa saling menghargai antara anak dengan pendidik, dan antara anak dengan anak lain.

j. Pemanfaatan media belajar, sumber belajar, dan narasumber
Penggunaan media belajar, sumber belajar, dan narasumber yang ada di lingkungan PAUD bertujuan supaya pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Termasuk narasumber ialah orang-orang dengan profesi tertentu yang dilibatkan sesuai dengan tema, contohnya dokter, polisi, nelayan, dan petugas pemadam
kebakaran.

2. Layanan Kesehatan, Gizi dan Perawatan
a. Layanan kesehatan, gizi, dan perawatan di Satuan PAUD menjadi
bab dari Kurikulum Tingkat Satuan PAUD yang diwujudkan dalam acara rutin seperti:

  • Penimbangan berat tubuh dan pengukuran tinggi tubuh yang dicatat dalam KMS secara terjadwal setiap bulan;
  • Pembiasaan makan masakan sehat dan seimbang atau pemberian masakan pelengkap secara terjadwal (disesuaikan dengan kemampuan lembaga);
  • Pembiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan;
  • Pengenalan makan gizi seimbang dengan melibatkan orang renta dalam menyiapkan bekal untuk anak sehari-hari.
  • Memantau asupan masakan yang dibawa anak setiap harinya termasuk jajanan yang dikonsumsi anak selama ada di Satuan PAUD.
  • Penyediaan alat P3K untuk penanganan pertama pada anak yang mengalami luka.
  • Mengontrol kondisi fisik anak secara sederhana (misalnya suhu tubuh, luka dsb).

b. Memberi akomodasi kepada tenaga Medis untuk melaksanakan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK)/ Stimulasi Deteksi Intervensi Dini TumbuhKembang (SDIDTK), perbaikan gizi, menyerupai pemberian vitamin A, pemberian imunisasi, investigasi kesehatan mata, telinga, dan lisan anak.

c. Berkoordinasi atau meminta derma kepada Penilik/Himpaudi/IGTKI/
tokoh masyarakat apabila memerlukan derma untuk ekspansi jaringan kemitraan, termasuk apabila memerlukan nara sumber atau akomodasi lainnya.

3. Layanan Pengasuhan
Pengasuhan pada satuan PAUD dilakukan bekerjasama dengan orang renta melalui agenda Parenting. Program parenting diisi dengan kegiatan:

a. KPO (Kelompok Pertemuan Orangtua) menyerupai penyuluhan, diskusi, simulasi, seminar wacana pertumbuhan dan perkembangan anak, pengenalan masakan lokal yang sehat, penyesuaian sikap hidup higienis dan sehat (PHBS), penanggulangan kecacingan, penggunaan garam beryodium, pencegahan penyakit menular, dan lain-lain.

b. Konsultasi antara guru dan orangtua berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.

c. Keterlibatan orangtua di dalam kelas contohnya membantu menata lingkungan main, membuat media pembelajaran, menjadi model profesi sesuai dengan tema pembelajaran.

d. Keterlibatan orangtua dalam menyediakan agenda makan bersama secara bergilir sesuai rekomendasi hebat gizi wacana penyediaan sajian masakan dengan pemenuhan gizi seimbang.

e. Keterlibatan orangtua di luar kelas contohnya menjadi panitia acara lapangan, dan menyediakan PMT.

f. Kegiatan bersama keluarga. Kesepakatan antara pihak satuan dengan orangtua untuk sanggup terlibat dalam agenda parenting sanggup dilakukan pada dikala awal masuk satuan PAUD yang dikuatkan dengan menandatangani surat pernyataan kesanggupan melaksanakan pengasuhan bersama.

Satuan PAUD memfasilitasi komunikasi dengan orang renta melalui buku penghubung dan atau laporan. Buku penghubung merupakan alat komunikasi antara guru dan orangtua wacana pertumbuhan dan perkembangan anak serta warta lain bekerjasama dengan acara anak di rumah dan di satuan, yang disampaikan setiap dikala baik oleh guru maupun orangtua jikalau ada kejadian atau informasi.

Buku laporan perkembangan anak merupakan hasil catatan perkembangan anak sehabis mengikuti acara di satuan PAUD dalam kurun waktu tertentu, yangdapat disampaikan setiap triwulan atau semester.

4. Layanan Perlindungan
Perlindungan anak harus menjadi bab dari Misi lembaga, artinya semua anak yang ada di Satuan PAUD harus terlindung dari kek3rasan fisik dan kek3rasan non fisik, antara lain:

  • Memastikan lingkungan, alat, dan materi main yang dipakai anak dalam kondisi aman, nyaman dan menyenangkan.
  • Memastikan tidak ada anak yang terkena buIIy atau kek3rasan fisik ataupun ucapan oleh teman, guru, atau orang cukup umur lainnya di sekitar Satuan PAUD.
  • Mengenalkan kepada anak bab tubuh yang boleh disentuh dan yang dilarang disentuh.
  • Mengajarkan anak untuk sanggup menolong dirinya apabila mendapat perlakuan tidak nyaman, contohnya meminta pertolongan atau menghindari daerah dan orang yang dirasakan membahayakan.
  • Semua area di satuan PAUD berada dalam jangkauan pengawasan guru.
  • Semua anak mendapat perhatian yang sama sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya.
  • Memastikan semua guru terbiasa ramah, menghormati, menyayangi, serta peduli kepada semua anak dengan tidak mecap atau melabelkan sesuatu pada anak.
  • Menumbuhkan situasi di area Satuan PAUD penuh keramahan, Petunjuk Teknis Penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif di Satuan PAUD 15 santun, dan saling menyayangi.
  • Memastikan dikala anak pulang sekolah dalam posisi aman (ada orang cukup umur yang mendampingi)
  • Menangani dengan segera ketika anak mengalami kecelakaan yang terjadi di Lembaga PAUD.

5. Layanan Kesejahteraan
Layanan kesejahteraan diartikan bahwa Satuan PAUD memperhatikan setiap anak terpenuhi kebutuhan dasarnya yakni kepastian identitas, kebutuhan fisik dan kebutuhan rohani. Untuk melaksanakan layanan kesejahteraan bagi anak, Satuan Pendidikan melaksanakan hal-hal berikut:

  • Membantu keluarga yang anaknya belum mempunyai Akta Kelahiran dengan cara melaporkan ke kelurahan untuk diproses pembuatan aktenya.
  • Menyisihkan dana derma operasional dan dana dari sumber lainnya untuk agenda masakan pelengkap sehat sederhana berbahan baku lokal. Penyiapan masakan pelengkap dilakukan dengan cara melibatkan orang tua.
  • Membantu keluarga yang belum mempunyai terusan layanan kesehatan dengan mendaftarkan keluarga tersebut sebagai peserta jaminan kesehatan.
  • Memperlakukan semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus sesuai dengan potensi yang dimiliki, kemampuan yang dicapai, dan pemberian dukungan yang sesuai untuk menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, dan kemandirian anak.
  • Membiasakan untuk memberi penghargaan kepada anak atas perjuangan yang telah dilakukannya.

Selengkapnya bisa anda unduh pada link dibawah ini:
Petunjuk Teknis Pendirian PAUD Holistik Integratif

Selengkapnya wacana Petunjuk Teknis Penyelenggaraan / Pendirian PAUD Holistik Integratif, bagikan kepada anda semua dalam bentuk file PDF, semoga bermanfaat.

Thursday, 22 August 2019

Pasti Dapat Pesan Yang Tersirat Peringatan Maulud Nabi Muhammad Saw

Hikmah peringatan maulud nabi muhammad saw – Maulud Nabi merupakan salah satu insiden bersejarah bagi umat islam di seluruh dunia. Maulid (milad) berarti hari lahir, dalam hal ini yakni hari lahir  Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi jatuh setiap 12 Rabilul Awal dalam penanggalan hijriyah.

Hikmah peringatan maulud nabi muhammad saw PASTI BISA Hikmah Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi peringatan maulud nabi Muhammad SAW (tribunnews.com)

Dalam kalender Indonesia, insiden Maulud Nabi dijadikan sebagai hari libur nasional dan pada tahun 2019 ini jatuh pada tanggal 20 November. Dalam memperingati Maulud Nabi, banyak sekali aktivitas yang dilakukan oleh umat islam di Indonesia.

Seperti di banyak sekali kawasan di Sumatera Barat, Maulud Nabi disambut dengan tradisi Malamang. Kemudian mengadakan pengajian, ceramah, wirid di surau atau masjid.

Yang lebih penting yakni bagaimana umat muslim mengambil hikmah dari Peringatan Maulud nabi Muhammad SAW. Hikmah yang utama yakni bagaimana umat muslim sanggup menjalankan sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu umat muslim sanggup meneladani kepribadian lantaran didalam kepribadian Nabi Muhammad SAW terdapat suri tauladan yang baik. Allah SWT telah berfirman;

‘Sesungguhnya dalam kepribadian Muhammad SAW terdapat suri tauladan yang baik”. (QS: Al Ahzab, 21).

Dalam konteks pendidikan, pendidikan yang berlangsung di lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga hendaknya didasarkan atas keteladanan dari orangtua dan guru.

Pendidikan anak yang tidak dilandasi konsep keteladaanan, ibarat kepercayaan dan pemaksaan. Itu akan sulit diterima oleh anak di sekolah maupun di lingkungan keluarga.

Pendidikan anak semestinya diubahsuaikan dengan tingkat dan taraf berpikir mereka. Oleh lantaran itu kurikulum pendidikan mestilah diubahsuaikan dengan perkembangan akseptor didik, abjad dan faktor lingkungan alam dan sosial dimana anak berada.

Pendidikan abjad mestilah berorientasi pada penyesuaian dan suri tauladan. Hal itu harus dimulai dari lingkungan keluarga. Penanaman nilai abjad yang memadai dari lingkungan keluarga pasti akan menciptakan kiprah forum pendidikan tidak menjadi lebih berat.

Sesungguhnya forum pendidikan itu bertugas untuk berbagi nilai-nilai abjad yang sudah ditanamkan semenjak dini di lingkungan keluarga.

Memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW berarti membawa kita untuk menyadari kembali betapa dalam hidup dan kehidupan, kita perlu meneladani kepribadian Nabi Muhammad SAW biar selamat di dunia bahkan hingga akhirat.

Tuesday, 3 December 2019

Lebih Terpelajar Download Sambutan/Pidato Mendikbud Hut Ri Ke-71 Tahun 2016

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Pada tahun 2016 ini, 71 (tujuh puluh satu tahun) sudah negara Indonesia kita ini merdeka. Upacara bendera dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan bukan hanya menjadi rutinitas semata, namun lebih dari itu.

Dalam pelaksanaan upacara bendera, selain kita mengenang jasa para hero yang telah gugur dalam masa-masa penjajah dalam merebut kemerdekaan negara tercinta ini juga dengan mengikuti upacara dan banyak sekali kegiatan dalam memperingati HUT RI ini diharapkan sanggup menumbuh kembangkan rasa cinta pada tanah air nasionalisme dalam mengisi kemerdekaan bangsa ini sesuai dengan bidang profesi dan potensinya masing-masing.

Sehubungan dengan upacara peringatan HUT RI ke-71 Tahun 2016 ini, berikut saya share Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Pada Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2016, selengkapnya sebagai berikut:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat Pagi, dan Salam sejahtera bagi kita semua.

Alhamdulillah, marilah kita senantiasa bersyukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, sebab pada hari ini kita diberi karunia sehat wal’afiat dan sanggup merayakan 71 tahun kemerdekaan Negara kita tercinta, Republik Indonesia, di mana pun kita berada.

Tepat 71 tahun yang lalu, lagu kebangsaan menggetarkan pengibaran bendera pusaka di langit biru Ibu Pertiwi, sebagai penanda lahirnya Negara Republik Indonesia. Negara kepulauan dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, yang terbentang di sepanjang khatulistiwa dengan keragaman etnis budaya, bahasa, tanaman dan fauna yang tersebar di 17 ribu pulau, yang dipersatukan oleh kesadaran mewujudkan keinginan bersama.

Satu dari empat keinginan mulia yang ingin diwujudkan Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itulah UUD Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan, setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.

Para penerima upacara yang saya hormati,

Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa telah kita lakukan secara bahu-membahu tanpa mengenal lelah dan tidak akan pernah berhenti. Pada ketika memproklamasikan kemerdekaan 95% penduduknya buta huruf, ketika ini bangsa Indonesia telah berhasil membalik keadaan menjadi 96% melek huruf. Tidak banyak negara yang bisa mengatasi buta karakter secepat Indonesia.

Saat ini kiprah mendesak dunia pendidikan memastikan setiap anak Indonesia mempunyai keterampilan yang dibutuhkan untuk menang di kala 21. Untuk itu, ada tiga hal yang mendesak yang harus dilakukan sesuai amanat Nawacita.

Pertama, membekali bawah umur Indonesia dengan pendidikan karakter semoga bisa menyesuaikan diri pada lingkungan global yang dinamis dan beragam. Pendidikan karakter bukan hanya kiprah sekolah, namun juga masyarakat dan keluarga. Mari kita jadikan sekolah sebagai rumah kedua dan sebagai taman mencar ilmu yang menyenangkan. Mari kita tumbuhkan kebiasaan baik pada setiap anak Indonesia. Mari kita tumbuhkan lingkungan dan budaya mencar ilmu yang serasi antara sekolah, masyarakat dan keluarga.

Pendidikan berawal dari keluarga dan orangtua yaitu guru sekaligus sebagai panutan bagi anak sebab sebagian besar waktu anak dihabiskan bersama keluarga. Di lingkungan keluarga nilai-nilai kasih sayang harus ditumbuhsuburkan, sementara di sekolah perlu dibangun dan dikembangkan karakter sosial anak. Karena itu sinergi yang serasi antara orang bau tanah dengan sekolah yaitu kunci suksesnya pendidikan anak.

Kedua, memastikan bahwa setiap anak Indonesia, tanpa ada diskriminasi, mendapat layanan pendidikan yang bermutu secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Kesenjangan layanan pendidikan harus diperkecil. Untuk itu kami mengajak sekolah, pemerintah kawasan dan masyarakat untuk memastikan bahwa semua anak dan siswa dari keluarga kurang bisa mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) semoga sanggup melanjutkan pendidikannya paling sedikit 12 tahun.

Negara juga sedang memperluas ketersediaan layanan pendidikan di daerah-daerah tertinggal, terluar, dan terdepan dengan membangun sekolah garis depan. Saat ini negara melaksanakan rehabilitasi sekolah yang rusak berat, serta memenuhi sarana/prasarana untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Ketiga, memastikan bahwa lulusan sekolah mempunyai keterampilan yang diharapkan untuk memasuki dunia kerja serta bisa memenangkan persaingan regional dan global. Karena itu, Nawacita mengamanatkan pentingnya pengembangan pendidikan vokasi yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang merevitalisasi pendidikan vokasi dengan melibatkan kiprah serta pemerintah kawasan dan industri.

Para siswa yang saya cintai,

Tahun 2045 kita akan memperingati 100 tahun kemerdekaan. Kami percaya bahwa di bahu kalian lah bisa kami titipkan kiprah membawa Indonesia ke puncak kejayaannya. Teruslah belajar, teruslah mengejar cita-cita. Kalianlah Generasi Emas 2045 itu.

Dirgahayu Republik Indonesia
Jayalah dunia pendidikan dan kebudayaan
Jayalah negeriku, jayalah Indonesia

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jakarta, 17 Agutus 2016

Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P.

Download selengkapnya Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Pada Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-71 Kemerdekaan  Republik Indonesia di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2016 silahkan klik di sini. Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam Edukasi...!

Sumber file : http://www.kemdikbud.go.id/main/files/download/f45288dec9527d1

Saturday, 24 August 2019

Pasti Dapat Tugas Orangtua/Wali Murid Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Di Sekolah

Peran orangtua/wali murid terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah – Penyelenggaraan pendidikan di forum sekolah melibatkan unsur satuan pendidikan itu sendiri, keluarga dan masyarakat. Ketiga unsur penyelenggara pendidikan tersebut perlu bersinergi dalam mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah.

wali murid terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah PASTI BISA Peran Orangtua/Wali Murid Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan di Sekolah
Pelibatan orangtua/wali murid terhadap penyelenggaraan pendidikan (doc.matrapendidikan.com)

Semula orangtua/ wali murid lebih terkonsentrasi untuk mendukung pendidikan anak di lingkungan keluarga. Menumbuhkan nilai karakter, memotivasi belajar, mendorong budaya literasi dan memfasilitasi kebutuhan berguru anak.

Namun pada akibatnya pemerintah lebih memperluas pelibatan orangtua/wali murid dalam penyelenggaraan pendidikan di forum sekolah. Landasan yuridis yang mendukung pelibatan ini ialah Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017 perihal Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan.

Pemerintah melalui permendikbud beralasan bahwa pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan sekolah didasarkan atas kiprah strategis keluarga untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, sebagaimana tertuang dalam Undang Undang Nomor 20 perihal Sistem Pendidikan Nasional.

Apa saja bentuk pelibatan orangtua/wali murid  terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah? Seperti tercantum dalam pasal 6, Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017, ada beberapa butir bentuk keterlibatan orangtua/wali murid dalam penyelenggaraan pendidikan;

1.Membentuk paguyuban atau komite kelas

Setiap kelas di bawah koordinasi wali kelas/guru kelas membentuk paguyuban atau komite kelas. Komite kelas ini mempunyai struktur tertentu untuk membenahi sarana dan kemudahan ruang kelas guna meningkatkan kelancaran pembelajaran di ruang kelas tersebut.

Paguyuban kelas yang beranggotakan orangtua/wali murid sebuah kelas akan membaca dan berbagi potensi fisik kelas dan siswa dalam rangka meningkatkan proses berguru dan mengajar di kelas bersangkutan.

2.Menjadi narasumber dalam kegiatan sekolah

Kegiatan yang diselenggarakan di sekolah sanggup mengundang orangtua/wali murid menjadi narasumber. Misalnya dalam kegiatan Peringatan Hari Pesar Islam (PHBI), penyuluhan pendidikan karakter, ancaman barang/materi terlarang, tindak kekerasan dan lainnya.

3.Ikut dalam kegiatan pentas kelas di simpulan tahun pelajaran

Setiap simpulan tahun pelajaran di sekolah diadakan kegiatan siswa ibarat pentas seni (Pensi), Perpisahan dengan guru/siswa kelas terakhir, Muhasabah, dll. Orangtua/wali murid perlu berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan tersebut.

4.Menjadi anggota tim pencegahan kekerasan di sekolah

Orangtua berperan penting dalam mencegah tindakan kekerasan dan sikap menyimpang lainnya di sekolah. Pelibatan ini bertujuan untuk mencegah sikap menyimpang dan atau tindak kekerasan di sekolah.

5.Mendukung Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah

Orangtua murid melibatkan diri dalam aktivitas penguatan pendidikan aksara anak di sekolah. Hal ini sanggup dilakukan melalui partisipasi orangtua murid dalam kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler dan pengembangan diri di sekolah.

Peran dan pelibatan orangtua/wali murid dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Tentulah ada batasannya dan perlu komunikasi yang baik dan harmonis, antara pihak sekolah, guru/wali kelas serta komite sekoalh.

Sebab, orangtua/wali murid juga mempunyai kiprah penting di luar sekolah atau di rumahtangga. Tugas-tugas penting tersebut tersebar dalam banyak sekali profesi yang dijalankan orangtua/wali murid sehari-hari. Ada yang bekerja sebagai pegawai swasta, pegawai negeri, petani, pedagang dan lain sebagainya.

Pihak sekolah perlu berkonsultasi dan mempertimbangkan kondisi orangtua/wali murid dalam menyusun dan menyelenggarakan kegiatan di sekolah. Kenapa begitu? Boleh jadi pelibatan orangtua/wali murid yang terlalu banyak akan mengganggu kegiatan harian orangtua/wali murid.

Tuesday, 3 December 2019

Lebih Arif Download Teks / Naskah Pidato Mendikbud Pada Peringatan Hardiknas 2017

Sahabat Edukasi yang berbahagia... Dalam kesempatan kali ini saya akan share salinan dari teks / naskah sambutan atau pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Bpk. Muhadjir Effendy) dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada tanggal 2 Mei 2017, selengkapnya sebagai berikut.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera dan senang bagi kita semua,

Pada hari yang penuh berkah dan nikmat ini 2 Mei 2017, kita kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas. Untuk itu, marilah kita bersyukur tiada berhingga kepada Tuhan Yang Maha Esa, lantaran berkat rahmat dan karunia-Nya semata kita sekalian mempunyai kesempatan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2017. Tema Hardiknas kali ini yakni "Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas".

Tema tersebut terkait bersahabat dengan fenomena dunia yang berubah sangat cepat dan menuntut kualitas semakin tinggi. Untuk itu marilah kita resapi dan renungi tema tersebut, lalu kita wujudkan bersama-sama. Dengan begitu maka seluruh lapisan masyarakat akan sanggup menjangkau layanan pendidikan yang berkualitas. Dengan pendidikan berkualitas yang merata, dalam makna sanggup dikenyam oleh seluruh warga bangsa, maka ikhtiar kita mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945, sanggup terwujud.

Selanjutnya, atas nama pemerintah, izinkan saya memberikan penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan di tanah air. Mereka yakni yang telah mengabdi dan berkorban demi kemajuan pendidikan. Pengabdian dan pengorbanan yang sudah Bapak dan Ibu berikan, sejauh ini telah membuahkan hasil yang menggembirakan. Sekalipun di sana-sini masih banyak problem dan menjadikan ketidakpuasan. Semoga keberhasilan tersebut semakin memacu semangat dan perjuangan keras kita. Sedang adanya problem yang belum terselesaikan dan ketidakpuasan yang ada, justru semakin melipat-gandakan energi, kehendak, dan ikhtiar kita untuk menemukan terobosan-terobosan baru.


Ibu, Bapak, dan Saudara sekalian yang mulia

Pada setiap ketika memperingati Hardiknas kita tak pernah lupa dengan sosok Ki Hadjar Dewantara. Mengapa? Karena peringatan Hari Pendidikan Nasional didasarkan atas hari kelahirannya. Beliau dilahirkan tanggal 2 Mei 1889. Beliau sudah disepakati sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Dengan tanpa bermaksud mengecilkan kiprah para tokoh pendidikan yang lain, kiprah Ki Hadjar Dewantara pada awal perintisan pendidikan nasional memang sangat besar. Baik berupa gagasan, pemikiran, maupun terawang masa depan. Oleh lantaran itulah gagasan dan pemikiran dia tetap relevan dan menjadi teladan bagi pembangunan pendidikan nasional kita.

Beberapa di antara pandangan pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah: (1) "Panca Dharma" yaitu bahwa pendidikan perlu beralaskan lima dasar yaitu kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan, kebangsaan, dan kemanusiaan. (2) "Kon-3" yaitu bahwa penyelenggaraan pendidikan harus menurut asas kontinuitas, konvergensi, dan konsentris, dalam arti proses pendidikan perlu berkelanjutan, terpadu, dan berakar di bumi tempat dilangsungkannya proses pendidikan. (3) "Tri-pusat Pendidikan" bahwa pendidikan hendaklah bedangsung di tiga lingkungan, yang kita kenal dengan nama tripusat, yartu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang saling berafiliasi simbiotis dan tidak sanggup dipisahkan satu sama lain.

Dalam hal kepemimpinan pendidikan Ki Hadjar Dewantara mengajukan konsep "Laku Telu" atau tiga kiprah yang dirumuskan dalam frasa Bahasa Jawa: "Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karso, tut wuri handayani" yang artinya apabila di depan memberi teladan, apabila di tengah memberi wangsit (inspirasi) dan apabila di belakang memberi dorongan. Ketiga kiprah tersebut harus dilaksanakan secara seksama baik bergantian maupun serempak dalam tampilan sosok pemimpin pendidikan yang utuh. Di sinilah kita diingatkan untuk tidak memenggal dan menerapkan sepenggal-sepenggal tiga laris kepemimpinan dalam praksis pendidikan Ki Hadjar Dewantara.

Agaknya konsep "Laku Telu" ini perlu dihayati kembali oleh para pedidik, pada ketika mana dunia pendidikan mengalami krisis keteladanan dan praktek pendidikan tidak lagi menginspirasi. Sementara dorongan dari arah belakang dari kepemimpinan pendidikan tidak disertai pemberian arah dan haluan untuk akseptor didiknya.

Ibu, Bapak, Saudara sekalian,

Gagasan pemikiran dan prinsip-prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara tersebut di atas yakni menjadi dasar teladan visi Presiden RI, Joko Widodo di bidang pendidikan. Dalam visi Presiden, masa depan Indonesia yakni sangat ditentukan oleh generasi akseptor didik masa kini yang mempunyai abjad atau budi pekerti yang kuat, serta menguasai banyak sekali bidang ketrampilan hidup, vokasi dan profesi kala 21

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersiap melaksanakan reformasi pendidikan nasional baik pada tataran konseptual maupun manajerial. Dalam tataran konseptual, kini sedang diupayakan biar abjad kembali menjadi fundasi dan ruh pendidikan nasional. Untuk itu pembentukan abjad harus dimulai dan menjadi prioritas pada jenjang pendidikan dasar (Basic Education). Kemudian untuk jenjang pendidikan lebih lanjut harus aman bagi akseptor didik untuk mengaktualisasikan potensi dirinya semaksimal mungkin. Memungkinkan akseptor didik membekali dirinya dengan keterampilan dan keahlian yang berdaya kompetisi tinggi, yang dibutuhkan dunia kala 21. Hanya dengan abjad yang berpengaruh dan kemampuan berdaya saing tinggi lah akseptor didik masa kini akan sanggup membawa bangsa Indonesia berdiri dengan tegak di antara bangsa-bangsa maju yang lain di masa yang akan datang.

Untuk tujuan itu, kini tengah diupayakan penyelarasan, penyatuan, dan pembauran bidang kebudayaan dengan pendidikan. Begitu juga dalam pemanfaatan sumber-sumber berguru yang ada di kelas, di lingkungan sekolah dan yang ada di luar sekolah. Sehingga proses pembelajaran tidak terkotak-kotak, tersekat-sekat, tertutup, dan sumpeg, melainkan terbuka, luwes dan leluasa.

Lebih jauh, reformasi juga akan diakukan dalam hal waktu berguru di satuan pendidikan, pengorganisasian pelajaran dan kegiatan belajar, kiprah tanggung jawab dan kiprah guru dan tenaga kependidikan. Termasuk reformasi kiprah dan kiprah kepala sekolah sebagai manajer sekolah, komite sekolah dan juga pengawas sekolah. Reformasi pendidikan pada tataran aksi. ditandai dengan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Gerakan Literasi Nasional (GLN)

Demikian pula revitalisasi Sekolah Menengah kejuruan kini sedang dilaksanakan, dan perbaikan sistem distribusi Kartu Indonesia Pintar terus dilakukan. Gerakan PPK dan GLN dibutuhkan menjadi pintu masuk dan kunci utama bergeraknya reformasi berbagar sektor pendidikan dan kebudayaan baik di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun di lingkungan pemerintah tempat dan satuan pendidikan, bahkan lingkungan masyarakat. Berbagai jadwal dan kegiatan serta sumber daya baik finansial maupun nonfinansial di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dinas pendidikan di banyak sekali tempat hendaklah difokuskan untuk mendukung gerakan reformasi pendidikan tersebut. Reformasi pendidikan untuk menjawab permasalahan bangsa Indonesia ini senantiasa ditekankan oleh Presiden Republik Indenesia sehingga kita semua yang berbakti dan berkhidmat di dunia pendidikan perlu bersinergi mendukung terlaksananya reformasi pendidikan nasional dimaksud.

lbu, Bapak, Saudara, dan hadirin yang mulia,

Reformasi pendidikan nasional tersebut merupakan proses jangka panjang, bukan sesaat dan jangka pendek, sehingga perlu dilaksanakan secara sistemis, prosedural, dan sedikit demi sedikit di samping perlu pertolongan dan partisipasi konstruktif semuajajaran pelaksana pendidikan, pemangku kepentingan pendidikan, bahkan warga bangsa Indonesia. Tak heran, hasil reformasi pendidikan nasional tersebut, yang semoga berbuah manis dan melegakan bagi seluruh warga bangsa Indonesia, mungkin memang tidak kita nikmat sekarang, tetapi pasti anak cucu kita yang bakal menikmatinya, dalam arti anak cucu kita di seluruh Indonesia bisa mengenyam pendidikan pendidikan berkualitas pada satu sisi dan pada sisi lain bangsa Indonesia mencapai kemajuan dan keunggulan di antara bangsa-bangsa lain.

Dengan demikian, keberadaan bangsa Indonesia di tengah bangsa lain menjadi lebih bermartabat, berdaulat, dan bermaslahat. Untuk itu, dalam reformasi pendidikan nasional ini, kerja keras yang kontruktif, penuh keikhlasan dan pengorbanan, serta dedikasi tulus seluruh insan pendidikan di seluruh Indonesia amat diharapkan. Marilah kita bantu-membantu menggerakkan reformasi pendidikan nasional demi kemajuan dan keunggulan pendidikan nasional kita pada satu sisi dan pada sisi lain demi kelangsungan dan kelanggengan bangsa Indonesia di tengah kancah bangsa-bangsa lain.

Pada Hari Pendidikan Nasional 2017 sekarang, mari kita singsingkan lengan baju untuk menggerakkan reformasi pendidikan nasional demi anak cucu kita. Semoga Tuhan seru sekalian alam meridhai dan menguatkan tekad dan langkah kita.

Akhirnya, mari kita "Cancut Taliwondo" demi segera terwujud pendidikan berkualitas yang merata di seluruh Indonesia.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Download sambutan tersebut di atas, silahkan klik pada links sumber berikut : http://kemdikbud.go.id. Semoga bermanfaat dan terimakasih... ...!

Wednesday, 2 January 2019

Jadi Berilmu Taktik Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini


Pembelajaran yaitu seuatu acara yang meliputi acara mencar ilmu dan mengajar. Kegiatan pembelajaran dilakukian menurut planning yang terorganisir secara sistematis yang meliputi tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran dan acara pembelajaran yang meliputi metode dan media pembelajaran, penilaian pembelajaran, dan umpan balik pembelajaran. Suatu trencana pembelajaran dan pelaksanaannya perlu memperhatikan hal-halyang terkait dengan mencar ilmu bagaimana belajar, mencar ilmu bagaimana berpikir, mencar ilmu bagaimana melakukan, dan mencar ilmu bagaimana bekerja sama dan hidup bersama.

Sejalan dengan perkembangan anak usia dini, maka pembelajaran perlu menekankan pada empat aspek tersebut di atas. Hal tersebut menjadi faktor yang kritis dalam perkembangan anak yang bersangkutan. Oleh alasannya itu, pembelajaran yang direncanakan dan dilaksanakan pada forum pendidikan anak usia dini yang dilakukan dalam bentuk banyak sekali acara bermain perlu menekankan pada empat aspek tersebut di atas ditambah dengan aspek-aspek lain, mirip moral, sikap baik sebagai individu, sebagai anggota masyarakat, maupun sebagai makhluk Tuhan sesuasi dengan nilai-nilai keagamaan.

Sifat pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini berlangsung secara stimulan dan holistik, sehingga pendekatan dan desain, serta pelaksanaan pembelajaran anak tersebut terintegrasi secara terpadu.

Di sisi lain, ada hal yang penting yang juga harus diperhatikan oleh pendidik anak usia dini dalam melaksanakan acara mencar ilmu mengajar. Hal penting tersebut yaitu berkaitan dengan metode serta seni administrasi dalam melaksanakan pengajaran bagi anak usia dini. Sukses tidaknya suatu pengajaran bagi anak usia dini di antaranya yaitu tergantung bagaimana seorang pendidik (pengajar) memakai strateginya.

Strategi Mengajar Anak Usia Dini


Ada beberapa seni administrasi dalam pelaksanaan acara pengajaran anak usia dini. Di antara seni administrasi tersebut adalah: (1) Perhatian Intens (2) Beri Dorongan (3) Berikan Umpan Balik Khusus (4) Berikian Model Atau Contoh,(5) Mendemontrasikan, (6) Menciptakan dan menambahkan tantangan, (7) Memberikan cara atau pemberian lainnya, serta (8) Memberikan isu secara langsung. Sedangkan dalam makalah ini akan dibatasi pada empat seni administrasi yang pertama yaitu :

1. Perhatian Intens


Dalam melaksanakan pengajaran seorang guru sebagai pendidik harus bisa memperlihatkan perhatian yang intens terhadap anak didik. Menaruh perhatian khusus terhadap anak semenjak usia dini sanggup membantu mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan berbahasa, serta kemampuan awal membaca dan menulis dengan cara bermain dan bersenang-senang anak juga mulai sanggup mengembangkan kemampuan dasar berhitung, hal-hal konseptual dan kognitif serta konsep-konsep dasar ilmu alam dan pengetahuan teknis lainnya. Beberapa hal penting sanggup mereka peroleh pada ketika bermain mirip kemampuan memahami budaya dan seni, kemampuan memahami mahkluk hidup dan lingkungan sekitar, bangkitnya kesadaran terhadap kesehatan lingkungan, olahraga dan rekreasi.

Selain itu, biar setiap anak bisa memikul tanggung jawab kemajuanbangsa di masa yang akan datang, maka bawah umur (tidak terkecuali) harus mendapat perhatian dan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial. Perhatian dan pemberian kesempatan tumbuh kembang pada anak usia dini harus merupakan tekad dan agresi yang ditunjukkan oleh keuarga, masyarakat dan pemerintah secara bersama-sama. Upaya ini sekaligus merupakan bentuk proteksi serta mewujudkan kesejahteraan anak dengan memperlihatkan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya tanpa adanya diskriminasi.

Sepanjang rentang kehidupan manusia, masa anak usia dini "periode keemasan atau golden period". Pada masa tersebut terjadi pembentukan dasar-dasar sikap dan sikap serta perkembangan banyak sekali dimensi kecerdasan (inteletual, emosional, sosial, spiritual, kinestetik dan seni) yang intensif. Periode keemasan tersebut hanya berlangsung satu kali di sepanjang rentang kehidupan manusia. Jika potensi-potensi dasar pada periode tersebut kurang memperoleh banyak sekali rangsangan maka tidak tidak mungkin kalau potensi anak akan karam atau tidak berfunsi sama sekali (lost of capacity) ketika ia tumbuh dan berubah menjadi pribadi-pribadi dewasa.

2. Beri Dorongan


Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yangmenyenangkan, yaitu pola asuh yang otoritatif (demokratik). Artinya : pengasuh harus pekaterhadap isyarat-isyarat anak, memperhatikan minat, impian atau pendapat anak, tidak memaksakan kehendak pengasuh, penuh kasih sayang, dan kegembiraan, membuat rasa kondusif dan nyaman, memberi pola tanpa memaksa, mendorong keberanian untuk mencoba berkreasi, memperlihatkan penghargaan atau kebanggaan atas keberhasilan atau sikap yang baik, memperlihatkan koreksi bukan ancaman atau eksekusi bila anak tidak sanggup melaksanakan sesuatu atau ketika melaksanakan kesalahan.Pola asuh otoritatif penting untuk mengembangkan kreativitas anak.

Dengarkan omongan anak dorong anak untuk berani mengucapkan pendapatnya, hargai pendapat anak jangan memotong pembicaraan anak, jangan memaksakan pendapat orangtua atau melecehkan pendapat anak. Rangsanglah anak untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan perihal banyak sekali hal dilingkungannya, beri kebebasan dan dorongan untuk mengembangkan khayalan, merenung, berfikir, mencoba dan mewujudkan gagasan. Berikan kebanggaan untuk hasil yang telah dicapainya walau sekecil apapun. Jangan menghentikan rasa ingin tahu anak jangan banyak mengancam atau menghukum, beri kesempatan untuk mencoba, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain. Bila anda semenjak dini mendorong Si Kecil untuk membuatkan dan memikirkan orang lain berarti telah membentuk sifat yang baik.

Contoh:
Beri waktu. Buat seorang anak mencar ilmu berpakaian, melepas pakaian, mengancingkan kancing, mengikat tali sepatu, menutup retsleting atau mengancingkan kancing jepret membutuhkan waktu. Mengharapkan si dua tahun menarik celana memang mudah, tapi berharap ia bisa ahli mengikat tali sepatu sebelum ia masuk taman bermain tidaklah realistis. Anda harus terus memberi dorongan atau memotivasinya dengan sabar. Anda harus memberinya cukup membanyak waktu biar ia bisa menuntaskan satu tugas

3. Berikan Umpan Balik Khusus


Seorang pendidik anak usia dini tidak berhenti pada pelaksanaan acara pembelajaran, atau memberikan bahan pembelajaran kepada anak didi. Tetapi pembelajaran tersebut harus ditindak lanjuti dengan melaksanakan umpan balik terhadap anak sesudah selesai mengadakan acara pembelajaran.

Contoh:
Menulis yaitu acara yang membutuhkan keterampilan motorik halus bab tangan. Keterampilan motorik halus bab tangan akan melibatkan banyak otot kecil: jari jemari, telapak tangan dan pergelangan tangan.

Ketika usia si kecil menginjak tahun kedua, sirkuit otak yang mengendalikan dan mengkoordinasikan gerakan tangannya masih berkembang pesat mirip di tahun pertama usianya. Di samping itu, bab otak lain yang berjulukan serebelum juga mulai berkembang. Serebelum bertugas mengatur waktu dan koordinasi untuk hampir semua kiprah motorik.

Latihan penting sekali untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak batita. Latihan menyerupai 'umpan balik' bagi otak mereka. Makin sering si kecil berlatih, makin pesatlah perkembangan sirkuit otaknya, dan makin baguslah kemampuan si kecil mengontrol dan mengkoordinasikan motorik halusnya.

4. Berikian Model Atau Contoh


Mengajarkan nilai kehidupan , kemanusiaan ,budaya dan pengembangan moral pada anak usia dini membutuhkan keteladanan dari orangtua, guru dan masyarakat . dan penanaman ini tidak hanya berlangsung dirumah saja tetapi juga berlangsung disekolah dan masyarakat . sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi penerima didik biar menjadi insan yang beriman, bertaqwa, kepada tuhan YME berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, sanggup berdiri diatas kaki sendiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Contoh dalam pelajaran sosial contohnya dalam nilai kehidupan dan kemanusiaan yang ingin ditanamkan bagaimana hidup rukun di dalam keluarga, masyarakat berkasih sayang antar anggota keluarga, memelihara kebersihan lingkungan. mengajarkan nilai kebudayaan misal di kawasan Jakarta siswa harus tahu asal mula ondel-ondel terbuat dari apa, gunanya buat apa dan bagaimana cara memeliharanya.

Sedangkan mengajarkan pengembangan moral bagaimana bersikap kepada yang lebih bau tanah dan muda, dan yang paling penting seni administrasi mengajarkan nilai kehidupan, kemanusiaan, budaya dan moral pada anak usia dini kita harus memperlihatkan teladan atau pola terlebih dahulu kalau ingin anak kita sopan maka harus terlebih dahulu orangtuanya sopan lantaran anak usia dini itu melihat pola dari keluarga, masyarakat/lingkungan dan memang sedang berada pada proses imitasi atau meniru. Dan inipun harus berlangsung secara kontinu dan konsisten dari pendidik dan praktisi sosial.

Orangtua yaitu guru terbaik bagi anak termasuk ketika mengajarkan cara mengekspresikan emosi. Berikan pola pada bawah umur sikap yang sesuai ketika sedang murka atau sedih. Berikan pula beberapa pilihan lain bagaimana cara mengekspresikan kemarahan, kegembiraan atau kesedihan.
Kembangkan sikap bertanggung jawab pada anak. Misal, jikalau anak menumpahkan minuman minuman ke lantai, maka ia harus membersihkan sendiri. Sebelumnya berikan pola dan klarifikasi mengapa ia harus melaksanakan itu.

Dari uraian di atas kiranya sanggup ditarik kesimpulan bahwa dalam melaksanakan acara pembelajaran ada faktor yang sangat penting yang harus diperhatikan oleh pendidik anak usia dini. Keberhasilan pembelajaran khususnya dan pendidikan pada umumnya harus memperhatikan strateginya.

Referensi
  • Depdikas RI, Buletin PADU (Jurnal Ilmiah Anak Usia Dini Edisi 03 Desember 2002), Jakarta, 2004
  • Gunarso, D. Singgih, Dasar dan Teori Perkembangan Anak, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006
  • Hapidin, Model-Model Pendidikian untuk Anak Usia Dini, Jakarta: Ghiyats Alfiani Press, 2006
  • Jamaris, Martini, Perkembangan dan Pengembangan Anak Usia Taman Kanak-Kanak, Jakarta: Grasindo, 2006
  • Santoso, Sugeng, Pendidikan Anak Usia Dini, Jakarta: Citra Pendidikan, 2004